Zona Berita

Mahasiswa Dan Pengajar The University of Vienna Pelajari Perdamaian Di Aceh

ZONADAMAI.COM: Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh menerima kedatangan mahasiswa dan pengajar The University of Vienna, Austria di Kantor KKR Aceh, Kuta Alam, Selasa (29/8/2017). Kunjungan tersebut guna mempelajari perdamaian di Aceh.

“Ada 28 mahasiswa dan pengajar yang datang. Mereka ingin mempelajari bagaimana proses perdamaian di Aceh dan perkembangan program perdamaian tersebut,” kata Komisioner KKR Aceh, Fajran Zain. Menurutnya, selain bertukar pengalaman, kunjungan ini juga membawa manfaat bagi KKR, yakni mensosialisasikan program yang ada kepada dunia Internasional.

“Ini bagus, perhatian internasional untuk Aceh sangat banyak, tinggal respon kita saja menyikapi perhatian tersebut. Ini menyangkut political will, baik Aceh maupun Jakarta,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, rombongan yang datang tersebut bukan berasal dari negara bekas konflik. Jadi, bagi mereka mempelajari masalah konflik dan proses perdamaian di Aceh merupakan hal yang sangat menarik. “Setelah konflik Aceh selama 29 tahun, mereka ingin mengetahui progres pascakonflik itu apa saja, dinamika lain seperti kriminalitas dan pertumbuhan ekonominya,” terangnya. Fajran menambahkan, dalam rangkaian kunjungan rombongan mahasiswa dan pengajar tersebut, juga sesuai dengan spirit menyukseskan KKR ke semua lini yang ada.

“Di Indonesia ada 44 KKR, kita yang ke 45, ini harus disukseskan,” ujarnya. Menurutnya, selama ini memang ada hambatan dalam menyukseskan KKR terutama masalah sosialisasi, political will dan sebagainya. Dia berharap agar pemerintah pusat turun tangan mengenai hal ini, namun hambatan tersebut bukanlah alasan untuk KKR berhenti. “Karena dengan qanun memungkinkan melakukan KKR, Pemerintah Aceh juga member dukungan. Namun kita terus mencari dukungan lain dan ini perlu penyesuaian,” tutupnya.

Sementara itu, Asisten Profesor, Dr Gunnar Stange yang memimpin rombongan mahasiswa mengatakan, kunjungan mereka karena diundang pihak KKR Aceh. Rombongan akan berada di Aceh selama enam hari dalam rangka meninjau proses rehabilitasi dan rekonsiliasi pascakonflik dan Tsunami di Aceh. Dia sangat berharap, dengan berkunjung langsung ke Aceh dapat menambah pengetahuan tentang proses perdamainan di Aceh. Menurutnya, rekonsiliasi, rehabilitasi dan kebenaran adalah suatu bagian yang sangat penting dari proses perdamaian. “Untuk itu, selama di Aceh kami akan menemui beberapa pihak yang terkait dengan proses rehab-rekon baik para korban konflik dan korban tsunami ataupun dari pemerintah seperti Badan Rehab Rekon (BRR),” tandasnya.

Sumber: goaceh.co

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s