Zona Berita

Terkuaknya Bisnis Jasa Di Rutan Kelas II B Masohi

ZONADAMAI.COM: Bukan saja bisnis narkoba seperti sering diberitakan, bisnis jasa untuk napi yang mau jalan-jalan di luar, juga acap terjadi di penjara. Malah jenis bisnis yang satu ini disebut-sebut ‘paling tua’ di tempat yang harusnya sangat terisolir itu. Di Rutan Kelas II B Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, asal siap bayar ‘Upeti’ sebanyak Rp 1 juta, seorang napi bisa menghirup udara bebas.

Itu juga yang diduga diberikan oleh petugas Rutan tersebut kepada Abdul Mutalib, napi kasus tipikor yang dihukum 5 tahun kurungan. Sambil memperlihatkan enam foto dari tempat tersembunyi, sumber Kabar Timur menunjukkan, Abdul Mutalib, terpidana korupsi Alkes Tahun 2013 Dinas Kesehatan Malteng yang baru dieksekusi tahun 2016 lalu.

Salah satu foto terlihat Abdul tengah mengendarai motor metik. Foto yang lain, dia baru turun dari sebuah mobil pribadi tanpa dikawal petugas Rutan.

“Sehari bisa 8 napi yang mendapat restu petugas, untuk hirup udara bebas. Abdul Mutalib malah pernah pulang kampung di Kecamatan Pulau Haruku. Ini foto-fotonya,” terang sumber kepada Kabar Timur, Minggu (6/8).

Abdul, sebut sumber hanya sebuah sampel untuk kasus semacam ini. Intinya, kata dia, sipir penjara sampai kepala Rutan tersebut, harus dievaluasi. Pasalnya, ini merupakan bisnis yang dilakoni aparat negara yang tidak amanah. “Jadi ini patut dibongkar. Periksa Kepala Rutannya, karena diduga tak beres. Ada bisnis gelap di Rutan itu,” cetus sumber.

Menurut sumber yang terjadi di Rutan Kelas II B Masohi  bertentangan dengan peraturan Menteri Hukum dan HAM no 12. tahun 2016 pasal 7 yaitu : 1. Izin keluar sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 tidak dapat diberikan kepada:

a.  Narapidana yang melakukan tindak pidana terorisme, narkotika dan prekursor narkotika, psikotropika, korupsi, kejahatan terhadap keamanan negara dan kejahatan hak asasi manusia yang berat ,serta kejahatan transnasional terorganisasi lainnya.

Karena itu Kementrian Hukum dan HAM diminta menindaklanjuti penyalahgunaan wewenang  dan aturan di dalam rutan kelas II B Masohi oleh petugas Rutan.

Terpisah, Kepala Rutan II B Masohi Iwan Setiawan dihubungi via ponsel, menepis info bebas keluar masuknya Abdul Mutalib. “Ah tidak ada itu. Tapi saya sementara berada di Ambon nih bang. Lagi jemput tamu Komisi III. Nanti kita ketemu ya,” ujar Setiawan ramah di ujung telepon selulernya.

Selain satu kali keluar dipatok Rp 1 juta, para sipir penjara juga disebut-sebut jago memanfaatkan kondisi para tahanan. Seorang kepala sipir saja, ungkap sumber,  jika ingin pulang kampung bisa minta uang pada napi.

Sumber: kabartimur.co.id

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s