Zona Berita

Di Yogyakarta, JK Ingatkan Ribuan Anak Muda Asia Aktif Jaga Perdamaian

antarafoto-puncak-asian-youth-day-2017-060817-afa-3

ZONADAMAI.COM – Yogyakarta baru saja usai menggelar perhelatan Asian Youth Day (AYD) ke-7. Event yang berlangsung  2-6 Agustus 2017 itu dihadiri  2000 Orang Muda Katolik (OMK) dari berbagai negara di Asia. Mereka terdiri dari 1.100 OMK asal Indonesia dan 900 orang perwakilan dari 22 negara di kawasan Asia.

“Harapannya generasi muda dari berbagai negara itu bisa belajar soal pluralisme, bukan perbedaan yang memecah belah namun perbedaan yang menunjukkan kemanusiaan,” ujar Uskup Keuskupan Agung Jakarta sekaligus Ketua Konferensi Waligereja Indonesia Mgr. Ignatius Suharyo.

Suharyo menyatakan pihaknya sangat bersyukur Indonesia bisa terpilih menjadi tuan rumah perayaan besar ini.

“Dalam gereja Katolik, peristiwa setingkat ini terakhir terjadi 27 tahun lalu di Lembang Bandung, dulu yang kumpul uskup se-Asia, sekarang generasi muda Asia,” ujarnya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla hadir pada acara puncak Asian Youth Day 2017 yang dipusatkan di Lapangan Dirgantara, Akademi Angkatan Udara Yogyakarta, Minggu (6/8/2017).

JK menyinggung sejumlah konflik panjang berbagai negara kepada ribuan peserta yang hadir. Mulai dari konflik Timur Tengah, Amerika Selatan dan juga Afrika yang masih terus berlangsung.

AYD-7

“Sekaya dan semaju apapun negara itu kalau masih ada konflik dan kekacauan, pasti akan runtuh, “ ujar Kalla.

Kalla menuturkan, perdamaian menjadi satu syarat mutlak bagi sebuah negara untuk maju dan berkembang. Tak cukup hanya bermodal penguasaan pengetahuan juga kekayaan sumber daya alam dan manusia. “Konflik hanya akan membuat kemunduran sebuah bangsa,” ujar JK.

Kalla meminta pada peserta yang hadir dalam acara itu setelah nantinya pulang ke negara masing-masing tak hanya mengembangkan pengetahuan namun juga aktif menjaga perdamaian. Baik untuk bangsanya sendiri juga antar bangsa.

Kalla menyoroti kondisi Indonesia yang amat beragam dari segala aspek. Ia menyatakan Indonesia bisa jadi contoh bahwa perbedaan tidak menjadi masalah. Kalau pun ada konflik, ia menilai, hal tersebut wajar terjadi dalam sebuah bangsa yang besar. “Kekuatan kita adalah perbedaan,” ucap Kalla.

Kalla berharap generasi muda Asia bisa mendorong semangat perdamaian. Sebab di tataran global Asia mempunyai posisi yang strategis. “Kemajuan dunia banyak ditopang oleh kemajuan Asia,” kata wakil presiden.

pembukaan-asian-youth-day-2017--antarafoto

Di akhir acara, Oswald Kardinal Grazias, Presiden Federasi Konferensi-Konferensi Waligereja Asia (Federation of Asian Bishops’ Conference, FABC) mengumumkan bahwa AYD ke-8 akan digelar di India.

Seorang Pastor adal Kerala, India, Pater Sony Wadasseril Pr menyambut gembira keputusan itu.

“Kami sungguh gembira menyambut kaum muda Indonesia datang ke sana, karena kalian sungguh telah menerima kami dengan baik dan penuh tanggung jawab melayani  kami di sini. Datanglah ke India karena India menerima dan menghargai siapa saja,” kata Pater Sony.

“Saya akan pulang untuk mengatakan bahwa pikiran pertama saya bahwa Indonesia adalah sebuah negara Muslim, ternyata salah. Semua orang di sini, juga umat Muslim, dengan ramah menerima, mencintai dan memperhatikan kami. Semua acara dijalankan dengan sangat baik,” tegasnya.[*] berbagai sumber.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s