opini

Dulu Dilupakan, Kini Papua Dapat Perhatian Khusus Jokowi

Oleh : Daniel Setiawan

ZONADAMAI.COM – Mendengar kata Papua, atau pada zaman Orde Baru dikenal dengan nama Irian Jaya. Pastilah dalam pikiran kita terbayang sebuah daerah yang terbelakang. Yang daerahnya belum terjamah tangan manusia, untuk menembus dari satu daerah ke daerah lain sangat sulit sekali. Bahkan untuk menempuh beberapa puluh kilo meter saja harus dilalui dalam beberapa hari.

Mendengar kata Papua, kita hanya tahu bahwa di sana ada Freeport. Sebuah perusahaan Amerika yang bergerak dalam bidang pengeboran emas serta tembaga. Makanya daerah pertambangan tersebut disebut dengan nama Tembagapura.  Tembagapura ini merupakan kota ekslusif di Papua, yang merupakan sebuah kecamatan yang terletak di Kabupaten Mimika. Hanya kota ini yang dikenal gemerlap, karena berada di daerah pertambangan Freeport dan dikelola secara langsung oleh PT. Freeport Indonesia.

Lalu apalagi yang terbayang di benak kita jika mendengar kata Papua? Ya, sebuah destinasi wisata yang berada di Raja Ampat. Destinasi wisata alam yang begitu mempesona. Dengan pemandangan alam serta pulau-pulau yang bertebaran tentu membuat setiap orang yang melihatnya akan mengucapkan syukur kepada Tuhan YME, karena telah memberikan sebuah pemandangan yang begitu mempesona. Begitu juga dengan pemandangan di bawah lautnya, sungguh luar biasa.

Tetapi itu hanyalah beberapa tempat yang dapat dibanggakan dari Papua. Selebihnya adalah kemiskinan serta daerah-daerah yang sulit ditembus melalui jalan darat. Bahkan ada daerah yang hanya dapat disinggahi dengan menggunakan pesawat terbang. Inilah yang menyebabkan harga-harga pangan serta bahan-bahan bangunan dan BBM sangat melambung tinggi. Kita pernah mendengar bahwa satu zak semen di Papua bisa dihargai sampai satu juta rupiah, harga premium bisa mencapai seratus ribu rupiah per liter, dan air dalam kemasan berisi 600 ml bisa mencapai lima puluh ribu rupiah sebotol. Sungguh sebuah harga yang sangat fantastis bagi kita yang ada di pulau Jawa.

Itu dulu sebelum era Presiden Jokowi. Sebelum Papua benar-benar diperhatikan keberadaannya. Sebelum Papua diperlakukan sama dengan daerah-daerah Indonesia lainnya. Setelah Papua tidak lagi dianggap sebagai anak tiri republik ini.

Tak ada Presiden Indonesia yang selama pemerintahannya berkunjung ke Papua lebih banyak dari Presiden Jokowi. Jokowi dalam waktu 2 tahun pemerintahanya telah melakukan kunjungan ke Papua sebanyak 5 kali. Ini menandakan bahwa Presiden Jokowi memberikan perhatian yang lebih kepada Papua dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya di Indonesia. Presiden Jokowi ingin pembangunan di Papua bisa setara dengan pembangunan di daerah-daerah lain di Indonesia.

Apa yang telah Presiden Joko Widodo lakukan di Papua? Dan bagaimana Presiden Jokowi menjadikan Papua sama dengan provinsi-provinsi lain di Indonesia? Dan inilah yang dikerjakan oleh Presiden Jokowi.

Agar biaya transportasi di Papua menjadi murah, tentu bahan bakarnya juga harus murah. Jika bahan bakarnya saja sudah mahal bagaimana biaya transportasi bisa murah? Mungkin itulah yang menjadi pikiran dari Presiden Jokowi. Oleh karena itu Presiden Jokowi memerintahkan jajarannya untuk menyamakan harga bahan bakar minyak yang ada di Papua dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Jika di Jakarta warganya dapat menikmati harga premium dengan Rp.6.500,- maka warga Papua juga harus dapat menikmati premium dengan harga yang sama dengan Jakarta. Dan sekarang warga Papua sudah dapat menikmati harga BBM yang sama dengan warga Jakarta. Dan itulah sebuah terobosan dari Presiden Jokowi agar warga Papua dapat menikmati biaya transportasi yang murah.

Tentu dengan harga BBM yang murah belumlah cukup untuk menekan biaya transportasi bagi warga Papua. Jika infrastruktur yang ada belum mendukung. Dan dari satu daerah ke daerah lain masih sangat sulit untuk ditempuh. Jalan-jalan masih sangat sulit untuk diakses. Dan itu juga menjadi pikiran dari Presiden Jokowi untuk segera membangun infrastruktur di Papua agar dari satu daerah ke daerah lain dapat ditempuh dengan mudah. Tidak seperti sekarang ini yang hanya dapat dicapai menggunakan pesawat terbang.

Presiden pun mempunyai rencana untuk membuka akses seluruh daerah Papua dengan membuat jalan Trans Papua. Trans Papua mencapai 4.330 KM yang mana saat ini sedang dikerjakan. Ada pun pencapaian-pencapaian Trans Papua sudah dapat dinikmati walau pun belum secara keseluruhan.

Hingga saat ini pembangunan terus digenjot untuk menyelesaikan Jalan Trans Papua yang terdiri dari tujuh ruas tersebut. Ketujuh ruas itu di antaranya Jayapura-Wamena-Mulia, Jayapura-Sarmi, Jayapura-Hamadi-Holtekamp-Perbatasan Papua Nugini, Merauke-Waropko, Timika-Mapurujaya-Pomako, Nabire-Waghete-Enarotali, dan Serui-Menawi-Subeba. Sedangkan yang berlokasi di Papua Barat, di antaranya Manowari-Sorong, Manokwari-Bintuni, Fakfak-Hurimber-Bomberay, dan Sorong-Mega.

Hingga akhir 2016, jalan yang sudah tersambung mencapai 2.792,02 kilometer atau 85,7 persen dari total panjang jalan. Yang belum tersambung sepanjang 467,18 kilometer yang masih berupa hutan belantara.

Meski sudah tersambung, jalan-jalan tersebut belum seluruhnya dilapisi aspal. Dari data itu disebutkan, dari total 2.792,02 kilometer, baru 1.568,34 kilometer yang sudah dilapisi aspal, sementara 1.194 kilometer masih agregat dan 29,19 kilometer masih berupa jalur tanah.

Jokowi dan rombongan saat menjajal Jalan Trans Papua ruas Wamena-Habema pada 10 Mei 2017

“Seluruh ruas Trans Papua ditargetkan tembus tahun depan. Dalam dua tahun terakhir, anggaran pembangunan jalan yang dialokasikan untuk Provinsi Papua Barat sekitar Rp1 triliun dan Papua Rp1,6 triliun. Sedangkan pada pada tahun 2017, anggaran untuk Papua Barat sebesar Rp1 triliun dan Papua Rp2,4 triliun,” ujar Direktur Pembangunan Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Achmad Ghani Ghazaly.

Apa yang diharapkan dari Trans Papua ini dari sektor ekonomi? Dengan adanya Trans Papua ini, diharapkan biaya logistik menjadi lebih murah dan dari sektor properti akan terus meningkat. Terbukanya wilayah Pegunungan Tengah menuju selatan Papua diharapkan dapat memperlancar distribusi logistik serta menekan tingginya harga kebutuhan pokok di Pegunungan Tengah. Selama ini, kebutuhan pokok didatangkan dari Jayapura melalui udara.

Selain berpengaruh terhadap sektor logistik, pembangunan Trans Papua juga diyakini mampu membangkitkan pertumbuhan sektor properti yang belum signifikan.

“Dibandingkan dengan provinsi lainnya, pasar properti Papua belum substansial. Ini bisa dilihat dari masih banyaknya ruang dan laju konstruksi bangunan yang berbanding lurus dengan infrastruktur,” terang Ketua DPD REI Papua, Maria Nelly Suryani.

Sebuah harapan yang sangat besar dari warga Papua dengan adanya Trans Papua ini adalah dapat membuka isolasi daerah-daerah yang sangat sulit untuk dicapai sebelumnya, dan warga-warga yang terisolasi sekarang dapat menikmati harga pangan dengan murah karena jalur transportasi sudah dapat menembus daerah mereka. Dengan adanya Trans Papua ini juga diharapkan akses terhadap segi kesehatan juga dapat dilakukan dengan lancar, dan angka kematian karena sulitnya akses kesehatan dapat ditekan sedemikian rupa.

Dan sekarang Papua sudah bukan daerah tertinggal lagi, mereka telah membangun sama dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Dan kedepannya Papua akan menjadi sebuah provinsi yang sangat diperhitungkan dalam meningkatkan GDP Indonesia.[http://www.batasnegeri.com]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s