Zona Panggung

Hofni Kerebea, Penerbang Kelahiran Kampung Kenyam, Papua

Hofni Kerebea-penarbang

ZONADAMAI.COM – Genggaman tangan Hofni Kerebea, 21 tahun, siswa Secaba Bintara Kodam XVII/Cenderawasih tak pernah lepas dari tangan sang mama. Seakan-akan rasa rindu itu tak bisa lagi dipisahkan, antara anak dan sang mama.

Perasaan bangga dan gembira juga tak lepas dari raut wajah sang ayah, yang siang itu sengaja datang dari kampung, hanya untuk melihat upacara penutupan pendidikan siswa Secaba 2017.

Hofni tak pernah menyangka, akan menginjakkan kakinya di Rindam XVII/Cenderawasih, tempat dirinya digembleng menjadi prajurit TNI.

“Saya lulusan SMK Penerbang di Timika, kakak. Saya tak pernah menyangka akan menjadi prajurit TNI. Terlebih sudah melewati pendidikan di tempat ini,” katanya usai kegiatan upacara di Lapangan Rindam XVII/Cenderawasih,  media Februari lalu.

Tak sia-sia, kedua orang Hofni terbang dari Kenyam ke Jayapura selama 1 jam lamanya dan mendapatkan hadiah terbaik dari sang anak. Hofni pun dinobatkan menjadi siswa terbaik dalam pendidikan tahun ini.

Hofni kecil bercita-cita menjadi penerbang. Jalan Tuhan terus berpihak kepadanya, walaupun dari keluarga yang pas-pasan, anak seorang petani yang kedua orang tuanya tak bisa baca tulis, Hofni yang putra asli di Kenyam, Kabupaten Nduga dapat menempuh pendidikan hingga SMA.

“Perjumpaan saya dengan Pak Panglima juga tak disengaja. Saat itu, Pak Panglima sedang berkunjung ke Kenyam dan bertemu saya di salah satu jalan di daerah itu. Saya ingat betul, saat itu Pak Panglima langsung menawarkan saya menjadi anggota TNI AD. Langsung saja tanpa berpikir panjang, saya menyetujui ajakan beliau,” tuturnya.

Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Hinsa Siburian membenarkan pertemuan dengan Hofni remaja, yang saat itu telah lulus dari SMK Penerbang.

“Dari kejauhan saya lihat dia membawa parang. Saya langsung bertanya pada anak ini, kenapa bawa parang? Dia hanya senyum-senyum dan bilang ingin ke kebun,” ucapnya.

Mayjen TNI Hinsa Siburian pun terus bertanya kepada Hofni, apakah dia bersekolah dan jawaban Hofni membuat kaget Sang Jenderal asal Sumatera Utara ini.

“Saya lulusan SMK Penerbang di Timika. Saya kaget. Luar biasa, ada anak di pedalaman Papua yang sekolah di Timika. Langsung saja saya tawarkan untuk masuk TNI AD dan dia menyanggupi. Sekarang Hofni lulusan terbaik dan saya berharap dia bisa menjadi penerbang dari TNI AD,” kata Mayjen TNI Hinsa Siburian.

Hofni bersama 188 siswa lainnya hari ini lulus dari pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) TNI AD Tahap I TA 2016. Ke-100 orang lebih ini berpangkat Bintara Sersan Dua.

Usai kelulusan ini, lima bulan lamanya, para Bintara akan mengikuti pendidikan kecabangan, sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

“Kami terus mencari putra-putra asli Papua hingga ke pedalaman Papua. Terkadang, para calon siswa yang berasal dari pedalaman ini tak mengetahui adanya penerimaan siswa baru. Kami berharap mereka dapat menceritakan kembali kepada anak-anak muda di kampung, untuk termotivasi menjadi anggota TNI AD,” jelasnya.

Penempatan putra asli Papua dalam penerimaan calon siswa di Kodam Cenderawasih terus terjadi peningkatan, dari sebelumnya 70:30 menjadi 80:20, yakni 80% untuk putra asli Papua dan 20% untuk non Papua.

“Kami terus memprioritaskan putra asli Papua untuk bergabung bersama kami,” ujarnya. [ http://www.gatra.com]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s