Zona Editorial

Sulitnya Hidup di Pantai Barat dan Selatan Aceh

ZONADAMAI.COM – Cerita tentang kesenjangan sosial di Aceh adalah cerita lama. Namun urusan yang satu ini, tak ada satupun pemerintahan yang mampu membenahinya. Ini seperti penyakit panu yang tak pernah diobati. Semakin lama semakin melebar ke seluruh badan, tapi tak ketahuan karena tertutup pakaian.

Unjuk rasa pemuda dari delapan kabupaten kota di pantai barat dan selatan Aceh di Simpang Tugu Rimo, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil, kemarin, adalah saat penyakit ini terlihat. Pemuda yang menamakan diri Forum Komunitas Muda Barat Selatan Aceh (FMKBSA) menilai Pemerintah Aceh menganaktirikan pembangunan di wilayah itu. Hasilnya, daerah-daerah di kawasan itu relatif tertinggal dibanding wilayah Aceh lainnya.

Sebenarnya, tak ada yang istimewa dari tuntutan para pemuda itu. Mereka hanya minta Pemerintah Aceh membangun pustaka serta rumah sakit regional. Melebarkan ruas jalan di sepanjang pantai barat hingga selatan, mengawasi alat tangkap ikan dan terumbu karang, serta menertibkan HGU dan pelaksanaan plasma.

Mereka juga menuntut pemerintah Aceh menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan perkebunan yang tidak melaksanakan plasma, menuntut peningkatan pembangunan wisata, memanfaatkan sumber daya manusia dalam Pemerintah Aceh dan penertiban tambang illegal, termasuk penangkapan ikan secara ilegal serta pembalakan liar.

Media ini juga menyarankan agar tuntutan ini juga disuarakan kepada pemerintah di masing-masing daerah mereka. Ada banyak jalur yang sebenarnya dapat didorong untuk meningkatkan pemerataan pembangunan, salah satunya adalah melalui peran aktif kepala daerah di masing-masing daerah tersebut. Kepala daerah, bupati dan wali kota, tak boleh mengecilkan peran mereka.

Ada baiknya jika para kepala daerah ini berkumpul dan membentuk forum untuk mendorong pembangunan di kawasan barat selatan. Dan para pemuda dan mahasiswa dari barat selatan bersatu untuk mendorong keberpihakan Pemerintah Aceh kepada daerah-daerah mereka. Terutama para pemuda dan mahasiswa yang berada di dekat pusat kekuasaan; Banda Aceh. Ini adalah cara efektif untuk menghilangkan “panu” yang terus menyebar. Bukan sekadar menggaruk, dan digaruk lagi saat gatal. [ajnn.com]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s