Zona Politik

Partai Aceh Tidak Bisa Dijadikan Tumpuan, Mereka Sibuk Dengan Dirinya Sendiri

ZONADAMAI.COM – Lelaki yang mirip salah seorang aktor di sinema Hindustan itu, duduk di sudut halaman. Sesekali ia merapatkan jaket merah berbahan plastik. Sembari membetulkan risleting jaket yang tidak rusak, ia berkata bahwa untuk pileg 2019, dirinya akan memilih parnas.

“Parlok, khususnya Partai Aceh tidak bisa dijadikan tumpuan. Mereka sibuk dengan dirinya sendiri. Sibuk mengurus jamaah KPA yang tidak kunjung sejahtera karena terlalu rakus,” ujar lelaki yang bermukim di Peusangan Siblah Krueng, Senin malam (17/4/2017).

Lelaki yang minta namanya tidak disebutkan itu punya argumen yang kuat. Nyaris 10 tahun sudah parlemen di Aceh dikuasai oleh PA, jangankan melihat kemajuan, menjumpai mereka pun sulitnya minta ampun. Demikian juga dengan pilkada, orang-orang PA terlalu elit untuk disebut pejuang. Karena setelah berkuasa, perilakunya mengkloning akai “Jawa” yang sebelumnya sangat dibenci.

“Makanya di Pilkada 2017, kami tidak lagi melihat partai. Kami coblos Saifannur. Pertama karena ia orang sekampung dan putra Peusangan Siblah Krueng, juga ia lebih nyata hadir. Kami tak kenyang bila menghidu angin ideologi. Pileg 2019 seperti itu juga, tak penting lokal atau bukan. Karena yang sangat urgen adalah entang kepastian,” ujarnya.

Pilkada 2017 memberikan nuansa baru. Tiga kabupaten yang sebelumnya menjadi basis PA, yaitu Bireuen, Pidie dan Aceh Besar, memberikan kejutan lain. Di tiga kabupaten ini, Bireuen dan Aceh Besar dimenangkan oleh partai nasional, dan di Pidie dimenangi oleh calon independen.

Bila merujuk hasil pilkada 2012, pada 2017, PA kehilangan tiga daerah –yang memiliki peran vital– untuk basis suara PA dalam merengkuh kursi Gubernur. Pada pilkada 2017, di Bireuen PA harus puas berada di posisi empat dengan jumlah suara 30.192 suara. Terpaut jauh dari pemenang yaitu Saifannur-Muzakkar yang mengoleksi 75.293 suara.

Di Pidie, Sarjani-M. Iriawan yang diusung oleh PA harus mengakui keunggulan Roni Ahmad-Fadhullah yang berhasil mengumpulkan suara 96.184 suara. Di Aceh Besar, Mawardi Ali-H. Husaini A. Wahab berhasil memunggungi Saifuddin Yahya-Juanda Djamal yang diusung oleh PA.

Dosen di Fakultas Hukum dan FISIP Universitas Syiah Kuala Saifuddin Bantasyam, Rabu (19/4/2017) menyebutkan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan PA kalah di tiga kabupaten itu.

“Di Bireuen perpecahan di internal cukup parah. Sedangkan di Aceh Besar, ada analisa yang keliru terhadap kekuatan Mawardi Ali-Teungku H. Husaini A. Wahab. Begitu PA menyadarinya, semua sudah terlambat. Di Pidie juga demikian. Ada kekecewaan terhadap Sarjani, over confident dan tentu Abusyik effect tidak bisa dinafikan,” terang Saifuddin.

Pengamat politik dan keamanan Aceh Aryos Nivada, dalam kesempatan terpisah mengatakan bahwa tumbangnya PA di tiga kabupaten yang sebelumnya menjadi basis PA, karena banyak hal.

“Di Bireuen PA pecah karena banyak kandidat yang maju. Semua kandidat mampu mendulang simpati dari pemilih yang sebelumnya memilih PA. Juga karena mesin PA juga digerus oleh semua kandidat,” ujar Aryos.

Di Aceh Besar selain persoalan perpecahan, juga skibat dari kesalahan saat menentukan wakil. Menurut Aryos Juanda Djamal yang dipasangkan dengan Saifuddin, tidak memiliki nilai tawar. Ia tidak punya basis, finansial lemah serta branding yang sangat lemah.

Di Pidie, semua perihal keunggulan Abusyik telah meredupkan Sarjani.

Secara terpisah, Saifuddin Bantasyam dan Aryos Nivada berpendapat bahwa Faktor perpecahan di internal, janji politik yang diabaikan, kualitas calon yang diajukan serta pengabaian terhadap konstituen, adalah beberapa faktor utama dari ragam alasan mengapa PA kehilangan taji kali ini. [acehtrend.co]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s