Zona Politik

Bila Masih Tidak Solid dan Demokratis, Partai Aceh akan Rontok

Saifuddin Bantasyam – Aryos Nivada

ZONADAMAI.COM – Kekalahan Partai Aceh (PA) di tiga kabupaten sentral dan juga gagal di tingkat propinsi, tentu memiliki hubungan erat dengan sukses atau tidaknya partai yang dibesut Muzakkir Manaf pada pemilihan legislatif 2019. Dalam analisa pengamat politik dan keamanan Aceh, Aryos Nivada, pilkada 2017 dan pileg 2019 memiliki keterkaitan erat. Ini menyangkut kekuatan partai dan personal caleg yang diusung. Apalagi tren menunjukkan bila kursi PA di DPRA cenderung menurun. Pileg 2009 PA menduduki 33 kursi dari 64 kursi di DPR Aceh. Pada pileg 2014, PA meraih 29 dari 81 kursi DPRA.

“Bila masih tidak solid, tidak demokratis, dan masih berpolitik dengan pola sebelumnya, PA akan rontok. Ditambah lagi dengan pragmatisnya rakyat Aceh. Mereka tentu akan main aman. Mencoblos yang membayar. Lebih pasti dan segera nyata,” kata Aryos.

Ada tiga point penting yang disampaikan oleh Dosen di Fakultas Hukum dan FISIP Universitas Syiah Kuala, Saifuddin Bantasyam sebagai instrumen yang segera harus menjadi pertimbangan PA. Pertama perihal konsolidasi internal yang harus sesegera mungkin dilakukan. “Bagi PA, konsolidasi bukan hal yang mudah. Perpecahan sudah parah. Mereka harus punya niat tulus untuk membangun PA. Artinya, konsolidasi bukan sekedar bagi-bagi posisi, tapi memberikan kesempatan bagi orang yang tepat di posisi yang tepat. Namun, sejauh ini saya belum melihat upaya itu. Padahal waktu tidak lama lagi,” katanya.

Kedua, tambah akademisi yang telah malang melintang di era konflik Aceh ini, PA harus berhasil meyakinkan publik bahwa mereka di pileg 2019 masih memiliki sumber daya yang mumpuni. “Tapi meyakinkan rakyat tentu tidak mudah. Bagi yang kritis tentu akan bertanya, bila memang sumber daya tersedia, kenapa di pilkada tidak digunakan? Selama lima tahun ini legislatif PA tidak berhasil menjadi produk calon pemimpin. Buktinya, semua yang maju di tiga kabupaten tadi, tak satupun dari anggota legislatif,” katanya.

Ketiga, partai nasional juga telah menemukan formula untuk mengalahkan PA. Ini tentu peluang besar bagi mereka untuk come back merebut kursi legislatif.

“Parnas tentu akan memainkan isu kekalahan PA sebagai bahan kampanye. Apalagi, sejauh ini parnas sudah sangat progresif bergerak. Sedangkan PA masih stand by. Parnas sudah melakukan penjaringan bakal calon legislatif 2019, PA? Belum terlihat. Kalau masih bertahan dengan perilaku lampau, tentu tidak ada peluang,” imbuhnya.

Kautsar, S.H.I Ketua Fraksi PA di DPR Aceh yang juga Sekretaris PA Bireuen, mengatakan bahwa Partai lokal yang dibesut oleh eks GAM itu memang harus berbenah. Banyak kekurangan yang harus diperbaiki. “PA butuh banyak masukan,” terang Kautsar. [acehtrend.co]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s