Zona Berita

Berkas Kasus Rp 650 M Eks Kombatan GAM Telah Dilimpahkan ke Kejati

berkas-laporan-dugaan-korupsi-dari-koordinator-gerakan-anti-korupsi-gerak-aceh-askhalani_20170125_092456ZONADAMAI.COM – Gerakan Antikorupsi (GeRAK) Aceh tampak serius mengawal kasus dugaan penyelewengan dana Rp 650 miliar yang digelontorkan Pemerintah Aceh untuk eks kombatan GAM pada tahun 2013. Rabu (24/1) kemarin, GeRAK melaporkan secara resmi kasus itu ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh. Mereka meminta Kejati segera menelusuri aliran dana tersebut.

Laporan itu diserahkan oleh Koordinator GeRAK, Askhalani didampingi Kepala Divisi (Kadiv) Advokasi Kopurasi GeRAK, Hayatuddin Tanjung kepada Kajati Aceh, Raja Nafrizal SH MH di Kantor Kejati Aceh, Jalan Mr Dr Muhammad Hasan, Banda Aceh.

Amatan Serambi, GeRAK menyerahkan laporan setebal 400-an halaman. Laporan tersebut merupakan hasil monitoring dan evaluasi GeRAK terkait dana Rp 650 miliar tersebut.

“Semoga kasus ini bisa jadi prioritas dan setelah ditelaah ada hasil yang cukup menggembirakan. Kenapa kasus ini kami lapor langsung ke Pak Kajati, karena ini sudah jadi rahasia umum, apalagi pernah diungkap dalam debat calon gubernur Aceh. Jadi, ini sudah menjadi isu yang cukup menarik,” kata Askhalani sesaat sebelum menyerahkan laporan tersebut.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, isu dana Rp 650 miliar yang disebut-sebut pernah digelontarkan kepada eks kombatan GAM pada 2013 itu menggelinding setelah debat calon gubernur/wakil gubernur tahap II, Rabu (11/1).

Keberadaan dana tersebut disoal oleh cagub nomor urut 2, Zakaria Saman (Apa Karya) kepada cagub nomor 4, dr Zaini Abdullah dalam sesi tanya jawab.

Dalam pertemuan kemarin, Askhalani menyebutkan mengapa pihaknya melaporkan kasus tersebut kepada Kejati Aceh. Pertama karena dana Rp 650 miliar tersebut merupakan dana yang cukup besar dan menyangkut hajat hidup orang banyak, yakni eks kombatan GAM. “Apakah benar dana itu dinikmati oleh para eks kombatan GAM atau tidak, ini yang harus ditelaah (oleh Kejati Aceh) dan segera disimpulkan, benar diterima atau tidak,” sebutnya.

Selanjutnya, sebut Askhalani, karena kasus tersebut sudah alat bukti yakni hasil monitoring GeRAK yang kemudian bisa dijadikan sebagai pintuk masuk bagi Kejati Aceh untuk menelusuri dugaan penyelewengan dana tersebut. “Dalam hal ini kita sepakat bahwa Kejati Aceh sebagai salah satu unsur yang menurut kami sangat tepat untuk melakukan upaya kajian, kemudian menelaah laporan ini,” sebutnya.

Dalam paparannya kemarin, Askhalani menyebutkan, dana Rp 650 Miliar tersebut tidak digelontorkan langsung berupa uang kepada eks kombatan GAM, tapi dikelola Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) dengan sejumlah rancangan program.

Menurut GeRAK, ada sebelas SKPA yang membuat sejumlah program untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat eks kombatan GAM pada tahun 2013.

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh, satu dari sebelas SKPA yang kemarin disebutkan oleh Askhalani. Dinas tersebut pada tahun 2013 mengadakan tiga program–dari dana itu–yakni pengadaan kapal nelayan yang anggarannya mencapai 97.249.720.000, pengadaan mesin pengelola tepung ikan dengan anggaran 1.600.000.000, dan budidaya ikan air tawar dengan dana 2.998.560.000.

Hasil insvestigasi untuk boat 40 grosston, tidak ada satu pun boat yang bisa dipakai oleh mantan kombatan GAM, karena pengadaannya yang dilakukan sejak dari awal sudah korup, pengadaan barang dan jasa tidak baik, dan kualitasnya sangat buruk,” ujar Askhalani.

Hasil investigasi GeRAK, sebut Askhalani, potensi dugaan korupsi memang lebih banyak dimainkan oleh SKPA, menurutnya, SKPA dalam program dana Rp. 650 Miliar itu berkolaborasi dengan beberapa orang yang menjadi pemain di luar dan mendapatkan manfaat cukup besar dari program dana tersebut.

Sedangkan eks kombatan GAM, menurut GeRAK, tidak semuanya menikmati dana yang sebenarnya diplotkan untuk mereka itu.

“Sebelas SKPA ini aktor utama yang harus bertanggung jawab terhadap uang Rp. 650 Miliar itu. Dugaan korupsi lebih banyak dimainkan mereka. Cukup banyak eks GAM yang ekonominya karut-marut. Jangan diasumsikan bahwa Rp 650 miliar itu sudah mengalir ke eks GAM, hasil verifikasi kita di beberapa wilayah, tidak ditemukan satu pun yang mengetahui proses Rp 650 miliar ini,” tukas Askhalani.[aceh-tribunnews.com]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s