Zona Berita

Direktur LEMKASPA: Pilkada Aceh 2017 Mendatang Rawan Terjadi Tindakan Kekerasan dan Intimidasi Terhadap Masyarakat

samsul-bahriZONADAMAI.COM, BANDA ACEH – Menjelang Pemilihan Umum yang akan berlangsung pada bulan Februari 2017 secara serentak di 23 Kabupaten/Kota Provinsi Aceh, kondisi keamanan di Provinsi paling Barat Indonesia saat masih tergolong kondusif meskipun aksi intimidasi sempat beberapa kali terjadi dikalangan masyarakat namun semua itu dapat diredam dapat diatasi oleh pihak aparat Kepolisian Aceh.

Direktur Lembaga Kajian Strategis dan Pembangunan Aceh (LEMKASPA), Samsul Bahri S.Pi mengtakan “Kesiapan pihak keamanan dalam menangani berbagai gangguan keamanan dalam hal pengamanan Pilkada serentak yang akan berlangsung pada Februari 2017 mendatang, Polisi sudah seharusnya melakukan langkah-langkah progresif dan cepat untuk mendeteksi sedini mungkin ancaman keamanan dari pihak yang tidak bertanggung jawab, yang bisa memperkeruh suasana saat pemilihan nanti”, Selasa (13/12)

Menurut Direktur LEMKASPA ini bahwa, “aksi intimidasi kerap terjadi disaat menjelang hari-H pemungutan suara berlangsung, bahkan belakangan ini benih-benih untuk memperkeruh suasana jelang pilkada 2017 sudah mulai ditunjukkan, terakhir kasus penembakan di Aceh Timur”.

Meski kasus penembakan ini untuk dugaan sementara tidak terkait dengan politik, namun polisi harus selalu siaga dalam menjamin keamanan Aceh. Bahkan setiap kasus kriminanl dan intimidasi harus bisa diungkapkan ke publik dan pelaku harus ditangkap. Guna mengantisipasi segala kemungkinan ancaman keamanan yang akan berdampak pada kenyamanan masyakarat secara menyeluruh, pihak keamanan juga harus peka dengan isu-isu terkait ancaman terhadap simpatisan maupun para kandidat sehingga rasa kenyamanan dikalangan masyarakat dapat terjaga” ujarnya.

Dalam hal penanganan aksi kekerasan jelang pilkada khususnya jelang hari-H, pihak keamanan harus dapat memantau secara komprehensif segala sesuatu yang dapat mencedarai pesta demokrasi di Aceh pada 2017, ini sangat perlu diwaspadai oleh pihak keamanan yang bertugas dilapangan,” ungkapnya.

Samsul Bahri juga menambahkan bahwa “Pilkada 2017 mendatang juga rawan terjadi tindakan kekerasan maupun aksi intimidasi terhadap masyarakat, hal ini mengingat pasangan yang maju dalam kontes Pilkada 2017 ada beberapa sosok dari kalangan GAM dengan persentase masing-masing kekuatan besar yang bersaing dalam pemilu untuk menuju orang No 1 di Aceh”.

Maka hal ini diperlukan upaya-upaya serius oleh pihak keamanan TNI-Polri untuk mengatasi segala kemungkinan bentuk kekerasan maupun aksi intimidasi terhadap masyarakat, simpatisan, timses maupun kandidat,” tuturnya.

Ia mengharapkan pemilihan Kepala Daerah Provinsi Aceh 2017 dapat menjadi contoh teladan bagi daerah lain dalam berdemokrasi. Apalagi Provinsi Aceh selama ini dikenal sebagai daerah Serambi Mekkah yang masyarakatnya menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan cintai damai.

Mudah-mudahan Pilkada Aceh 2017 merupakan titik awal kemajuan Aceh dalam berdemokrasi dan menjadi momentum untuk keberlanjutan perdamaian Aceh kedepan,” pungkas Direktur Lemkaspa.[klikkabar.com]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s