Zona Berita

Sentra Gakkumdu Bener Meriah Dibentuk Dalam Menghadapi Pilkada Aceh 2017

sentraZONADAMAI.COM –  Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Bener Meriah bersama Kepolisian Resort Bener Meriah, dan Kejaksaan Negeri Bener Meriah melaksanakan rapat pembentukan tentang Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu), pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2017.

Rapat dan pembentukan yang dilaksanakan di Kantor Panwaslih, Kp Serule Kayu, Kec. Bukit, Bener Meriah, Senin (17/10) ini diharapkan dapat mencapai kesamaan pemahaman dan pola penanganan tindak pidana pemilihan antara Panwaslih, dengan pihak Kepolisian dan Kejaksaan untuk mewujudkan Sentra Penegakan Hukum yang terpadu.

Seperti diketahui, Sentra Gakkumdu menjadi wadah bagi tiga Institusi, yakni Pengawas Pemilu, Kepolisian, dan Kejaksaan untuk bersama-sama menangani dugaan pelanggaran tindak pidana Pilkada.

Sentra Gakkumdu memegang salah satu peranan penting dalam penyelenggaraan pilkada Tahun 2017. Langkah-langkah untuk menyamakan pemahaman dan pola penanganan tindak pidana pemilihan terus menerus, ditingkatkan guna mencapai keberhasilan penindakkan pelanggaran dugaan tindak pidana pada pemilihan Kepala Daerah.

Berbeda dengan Sentra Gakkumdu sebelumnya, pada Sentra Gakkumdu untuk Pilkada 2017 hanya melalui satu atap. Panwaslih dalam hal ini dipercaya dan bertindak sebagai leading sector dalam Sentra Gakkumdu pada Pilkada 2017 nanti.

Ketua Panwaslih Kab Bener Meriah Khairul Akhyar, pada kesempatan ini menegaskan bahwa pembentukan Sentra Gakkumdu ini diharapkan berjalan efektif yang nantinya ketika sama-sama menjalankan tugas di lapangan dalam menindak pelanggaran Pilkada.

Dalam pelaksanaan Pilkada, Panwaslih tetap akan mengedepankan pencegahan. Dengan mengedepankan pencegahan tentu kita dapat berharap tidak terjadi pelanggaran tindak pidana Pilkada nantinya,” ujarnya

Ketua Panwaslih ini juga mengatakan “bahwa draft peraturan bersama yang telah disinkronisasikan antara ketiga Institusi (Bawaslu, Polri, Kejagung-Red), dijadikan pedoman serta acuan dalam menjalankan tugas masing-masing institusi, dalam penegakan tindak pidana Pilkada“.

Rapat ini menghadirkan pihak dari Panwaslih, Kepolisian dan Kejaksaan, Kasatreskrim, Kasat Intel, Kasipidum Kejari, Panwaslih Kecamatan serta komisioner KIP Bener Meriah.

Sementara itu anggota Panwaslih, Hasanah yang membidangi penanganan pelanggaran mengatakan, pembentukan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu) merupakan amanat Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada.

Hasanah mengatakan “UU tersebut memiliki keinginan menyudahi politik uang, semata-mata dalam rangka menjalankan amanat UU. Perlu diingat amanat undang-undang punya spirit ingin menyudahi praktik politik uang. Semangat itu yang ada”.

Sentra Gakkumdu terdiri dari tiga institusi, tutur Hasanah. Selain Panwaslih, ada Kejaksaan dan Kepolisian. Polisi dapat melakukan penyelidikan dan penyidikan sekaligus. Setelah itu, perkara pemilu akan diteruskan oleh Kejaksaan.

Adanya Sentra Gakkumdu akan semakin menguatkan komitmen pemberantasan praktik politik uang karena telah dilandasi peraturan bersama.[lintasnasional.com]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s