Zona Politik

Politik Dua Kaki PKB di Pilgub Aceh 2017

 di Gedung Taman Budaya, Banda Aceh, Kamis (25/8/2016).

Deklarasi pasangan Irwandi-Nova di Gedung Taman Budaya, Banda Aceh,  (25/8/2016).

 

ZONADAMAI.COM – Selintas kedengarannya hampir sama antara ‘politik dua kaki’ dan ‘politik berkaki dua’. Tapi kalau dipelototi secara semantik, kedua frasa itu beda. ‘Politik dua kaki’ adalah kiasan, sindiran. Frasa itu konotatif. Sedangkan frasa ‘politik berkaki dua’ lebih bersifat denotatif, apa adanya sesuai makna.

Secara denotatif, politik memang bisa berkaki dua, berkaki empat, berkaki enam atau bahkan berkaki seribu. Politik dua kaki beda. Politik dua kaki adalah kiasan untuk menggambarkan fenomena yang terjadi dalam problematika kehidupan politik masyarakat yang sangat dipengaruhi oleh kepentingan-kepentingan pragmatisme sempit politik kekuasaan.

Koalisi yang merupakan cerminan kepentingan bersama partai politik. Koalisi dalam politik dua kaki terbangun sangat rapuh dan longgar. Koalisi jenis ini tidak akan pernah bersifat permanen. Dalam kondisi koalisi yang demikian, dukungan anggota koalisi setiap saat bisa terbelah tanpa membubarkan ikatan koalisi.

PKB dan Golkar Aceh

Lalu bagaimana dengan politik dua kaki di Aceh. Adakah partai-partai pengusung kandidat dalam Pilkada Aceh 2017 menerapkan politik dua kaki? Sepertinya jelas terlihat, beberapa partai sedang memerankan skenario ini, dimana secara partai mendukung salah satu kandidat tapi beberapa kader dan pengurus ada yang secara tegas berlawanan mendukung kandidat lain dan ada juga kader yang secara diam-diam dan senyap menjadi pendukung setia kandidat yang berbeda dengan yang didukung partainya.

Sebut saja Ketua DPW PKB Aceh yang secara terbuka ‘tanda kutip’ menentang keputusan DPP PKB Muhaimin Iskandar, untuk mendukung Muzakir Manaf. Padahal Sekjen DPW PKB Aceh hadir pada konferensi pers dan deklarasi Pasangan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah. Demikian juga petinggi DPP PKB Lukman Edy hadir untuk memberikan orasi politik pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah di Gedung Tertutup Taman Budaya di Banda Aceh, Kamis (25/8/2016). Demikian juga di tubuh DPD Golkar Aceh, dimana Muntasir Hamid secara tegas bersikukuh dan siap dipecat demi komitmennya mendukung Mualem (Muzakir Manaf).

Dukungan Otentik adalah DPP

Namun perlu diingat, keputusan partai adalah final apabila kandidat yang bersangkutan mendapat dukungan resmi dengan secarik kertas ber’kop’ partai serta tanda tangan ketua umum dan sekjend distempel sesuai ketentuan partai. Tergantung kepintaran “Sang Kancil Politik” untuk mendapatkan dukungan partai secara otentik.

Jadi, sepertinya politik dua kaki adalah bagian dari strategi, tak ada yang aneh. Yang harus menjadi fokus perhatian adalah sejauh mana hak-hak politik rakyat terakomodasi secara adil. Sebab sesungguhnya politik haruslah bermuara pada terlaksananya dengan baik tata kelola pemerintahan. Tata kelola pemerintahan yang baik yang dilandasi dengan kejujuran akan menjamin kebutuhan dasar rakyat tepenuhi secara adil dan bijaksana. Mau politik dua kaki, empat kaki, seribu kaki, silahkan. Gitu aja koq repot. [lintasatjeh.com]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s