Zona Berita

Aryos: Publik Berhak Tahu Kesehatan Calon Pemimpin

kip-abdya_20160929_124302ZONADAMAI.COM – Polemik hasil kesehatan para bakal calon kepala daerah masih saja dibicarakan banyak kalangan, meski tahapan pemeriksaan kesehatan sudah lewat dan ada yang telah dinyatakan gugur karena divonis tidak sehat. Pengamat Politik dan Keamanan Aceh, Aryos Nivada menyatakan, seharusnya publik berhak tahu soal kesehatan calon pemimpinnya.

Artinya menurut Aryos, masyarakat berhak tahu hasil tes kesehatan sebenarnya para bakal calon kepala daerah yang akan maju pada Pilkada 2017. “Hal itu dimaksudkan untuk menjunjung tinggi transparasi dan keterbukaan informasi publik, sebagaimana disebut dalam pasal 18 ayat (2) tentang UU Keterbukaan Informasi Publik,” tutur Ayos kepada Serambi Sabtu (8/10).

Pasal 18 ayat (2) UU Keterbukaan Informasi Publik Pasal 17 huruf h (2) disebutkan bahwa riwayat, kondisi perawatan, pengobatan kesehatan fisik, dan psikis seseorang merupakan informasi yang dikecualikan atau rahasia. Namun, pada pasal 18 ayat 2 huruf b disebutkan, bahwa Informasi yang disebutkan pada pasal 17 huruf h itu bukan merupakan informasi yang dikecualikan jika berkaitan dengan posisi seseorang dalam jabatan publik.

Publik berhak mengetahui hasil tes kesehatan calon pemimpinnya. Selain dalam rangka menegakkan transparansi dan prinsip keterbukaan publik, juga agar publik tidak terjebak memilih pemimpin yang belum diketahui rekam jejak kelayakannya untuk memimpin dilihat dari segi kesehatan,” sebut Aryos Nivada.

Peneliti Jaringan Survei Inisiatif (JSI) ini juga mengatakan, masyarakat atau siapapun, bisa mengajukan permohonan pembukaan tes kesehatan para bakal calon kepala daerah ke Komisi Informasi Aceh (KIA). Aryos menilai, seharusnya tim pemeriksa kesehatan tidak berhak memvonis pasangan balon lulus atau tidak lulus, tim pemeriksa hanya mengeluarkan rekomendasi ke Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh layak atau tidaknya calon mengikut tahapan selanjutnya.

Hal demikian senada dengan pernyataan ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Riau, dr Nuzelly Husnedi pada tahapan pilkada 2015 yang menyebutkan hasil tes kesehatan terhadap pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah, bukan dalam bentuk lulus atau tidak lulus tes,” jelas Aryos.

Aryos melanjutkan, bisa saja seorang calon tidak akan mengikuti tahapan pencalonan selanjutnya jika dari hasil pemeriksaan, tim pemeriksa menemukan sesuatu yang dianggap tidak memenuhi aspek kesehatan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan. Namun Menurut peraturan KPU, dokter atau tim pemeriksa hanya mengatakan mampu tidak mampu tentang kesehatan jasmani dan rohani, atau positif negatif narkotika. “Kita tidak mencari sehat atau tidaknya, karena siapa tahu ada penyakit, tapi masih mampu disembuhkan,” pungkas Aryos.

Sementara itu, bakal calon bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Ir M Fakhruddin yang sebelumnya, Jumat (7/10) telah mengikuti cek kesehatan, kembali dipanggil tim dokter Rumah Sakit Zainoel Abidin (RSUZA), Sabtu (8/10). Informasi yang dihimpun Serambi, pemanggilan ulang Fakhruddin, lantaran dirinya melewati beberapa tahapan tes kesehatan yang dilakukan sehari sebelumnya.

Amatan Serambi, pada hari pertama cek kesehatan, Fakhruddin menjalani proses cek kesehatan di atas kursi roda dan ditemani oleh tim pendampingnya. Fakhruddin harus mengikuti cek kesehatan pada kesempatan kedua ini, lantaran ia sakit saat cek kesehatan semua bakal calon kepala daerah beberapa waktu lalu.

Komisioner KIP Aceh, Fauziah Intan menjawab Serambi kemarin membenarkan, bahwa Fakhruddin dipanggil kembali oleh tim dokter. Namun Fauziah mengaku tidak mengetahui detil apa penyebab hingga bakal calon bupati yang diusung Hanura, Golkar, dan PBB itu dipanggil kembali ke RSUZA.

Saya pun nggak ngerti, tadi (kemarin-red) pokoknya tim dokter menghubungi Pak Fakhruddin, tapi Pak Fakhruddin HP-nya nggak aktif, sms juga nggak dibalas. Kemudian, tim dokternya hubungi saya, diminta Pak Fakhruddin untuk ke rumah sakit, entah ada hal yang terlewatkan saya pun nggak ngerti,” ujar Fauziah.

Fauziah pun kemudian menghubungi pihak KIP Abdya dan memberi tahu hal itu, dan meminta KIP Abdya untuk segera menghubungi tim penghubung Fakhruddin. Menurut keterangan Fauziah, kemarin Fakhruddin hadir kembali ke RSUZA untuk memenuhi panggilan tim dokter pemeriksaan kesehatan.

Terkait pemeriksaan kesehatan para calon pengganti, Fauziah menyebutkan kemarin sudah selesai diikuti oleh 14 calon pengganti. Uji kesehatan yang dilakukan pada Jumat (7/10) diikuti oleh semua calon pengganti hingga selesai pada malam harinya. “Tapi ada tiga calon yang harus dilanjutkan tadi (kemarin-red) karena ada tahapan tes psikologi yang belum selesai dan tadi semuanya sudah selesai mengikutinya,” sebut Fauziah yang juga menyebutkan bahwa hasil tes kesehatan itu diserahkan tim dokter tadi malam kepada KIP Aceh.

Anggota Komisioner KIP Abdya, Said Masykur yang dihubungi Serambi mengatakan, pemeriksaan terhadap M Fakhruddin, dimulai sekitar pukul 07:30 WIB dan berakhir hingga pukul 11:30 WIB. “Apa saja yang diperiksa kita tidak tahu, karena kami dihubungi oleh Komisioner KIP Aceh Ibu Fauziah, meminta membawa M Fakhruddin ke RSUZA untuk diperiksa kembali oleh dokter,” kata Said.

Kami hanya mengantar, kalau apa saja tes kesehatan yang sempat terlewati hingga dipanggil kembali, kami tidak tahu pasti,” imbuhnya.[aceh-tribunnews.com]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s