Zona Berita

Terkait Kredit Macet, TA Khalid Turut Menjaminkan Tanah dan Rumahnya

mualem-ta-khalid-pendaftaran

ZONADAMAI.COM – Beredarnya isu tentang kredit macet yang menjerat salah satu bakal calon wakil gubernur Aceh TA Khalid sempat menjadi tanda tanya di kalangan masyarakat Aceh beberapa waktu lalu.

Tak lama berselang, Dirut Bank Aceh, Busra Abdullah menjawab isu itu.

“Belum lunas dan macet,” jawabnya singkat.

Dalam jumpa pers usai pendaftaran cagub-cawagub ke KIP Aceh 22 September 2016 lalu,  TA Khalid membantah tentang isu ini.  Ia mengaku kredit tersebut tidak ada sangkut-paut dengan dirinya.

“Berbicara kredit itu, tidak ada sangkut paut dengan pribadi saya, itu ada perusahaan. Kalau memang itu merasa macet disita saja, itu bukan urusan kita,” kata Ketua DPD Partai Gerindra kredit-macetAceh ini.

Dia berdalih, isu kredit macet itu sengaja dimunculkan oleh oknum tertentu untuk menggagalkan dirinya menjadi pendamping Muzakir Manaf di Pilkada Aceh Tahun 2017 nanti.

Lepas dari ada atau tidaknya upaya oknum-oknum terttentu untuk menjegal langkah TA Khalid mendampingi Muzakir Manaf pada Pilgub Aceh 2017, soal kredit macet adalah soal utang-piutang yang mesti diselesaikan dengan penuh tanggung jawab.Mengapa? Karena kredit yang telah didapat (berapapun besarnya) adalah uang rakyat, uang rakyat Aceh. Jika kreditur tidak bisa mengembalikan, maka yang rugi adalah rakyat Aceh sendiri.

Hasil penelusuran insan media, ditemukan sejumlah fakta bahwa isu kredit macet itu memang benar adanya. Hal itu setidaknya dapat terbaca dari Direktori Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 129/Pid.B/2013/Pn.Lsm tanggal 7 April 2014. www.putusan.mahkamahagung.go.id  

Adalah sebuah perusahaan bernama PT.Ilham Teguh dimana TA Khalid sebagai Komisaris Utama. Tanggal 28 Januari 2008, perusahaan tersebut mendapat persetujuan kredit dari Bank Aceh Cabang Lhokseumawe sebesar Rp 20 milyar untuk pembangunan
perumahan Ilham Garden di Bukit Rata Lhokseumawe.

TA Khalid selaku Komisaris Utama PT. Ilham Teguh turut hadir pada pelaksanaan penandatanganan Akte Kredit tanggal 28 Januari 2008 tersebut.

Bahkan untuk keperluan kredit tersebut, TA Khalid selaku Komisaris Utama telah menjaminkan tanah dan rumah yang nilainya Rp.1.454.000.000, (Satu milyar empat ratus lima puluh empat juta rupiah).

kredit-ta-khalid2

Dokumen persidangan kredit bermasalah di Bank Aceh.

Singkat cerita, kredit yang semula diajukan Rp 40 Miliar namun baru dicairkan separohnya itu kemudian macet lantaran adanya kendala teknis di lapangan dalam proses pembangunan perumahan dimaksud.

Melihat posisi TA Khalid dalam perusahaan pemohon kredit (debitur) serta keterlibatannya dalam proses pengajuan maupun pencairan kredit tersebut, menjadi pertanyaan publik apakah benar dirinya tidak ada sangkut paut dengan kredit tersebut?

Dengan demikian, penegasan Wakil Ketua Komisi IV DPD-RI Ghazali Abas patut menjadi catatan, bahwa yang paling tahu soal ada atau tidak debitur yang mengalami kredit macet adalah pihak Bank sebagai pihak kreditur.

“Dengan jalan pikiran seperti ini suara pihak Bank lah yang harus didengar dan menjadi dasar bagi pengadilan tata niaga menerbitkan keputusan,” tegas Ghazali.[*]

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s