Zona Berita

Abu Doto Sesumbar, Tapi Tak Capai 3 Persen

abu-doto-full-captionDengan modalitas sebagai mantan petinggi GAM, calon petahan pula, dukungan yang diperoleh pasangan Zaini Abdullah-Nazaruddin bahkan tak sampai tiga persen dari jumlah penduduk. Alamak!

Tingginya modalitas politik, tak lantas sejalan dengan realita di lapangan. Terutama soal arus dukungan. Hal inilah yang dialami pasangan Zaini Abdullah-Nasaruddin. Kelebihannya sebagai bakal calon petahana-mantan elit GAM pula-ternyata tak lantas membuat rakyat langsung menjatuhkan dukungan pada pasangan ini. “Saya katakana calon pemilih saat ini sudah bias menilai secara objektif,” kata Pengamat Politik Teuku Kemal Pasya pada Modus Aceh, Jumat pecan lalu.

Dari total 201 ribu lebih syarat dukungan KTP yang diantar pasangan Zaini Abdullah-Nasaruddin pakai truk trailer ke KIP Aceh pada Minggu (08/08) lalu, sebanyak 71 ribu lembar lebih tak bias dipakai alias tidak sah.

Ketua KIP Aceh Ridwan Hadi mengatakan, hanya 138 ribu lebih dukungan yang dinyatakan sah. Jumlah ini bahkan tak sampai tiga persen dari total jumlah penduduk Aceh. Berdasarkan Rekapitulasi Daftar Agregat Kependudukan Kabupaten/Kota yang dilakukan KIP Aceh, total jumlah penduduk Tanah Rencong sebanyak 5,1 juta lebih. Artinya, jumlah minimal yang harus dipenuhi bakal calon perseorangan sebanyak 153 lembar lebih.

Sejak awal, jumlah dukungan yang diperoleh pasangan Zaini Abdullah-Nasaruddin ini telah menunjukkan inkonsistensi. Sejumlah tim pemenangan pasangan ini kerap sesumbar di media bahwa perolehan KTP-nya telah melebihi target minimal yang ditetapkan pelaksana pemilukada. Ketua Dewan Penasehat Barisan Relawan Zaini Abdullah (BARAZA) Mukhlisin pada Juni 2016 lalu mengatakan “jumlah KTP dukungan Zaini Abdullah bahkan telah mencapai 498.568 lembar.

Insyallah jumlah KTP yang masuk terus saja bertambah. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat Aceh kepada Abu Doto (Zaini Abdullah) sangat baik. Semoga ini menjadi awal yang baik. Semoga ini menjadi awal yang baik, dengan doa dan dukungan tim dan masyarakat kami yakin perjuangan ini akan menemukan akhir yang baik,” kata Mukhlisin yang juga kerabat Zaini Abdullah ini, seperti dilansir ajnn.net

Dia menambahkan, hingga kini dukungan masyarakat kepada Abu Doto terus bertambah, masyarakat dan kombatan dari sejumlah daerah telah mendeklarasikan dukungannya kepada Abu Doto. ”Deklarasi ini jelas karena mereka ingin Abu memimpin Aceh kembali dan melanjutkan pembangunan Aceh dalam berbagai sector.”

Faktanya, Pasangan Azan hanya menyerahkan dukungan sebanyak 210 ribu ke KIP Aceh. Hasilnya, seperti yang di publikasikan KIP Aceh pada Kamis pekan lalu, sebanyak 138 ribu lebih dukunganyang valid. Mereka diwajibkan untuk menambah kekurangan dukungan plus denda. Total sebanyak 28,9 ribu lebih dukungan harus diserahkan jika ingin melenggang dalam kontestasi Pilkada 2017.

Perolehan itu, membuat tim sukses pasangan Zaini Abdullah-Nasaruddin buru-buru bikin konfrensi pers. Seperti dilansir serambinews.com, Ketua Tim Perencanaan dan Strategi Pemenangan pasangan Zaini Abdullah-Nasaruddin, Akhiruddin Mahjuddin langsung mengatakan bahwa “pihaknya sudah mengantongi fotokopi KTP sebanyak 50 ribu lembar. Ini tidak berhenti, meskipun sebenarnya jumlah 50 ribu lembar ini sudah memenuhi syaratminimal yang harus kita berikan untuk tahap ke dua,” katanya.

Akhiruddin menyebutkan, jumlah dukungan fotokopi KTP terbesar pasangan AZAN berasal dari Kabupaten Pidie, sebanyak 20.126 lembar, Aceh Utara 15.321 lembar dan Aceh Selatan 12.566 lembar. “Ketiga daerah itu merupakan kantong terbesar dukungan KTP buat tim AZAN selain Aceh Timur (8.519 lembar) dan juga Bireuen (8.600 lembar), “sebutnya.

Mesti sesungguhnya, jumlah itu relative kecil disbanding dengan total jumlah penduduk di tiga Kabupaten itu. Berdasarkan Data Agregat Kependudukan Per Kabupaten Per Kabupaten/Kota, jumlah penduduk di Pidie sebanyak 435.608 jiwa, di Aceh Utara mencapai 569.426 dan Aceh Selatan sebanyak 227.732 jiwa.

Adapun merujuk pada Daftar Pemilih Potensial Pilkada 2017, Di Aceh Utara, total pemilih berjumlah 394.557 orang, dengan rincian pemilih laki-laki 195.370 orang dan pemilih perempuan199.187 orang. Di Aceh Utara terdapat 27 Kecamatan dan 852 gampong atau desa.

Di Kabupaten Pidie total pemilih 313.427 orang, dengan rincian 153.548 laki-laki dan 159.942 perempuan. Di Pidie, terdapat 23 kecamatan dan 260 gampong. Artinya, dari masing-masing Kabupaten, Zaini Abdullah-Nasaruddin bahkan tak mampu mengumpulkan 10 persen dukungan. Bahkan, di Kabupaten Pidie yang merupakan basis daerah kelahirannya, Zaini Abdullah hanya berhasil meraih dukungan awal sekitar 6,4 persen.

Sebagai Bupati Aceh Tengah, eksistensi Nasaruddin juga terlihat tak banyak membantu. Diplot untuk mencover wilayah tengah Aceh, dukungan yang berhasil diraih di sana tak begitu menggembirakan. Di Bener Meriah, pasangan ini hanya berhasil mendapat dukungan sebanyak 4.319 KTP dari jumlah penduduk sebanyak 152.815 jiwa. Di Gayo Lues bahkan hanya 822 KTP dukungan dari total penduduk sebanyak 94.328. Sementara di tempat Nasaruddin memimpin, yakni Aceh Tengah hanya 8.830 KTP dari jumlah penduduk 206.150 jiwa. Adapun jika merujuk pada Daftar Pemilih Potensial Pilkada 2017, pemilih di tiga Kabupaten ini masing-masing, Bener Meriah sebanyak 104.348 orang, Gayo Lues sebanyak 64.475 orang dan Aceh Tengah sebanyak 143.432 pemilih.

Meski telah mengantongi 50 lembar dukungan tambahan, Akhiruddin mengaku akan terus memacu perolehan KTP ini. “Jadi kami akan maksimalkan, tidak hanya 50 ribu bahkan lebih dari itu, paling kurang 100 ribu KTP,” katanya.

Sementara itu, Pengamat Politik Teuku Kemal Pasya mengatakan, sesumbar bakal calon perseorangan yang selama ini hanya untuk membangun psywar (perang urat saraf) di media. Seolah-olah mereka telah mendapat dukungan rakyat secara mayoritas. “Satu sisi ini memang biasa. Semua ruang public kerap digunakan untuk psywar. Faktanya secara riil, tak ada yang memenuhi itu. Bahkan petahana Zaini Abdullah pun tak mendapat dukungan minimal,” katanya.

Jika mengkaji secara realitas, kata Kemal, dari tiga pasangan jalur perseorangan, Zaini Abdullah –Nazaruddin relatif memiliki kans untuk bisa masuk arena kontestasi.

Namun, indicator awal syarat minimal tadi telah menunjukkan sesungguhnya potensi mereka hanya bakal menempati urutan buncit dalam perolehan suara di pilkada nanti.

Namun, kata Kemal, jika ketiga bakal calon persorangan yang ada itu mampu melengkapi kewajiban syarat dukungan itu, maka hal ini bisa menjadi barometer bahwa kehadiran calon perseorangan akan menjadi salah satu tantangan serius khususnya bagi pasangan dari jalur parpol.

Namun, hal ini tentu bukan hal yang mudah dalam waktu yang sudah sangat sempit. “Meski ini bukan tak mungkin. Jika mesin politiknya benar-benar bekerja, kemungkinan itu masih ada,”.katanya.

Perolehan dukungan Zaini Abdullah-Nasaruddin yang tak sampai tiga persen, kata Kemal, sebetulnya bisa dinilai bahwa publik sudah membaca dimana figur-figur Independen ini adalah orang-orang yang gagal. Terutama gagal bertarung secara gentlemen untuk merebut pengaruh parpol. “Sehingga mereka mengambil pilihan level kedua yakni jalur perseorangan. Dari sini kita bisa menilai bahwa ketiga kandidat ini hanya memperamai pesta demokrasi saja,” katanya.[modusaceh.com]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s