Zona Berita

Sayed Zahirsyah: Jangan Biarkan Sosok yang Korup Memimpin Aceh

sayed-gadjah-puteh

Sayed Zahirsyah,Direktur Eksekutif LSM Gadjah Puteh,

ZONADAMAI.COM – Agustus 2016 yang lalu, KPK dan Pemerintahan Aceh menandatangani komitmen bersama tentang pemberantasan korupsi secara terintegrasi. Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Gadjah Puteh, Sayed Zahirsyah berharap, dokumen yang telah ditandatanganani itu hendaknya dibungkus dengan semangat perubahan secara menyeluruh dan bukan cuma seremoni pemanis bibir belaka.

“Tentunya harus dimulai oleh Gubernur agar menjadi semangat bersama seluruh elemen rakyat Aceh, sehingga anti korupsi menjadi budaya di Aceh,” kata pimpinan lembaga swadaya masyarakat yang konsen terhadap masalah korupsi di Aceh ini.

“Masyarakat jangan lagi gampang dibuai dengan janji palsu salah satu calon, jangan biarkan sosok yang korup dan tidak bermoral memimpin Aceh tercinta ini” pungkas Sayed.

Menurutnya, hampir seluruh korupsi di Aceh bermula di Pemerintahan Aceh. Untuk itu, dirinya mengimbau agar Gubernur harus berani melakukan pembersihan terhadap oknum-oknum di jajarannya yang terindikasi korupsi.

“Jika semua sesuai aturan dan undang-undang yang berlaku pastinya korupsi tidak akan terjadi,” tutur Sayed.

Sayed juga menyatakan, berkaitan dengan telah bergulirnya persiapan menghadapi perhelatan politik untuk memilih Gubernur dan Bupati/Walikota di Provinsi Aceh, hendaknya dapat dijadikan momentum untuk membuktikan komitmen Gubernur Aceh dan seluruh aparaturnya dalam hal pemberantasan korupsi.

Filosofi ‘Pintu Aceh’

Dalam meghadapi Pilkada Aceh 2017, Sayed berharap momtentum Pilkada perlu dicanangkan sebagai era baru dalam mewujudkan pemimpin Aceh baru yang amanah dan berpihak pada kesejahteraan rakyat. Akan lebih elok jika Gubernur Aceh mewarnai peristiwa politik akbar tahun 2017 dengan sebuah ajakan kepada seluruh rakyat Aceh untuk menjunjung tinggi marwah Aceh yang berbasis pada ‘filosofi PINTU ACEH’, yakni Pilkada Aceh terbuka bagi Pemimpin jujur dan tertutup bagi pemimpin korup. Filosofi ini hendaknya mengakar bagi seluruh elemen masyarakat, sehingga diharapkan dapat menjadi filter yang sangat efektif dalam menentukan pemimpin Aceh kedepan.

“Masyarakat jangan lagi gampang dibuai dengan janji palsu salah satu calon, jangan biarkan sosok yang korup dan tidak bermoral memimpin Aceh tercinta ini” pungkas Sayed.

Dirinya menambahkan, harapan rakyat Aceh untuk hidup lebih manusiawi dan bermartabat berada dipundak pemimpin negeri syariat ini, mulai dari Gubernur dan Bupati/Walikota ditiap wilayahnya.  Jangan kecewakan lagi rakyat Aceh dengan dalih demokrasi dan perjuangan, karena hanya akan memperburuk cita-cita perdamaian.

“Damai Aceh sejatinya bukan semata-mata menghentikan pertikaian bersenjata, tetapi yang terpenting adalah menghentikan sama sekali kemiskinan dan ketidakadilan diseluruh Aceh, damai Aceh harus diisi dengan kembali berperang untuk menghadapi korupsi, kolusi dan nepotisme yang sesungguhnya menjadi musuh bersama dan ancaman faktual rakyat Aceh” tegas Sayed.

Ia juga menambahkan, agar seluruh masyarakat Aceh bersatu dalam mempersiapkan pemimpin yang amanah, jangan cederai perdamain ini dengan dengan bujuk rayu para pembohong. Aceh bermartabat hanya dapat digapai dengan motivasi dan spirit ukhuwah yang kuat.

“Rakyat penentu kedaulatan tertinggi yang punya hak absolut memilih. Memberikan peluang bagi para koruptor dan pembohong adalah dosa besar, nantinya seluruh masyarakat Aceh juga yang akan merasakan azab-Nya” tutup Sayed.[newsaceh.com]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s