Zona Berita

SBY: Jangan Obral Janji Dalam Pilkada 2017 di Aceh

sby-investigasi* Jika tak Mampu Dipenuhi

ZONADAMAI.COM – Presiden Ke-6 Republik Indonesia, Dr Susilo Bambang Yudhoyono, menyebut Aceh sebagai tanah yang dicintai, yang harus terus dirawat dan dijaga.

Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, “Sebagai seseorang yang sangat mencintai Aceh dan yang pernah berjuang sekuat tenaga untuk sebuah perdamaian Aceh, saran saya ciptakanlah kondisi dan situasi yang aman, tertib, dan benar-benar demokratis dalam Pilkada 2017 di Aceh”, Senin (29/08).

Selain soal Pilkada Aceh yang berlangsung serentak pada 2017 di tingkat provinsi serta 20 kabupaten/kota di Aceh, SBY juga merespons banyak hal, termasuk harapannya terhadap Aceh masa depan, keberlanjutan dana otononi khusus, dan perjanjian perdamaian.

Berikut petikan wawancara Wartawan Serambi Indonesia Biro Jakarta, Fikar W Eda dengan SBY yang dilakukan secara tertulis.

Apa saran dan pesan Anda kepada rakyat Aceh dalam menghadapi pesta demokrasi 2017?

Gunakan hak pilih secara cerdas. Pilih pemimpin yang diyakini bisa memimpin, bisa menjalankan pemerintahan, dan bisa melaksanakan pembangunan Aceh dengan baik. Juga pemimpin yang benar-benar bisa memajukan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat Aceh. Jangan ada paksaan dan intimidasi. Apalagi disertai tindakan kekerasan yang bersifat fisik. Itu buruk sekali. Menangis kita. Ingat, 30 tahun lebih rakyat menderita karena konflik, ditambah lagi dengan ujian Allah berupa tsunami tahun 2004. Kalau para elite politik gagal dan tidak bertanggung jawab untuk menjaga situasi yang aman, damai, dan tertib dalam pilkada mendatang, serta merampas hak rakyat untuk dengan bebas menjatuhkan pilihannya, menurut saya, dosanya luar biasa.

Apa pesan khusus Anda kepada para kandidat kepala daerah?

Kepada para calon, apakah calon gubernur dan wakil gubernur, atau calon bupati dan wali kota beserta wakil-wakilnya, rakyat berharap bisa melakukan kampanye yang cerdas dan mendidik. Jangan obral janji, apalagi bila tak bisa ditepati. Sampaikan kepada rakyat jika terpilih apa saja yang akan dilakukan. Yang jelas, yang konkret. Nah, di situlah kiranya rakyat bisa menelaah secara jernih, masuk akal atau tidak janji-jani para calon itu. Angin surga atau bukan? Setelah yakin, silakan pilih siapa yang akan diberikan mandat.

Apa pesan Anda kepada aparat keamanan dan penegak hukum?

Kepada para petugas keamanan dan penegak hukum, lakukanlah tugas dengan baik agar keamanan dan ketertiban selama pilkada tetap terjaga. Aparat keamanan dan penegak hukum harus netral. Jangan berpihak. Pemerintah pusat juga jangan gemar melakukan intervensi. Saudara-saudara kita yang ada di Acehlah yang berdaulat. Hati-hati. Di negara mana pun jika kekuasaan digunakan secara berlebihan dan sewenang-wenang untuk menindas dan merampas hak rakyat, siapa pun dia akan tumbang, karena akan dilawan oleh rakyatnya sendiri. Kita harus belajar dari sejarah dan jangan melupakannya.

Terkait dana otsus yang akan habis 11 tahun lagi, tentu Pilkada 2017 sangat penting untuk mempersiapkan kemandirian perekonomian Aceh pascadana otsus. Kriteria kepala daerah seperti apa yang diperlukan rakyat Aceh? Aceh tak perlu risau bahwa 11 tahun lagi dana Otsus akan habis. Selalu ada sumber pendanaan yang bisa didapatkan. Baik dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Aceh sendiri. Tetapi benar, janganlah hanya menggantungkan bantuan dari pusat. Ubah mentalitas bergantung kepada pusat itu, menjadi semangat untuk lebih mandiri dan menggali sumber-sumber pendanaan dari Aceh sendiri. Nah, dalam hal ini, petumbuhan ekonomi yang ditopang oleh berkembangnya investasi dan sektor riil menjadi sangat penting.

Kalau ditanya kriteria kepala daerah seperti apa, jawaban saya sama dengan yang telah saya sampaikan sebelumnya. Bisa memimpin dan menguasai manajemen. Bisa mengembangkan investasi dan bisnis di daerah, utamanya sektor riil. Akan sangat baik jika bisa memetik pelajaran apa yang dulu telah berlangsung di Aceh, dan kemudian seperti apa pula yang harus dilaksanakan ke depan nanti.

Setelah purnatugas sebagai Presiden RI, bagaimana cara Anda mendukung dan mengawal apa yang telah diperjuangkan untuk Aceh agar tercapai yang dicita-citakan bersama?

Dari posisi saya sekarang ini, saya yakin masih bisa berbuat untuk negeri ini bahkan dunia, termasuk untuk saudara-saudara saya di Aceh. Tentu, pengganti saya, Presiden Jokowi yang bertugas dan bertanggung jawab untuk membangun dan memajukan Aceh ke depan. Namun, kita semua, orang per orang, bisa ikut berkontribusi. Pertama-tama, sumbangan dapat saya berikan melalui pandangan dan pemikiran saya bagaimana Aceh bisa dibangun lebih baik lagi ke depan. Termasuk bagaimana perdamaian dapat dijaga dan dipertahankan. Wawancara yang diturunkan oleh Harian Serambi Indonesia ini adalah salah satu contohnya. Juga pandangan dan harapan saya yang beberapa saat lalu saya sampaikan melalui Radio Elshinta, kemudian melalui TVRI Aceh. Ketika saya hadir dan berpartisipasi di berbagai forum internasional dan kemudian membahas persoalan Aceh, saya sampaikan langsung bagaimana perkembangan Aceh setelah bencana tsunami dan setelah perdamaian terwujud. Saya ingin masyarakat internasional tahu dan mereka terus melanjutkan persahabatan dan kemitraan dengan Aceh. Saya harap pula negara-negara sahabat mau melakukan investasi di Aceh.

Sesekali saya juga bisa ikut memberikan pandangan dan saran-saran kepada pemerintah sekarang bagaimana perdamaian Aceh bisa dikawal dan dijaga. Semua tentu berangkat dari niat baik saya. Tak ada yang lain. Secara moral, saya wajib melakukan hal itu.

Ada hal ingin Anda tambahkan?

Yang lain, saya sedang mempersiapkan SBY Centre yang di dalamnya ada Museum Sepuluh Tahun Indonesia di bawah kepemimpinan saya. Insya Allah ini akan menjadi “presidential centre” bertaraf internasional sebagaimana halnya di negara-negara maju. Pasti Aceh, mulai dari tsunami, perdamaian, dan pembangunan, akan kami abadikan di museum itu dalam letaknya yang terhormat. Siapa pun yang mengunjungi, saya harapkan akan lebih mengerti tentang Indonesia dan Aceh yang semuanya penting bagi peningkatan persahabatan, kerja sama, dan kemitraan di masa depan.

Sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, apa yang ingin Anda lakukan untuk Aceh?
Saya instruksikan jajaran Partai Demokrat yang ada di Aceh, bersama-sama dengan partai politik lain, baik lokal maupun nasional–untuk ikut menyukseskan pembangunan di Aceh. Bagi saya hal itu bukan hanya sebuat tugas dan kewajiban, tetapi juga ibadah. Saya ingin mereka semua menjalankan politik yang baik, ikut membangun daerah di mana mereka berada. Juga ikut mempersiapkan kader-kader terbaiknya guna ikut berkompetisi secara demokratis dan fair, sehingga apabila rakyat memberikan mandat dan amanahnya, mereka semua siap dan bisa mengemban tugas dengan baik.[aceh.tribunnews.co]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s