Zona Berita

Akhirnya Koruptor Pajak Pemkab Bireuen Tertangkap Tangan

New Picture

ZONADAMAI.COM – Polda Aceh mengamankan uang tunai Rp 4,178 miliar sebagai barang bukti perkara tindak pidana korupsi uang pajak yang melibatkan Muslem Syammaun, mantan Bendahara Umum Daerah (BUD) Pemkab Bireuen.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Goenawan kepada wartawan di Banda Aceh, Selasa (23/8) mengatakan, barang bukti uang tunai yang mencapai Rp 4,178 miliar tersebut diamankan dari tangan Muslem Syammaun, mantan BUD Pemkab Bireuen. Muslem Syammaun dijadikan tersangka karena tidak menyetorkan pajak penghasilan dan pungutan pajak pertambahan nilai ke kas negara.

“Tersangka tidak menyetorkan pajak ke kas negara sejak 2007 hingga 2010. Akibat perbuatan tersangka, negara dirugikan miliaran rupiah,” kata Kombes Pol Goenawan didampingi Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh, AKBP Ridwan Usman. “Kasus ini ditangani sejak 2010,” lanjut perwira menengah Polri tersebut.

Dikatakannya, total pajak yang dipotong dari anggaran Pemkab Bireuen mencapai Rp 70,8 miliar. Sebanyak Rp 43,24 miliar disetor ke kas negara, sedangkan Rp 27,6 miliar digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.

“Dari hasil audit BPK dan BPKP, kerugian negara dalam kasus ini sebanyak Rp 27,6 miliar. Uang dari pajak yang tidak disetor tersebut digunakan tersangka membeli tanah, bangunan, dan harta benda lainnya, serta meminjamkannya kepada 24 orang lainnya dengan total Rp 5,444 miliar,” kata dia.

Dari kerugian negara tersebut, kata Goenawan, penyidik Polda Aceh berhasil menyita uang tunai Rp 4,187 miliar, beberapa persil tanah serta bangunan yang berlokasi di Bireuen dan Lhokseumawe.

Tersangka dijerat Pasal 2 Ayat (1), Pasal 3 dan Pasal 8 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi juncto Pasal 64 KUHP.

Tersangka juga dijerat Pasal 3 Ayat (1) huruf a, b, dan c UU Nomor 15 Tahun 2002 sebagaimana diubah menjadi UU Nomor 25 Tahun 2003 tentang tindak pidana pencucian uang juncto Pasal 64 KUHP.

Kasus ini diungkap berdasarkan laporan kantor pajak. Berkas dan barang bukti beserta tersangka kasus ini akan dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Aceh.

Kasus penggelapan pajak Bireuen pada 2007-2010 senilai Rp 27,6 miliar yang melibatkan Muslem Syammaun juga menyeret tersangka lain, yakni Mila Musri (kini PNS KPP Pratama Subulussalam) yang sebelumnya mantan Kepala Pos Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bireuen. Menurut penyidik Polri, keterlibatan Mila Musri didasari dua bukti permulaan yang cukup.

Semasa kedinasannya Muslem Syammaun memang tidak penah kehilangan jabatan di Pemkab Bireuen. Di saat kasus pajak masih gencar diberitakan media pun dia tetap diberi jabatan oleh Bupati Bireuen kala itu, Nurdin Abdurrahman. Di tengah hiruk-pikuk kasus tersebut, Muslem dilantik sebagai Pj Kabid Pembendaharaan pada Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (DPKKD) Bireuen. Ketika  kepemimpinan Bireuen beralih ke Ruslan M Daud-Mukhtar yang diusung oleh Partai Aceh, lagi-lagi Muslem dilantik sebagai Kabag Umum Setdakab Bireuen.   [klikkabar.com]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s