Zona Berita

Panglima GAM Daerah II Peureulak: Kami Tidak Akan Mendukung PA dan Mualem Tidak Akan Menang

 Eks GAM Aceh Timur Abu Nawah (kiri) didampingi M. Nur. Foto: acehterkini.com

Eks GAM Aceh Timur Abu Nawah (kiri) didampingi M. Nur. Foto: acehterkini.com

ZONADAMAI.COM: Sejatinya para mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) memilih Partai Aceh sebagai partai representatif mantan kombatan. Namun di Aceh Timur para mantan kombatan GAM mengaku tidak akan memilih calon Gubernur yang diusung Partai Aceh (PA). Keengganan para mantan kombatan ini lantaran mereka merasa sangat tertindas selama Pemerintahan Aceh dipimpin oleh kalangan PA.

“Menurut Abu Nawah, Muzakir Manaf diprediksikan tidak akan terpilih jadi Gubernur Aceh…karena selama ini Muzakir Manaf sangat tidak menghargai para mantan kombatan GAM yang benar-benar berjuang untuk Aceh.”

Hal itu diungkapkan oleh Mantan Wakil Panglima GAM Daerah II Simpang Ulim Peureulak, Aceh Timur, Samsul Bahri. Mantan kombatan GAM yang akarab disapa Abu Nawah ini mengatakan, apa yang ia ungkapkan itu atas dasar keadaan di lapangan yang terjadi saat ini, khususnya kesejahteraan masyarakat dan kesejahteraan para mantan kombatan GAM.

“Kami yakin Partai Aceh (PA) kali ini akan kalah total dalam pemilihan Cagub–Wagub Aceh periode 2017 – 2022 mendatang. Muzakir Manaf yang diusung melalui PA, tidak akan terpilih,” ucap Abu Nawah yang didampingi Muhammad Nur alias Pusaka yang juga merupakan mantan kombatan GAM wilayah Aceh Timur.

Menurut Abu Nawah, Muzakir Manaf yang adalah Ketua Umum Partai Aceh itu, diprediksikan tidak akan terpilih jadi Gubernur Aceh pada periode yang akan datang, karena selama ini Muzakir Manaf sangat tidak menghargai para mantan kombatan GAM yang benar-benar berjuang untuk Aceh.

“Kita lihat sekarang dia (Muzakir Manaf), memilih kasih. Banyak yang bukan orang perjuangan (GAM) dekat sama Muzakir Manaf. Sementara yang betul-betul mantan kombatan GAM tertindas. Jadi dia jangan bermimpi kami akan memberi suara ke dia untuk jadi Gubernur,” lanjut Abu Nawah.

Dikatakannya, di Wilayah Kabupaten Aceh Timur sendiri cukup banyak mantan-mantan GAM yang saat ini hidupnya jauh dari kesejahteraan, belum lagi mantan GAM di wilayah-wilayah lain.

“Rata-rata mantan GAM ini hanya bertani, kehidupan mereka sangat miskin. Hal ini berbanding terbalik dengan kehidupan mantan petinggi GAM saat ini, yang hidup mewah dan berkecukupun karena duduk dalam kekuasaan. Kami sudah pasrah sekarang, dan masyarakat Aceh juga tahu siapa itu PA. Memang PA dibuat untuk mempersatukan mantan GAM, tapi yang jadi masalah para pengurus PA tidak sepakat dengan janji-janji perjuangan GAM waktu di hutan dulu,” kata mantan kombatan ini.

Lebih jauh Abu Nawah menegaskan, para mantan kombatan GAM umumnya di Aceh, khususnya di Aceh Timur secara personal akan mendukung Calon Gubernur yang diusung dari Independen.

“Sekali lagi, kami tidak akan mendukung PA” tegas dia.

“Terutama masalah kesehatan, program kesejahteraan anak yatim, dan lain-lain. Tapi selama dimpin PA tidak ada hasil apa-apa, jangankan berbicara masalah kesejahteraan, butir-butir MoU Helsinki saja belum ada realisasi,” demikian disampaikan Samsul Bahri yang akrap disapa Abu Nawah, yang mengaku mewakili mantan GAM wilayah Aceh Timur. [http://www.acehterkini.com]

1 reply »

  1. Nyan Catat Komitment Aneuk Buah.
    Perkataan Adalah Do’a.
    Do’a Org Tertindas dan Terdhalimi Makhbul…
    Ingat Nyan Hay Chedara..!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s