Zona Politik

Jubir PA: Calon Independen Jangan Gunakan Atribut Partai Aceh

Jubir Partai Aceh Suadi Sulaiman (Adi Laweung)

Jubir Partai Aceh Suadi Sulaiman (Adi Laweung)

ZONADAMAI.COM – Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh mengingatkan kepada seluruh calon kepala daerah, baik untuk gubernur maupun bupati dan wali kota,  yang maju lewat jalur independen dalam pilkada 2017 agar tidak menggunakan warna, simbol dan latar pada alat peraganya yang menyamai atau menyerupai dengan bendera Partai Aceh, kendati pun mantan pengurus dan kader Partai Aceh. “Karena, hal tersebut merupakan milik Partai Aceh yang sudah sah secara hukum dan bukan milik independen,” ujar Juru Bicara Partai Aceh, Suadi Sulaiman, Selasa, 5 Juli 2016 dinihari.

Adi Laweung sapaan akrab Suadi Sulaiman, mengakui Partai Aceh memang lahir untuk rakyat Aceh secara keseluruhan, bukan untuk mantan kombatan saja. Namun, jika telah mengundurkan diri dari Partai Aceh maka secara otomatis juga harus menanggalkan seluruh atribut partai.

“Hal ini kami sampaikan karena ada baliho dan spanduk beberapa calon kandidat kepala pemerintahan dari independen yang menggunakan atribut, yang menyerupai dan menyamai milik Partai Aceh,” katanya.

Adi Laweung mengatakan saat para kandidat independen melaju sebagai kandidat calon kepala pemerintahan secara non partai, otomatis sudah memiliki background dan latar sendiri yang akan dibubuhi pada alat-alat peraganya.

“Jadi janganlah membawa-bawa latar Partai Aceh.”

Dengan demikian, kata dia, simbol, warna dan latar pada alat peraga para kandidat calon kepala daerah yang diusung oleh Partai Aceh dan koalisilah yang bisa menggunakan atribut Partai Aceh.

Di sisi lain, Adi Laweung mengharapkan semua kandidat calon kepala pemerintahan agar fair dan saling menjunjung tinggi nilai-nilai kandidat sendiri. Salah satu caranya adalah dengan tidak menyamai alat peraga milik partai pengusung dan pendukung bagi kandidat rival dari non partai.

“Jika hal ini tetap dipaksakan oleh kandidat independen, maka Dewan Pimpinan Aceh (DPA) akan menyurati KIP dan Panwaslih untuk menertibkannya baik di tingkat Aceh maupun kabupaten/kota,” ujarnya.

Dia mengharapkan semua kandidat yang sudah menyatakan diri untuk maju sebagai calon kepala daerah agar bisa menaati aturan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini termasuk dalam menggunakan warna, simbol dan latar yang menjadi identitas calon.

“Warna, simbol dan latar Partai Aceh banyak terlihat digunakan oleh calon independen pada alat peraganya pada spanduk dan baliho ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 2016 H/1437 M ini,” katanya. [kabaracehonline.com]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s