Zona Berita

Partai Aceh Kembali Memanas, KPA Idi Baku Pukul dengan Timses Nek Tu

timses-nektu* Hendri (30), timses calon bupati Aceh Timur, Ridwan Abubakar (Nek Tu)-Tgk Abdul Rani (Polem), saat membuat laporan ke Mapolsek Idi Rayeuk

ZONADAMAI.COM –  Lagi-lagi Partai yang menguasai Aceh yaitu Partai Aceh tengah dilanda ketidakharmonisan. Kemarin Tim sukses calon Bupati Aceh Timur, Ridwan Abubakar (Nek Tu)-Tgk Abdul Rani (Polem), bernama Hendri (30) warga Gampong Blang Gelumpang, Kecamatan Idi Rayeuk, terlibat baku pukul dengan anggota KPA Idi Rayeuk, Aceh Timur, Sabtu (18/06).

Hendri kepada Serambinews.com, menyebutkan bahwa, kejadian itu berawal saat Sabtu pagi Timses Nek Tu mendapat laporan dari warga bahwa baliho Nek Tu-Polem yang dipasang di pintu gerbang jalan masuk ke sekolah MAN di Gampong Jalan, Idi Rayeuk, hilang.

Hendri mengatakan, “Baliho Nek Tu-Polem dilapor warga diturunkan Ridwan Usman alias Nawan yang merupakan anggota KPA Idi Rayeuk. Setelah itu saya telepon Nawan dan memintanya untuk mengembalikan baliho tersebut”.

Tak lama kemudian, Nawan datang menggunakan mobil Avanza dan mengembalikan baliho tersebut ke kantor pemenangan Nek Tu-Polem di Gampong Jalan, Kecamatan Idi Rayeuk.

“Usai baliho Nektu dikembalikan kemudian Nawan pergi,” ungkap Hendri kepada Serambinews.com, saat membuat laporan di Mapolsek Idi Rayeuk.

Tak lama kemudian, jelas Hendri, Nawan menelepon dan meminta dirinya datang ke kawasan simpang Gampong Seunebok Bacee, Kecamatan Idi Rayeuk.

Tapi karena saya sedang perbaiki mobil di bengkel lalu Nawan saya minta datang ke depan RSUD Graha Bunda. Saat itu mereka datang tiga mobil, setelah mereka turun dari mobil tanpa mendengar penjelasan saya mereka langsung memukuli saya,” ungkap Hendri.

Sementara itu, Nawan Anggota KPA Idi Rayeuk, mengakui bahwa dirinya telah menurukan baliho Nek Tu yang dipasang di pintu gerbang jalan masuk sekolah MAN di Gampong Jalan, Kecamatan Idi Rayeuk.

Baliho itu saya turunkan karena di pintu gerbang jalan masuk ke sekolah MAN Itu sudah dicat logo Partai Aceh, dan terkait hal itu sudah saya laporkan ke Panwaslu Kabupaten Aceh Timur agar baliho Nek Tu dipindahkan, tapi karena belum juga dipindahkan maka saya copot,” ungkap Nawan kepada Serambinews.com.

Terkait terjadinya baku pukul, Nawan, mengaku tersulut emosi karena tanggapan Timses Nek Tu kurang menyenangkan.

Setelah ditelepon timses Nek Tu baliho itu saya kembalikan ke kantor pemenanganya. Kemudian, saya telepon kembali Hendri (Timses Nek TU) saya ajak bertemu dan kemudian kami datangi ke depan RSUD Graha Bunda, sehingga terjadinya pemukulan karena tanggapannya kurang menyenangkan,” jelas Nawan. [serambinews.com]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s