Zona Politik

Menunggu Pemimpin yang Amanah, bukan yang Munafik!

12191936_1511240245866289_1640736329149234699_nZONADAMAI.COM – Pesta rakyat dalam menentukan calon pemimpin Aceh telah didepan mata, saat ini tahapan dan proses penjaringan terus dilakukan oleh beberapa partai politik, baik melalui mekanisme survey maupun proses aklamasi diinternal partai masing-masing. Aceh dalam proses pencarian jati diri menuju nanggroe yang sejahtera, memiliki harapan besar yang akan digantungkan kepada calon pemimpinnya kelak. Pemimpin yang adil dan amanah adalah impian masyarakat, karena pada dasarnya rakyat Aceh sudah bosan dengan kondisi pembodohan dan ketidak adilan yang sedang berlangsung hari ini dan mungkin hingga esok hari. Saat ini masyarakat Aceh sudah semakin cerdas dan jeli dalam melihat keterpurukan itu.

DPP LSM Gadjah Puteh mengajak masyarakat Aceh, agar kedepan lebih bijak dalam memilih calon pemimpin yang adil dan amanah, Sayed Zahirsyah selaku Direktur Eksekutif Gadjah Puteh menyatakan, Aceh harus mampu bangkit dan kembali meraih jati dirinya, momen pemilukada kali ini hendaknya dapat dijadikan sebagai tonggak penting kebangkitan menuju Aceh yang hakiki.

“Pemimpin yang adil dan amanah tidak hadir dengan simsalabim, butuh proses dan pengakaderan dengan keilmuan yang komplit serta perpaduan ilmu agama dan ilmu pendidikan yang mumpuni, bukan tokoh abal-abal dan picisan dengan doktrin picik yang fanatik buta” tutur Sayed kepada KOPI, di kantor sekretariatnya, minggu (11/6).

Sayed yang kerap disapa Waled ini juga menegaskan, Sudah selayaknya Aceh dipimpin oleh tokoh yang terpelajar dan berakhlak mulia. Masyarakat jangan mau lagi dibodohi dengan isu murahan yang menjual program bohong, bahkan tega menjual perjuangan dan nama yatim piatu serta janda korban konflik demi terjaga emosional akan kedoknya. Hal ini adalah fakta yang terus dikembangkan ditengah masyarakat.

“Konyolnya lagi mereka mampu menggunakan istilah agama dengan kata-kata Maulid, zikir, zakat atau entah apalagi yang terdengar tidak pantas ditelinga kita” tegas waled.

Dirinya juga menyatakan, Jangan pernah jual suara dan harga diri kita hanya demi uang 100 ribu untuk 5 tahun masa kepemimpinan di daerah ini. Cukuplah periode lalu sebagai pembelajaran berharga bagi semua agar tak dibodohi lagi, terlebih oleh tokoh-tokoh partai Aceh, keledai saja tidak mau masuk kelubang yang sama untuk kedua kalinya.

Ia juga menambahkan, semuanya kembali kepada masyarakat Aceh, sebagai pemegang kedaulatan tertinggi dalam menentukan masa depan, keluarga dan daerahnya. Rakyat adalah pemilik kuasa tertinggi dalam konstitusi berbangsa dan bernegara, pemimpin yang salah dilahirkan oleh masyarakat yang salah dalam memilih. Masyarakat Aceh yang mayoritas beragama islam sangat paham dengan kriteria calon pemimpin yang diisyaratkan dalam tuntunan islam.

“Dalam suasana ramadhan seperti ini, hendaknya benar-benar dijadikan momentum untuk merefleksikan diri dalam hal ibadah sambil mengharapkan kehadiran calon pemimpin yang amanah, bukan pemimpin yang munafik seperti saat ini” tutup aktivis kelahiran Kede Gerobak 1971 ini. [pewarta-indonesia.com]

Advertisements

Categories: Zona Politik

Tagged as: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s