Zona Berita

Inilah Isi Surat Pernyataan Tengku Ni

Ketua KPA Wilayah Pase

ZONADAMAI.COM – Presiden Joko Widodo akhirnya memaafkan Tgk Zulkarnaini bin Hamzah alias Tgk Ni, mantan Panglima GAM wilayah Pasee. Tgk Ni diduga menghina Presiden sebagai lambang negara saat berpiadato di Geudong, Aceh Utara.

“Presiden sudah memaafkan Tgk Zulkarnaini Hamzah alias Tgk Ni. Hal itu disampaikan Presiden kepada Kapolda dalam kunjungannya ke Aceh kemarin,” kata Direskrimum Polda Aceh, Kombes Nurfallah di Banda Aceh, Jumat (6/4).

Tgk Ni merupakan Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Pasee. Ketua organisasi mantan GAM ini diduga menghina Presiden pada pidatonya dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Aceh Utara beberapa waktu lalu.

Terkait dugaan penghinaan Presiden, kata Kombes Pol Nurfallah, Direktorat Reserse Kriminal Umum sudah memeriksa Tgk Ni sebanyak dua kali. Selain itu, polisi juga sudah meminta keterangan 10 saksi.

Di saat proses hukum berlangsung, kata Kombes Pol Nurfallah, Tgk Zulkarnaini Hamzah alias Tgk Ni menyurati Presiden RI dan menyatakan permohonan maafnya. Dan Presiden merespons surat tersebut.

“Ketika Presiden berkunjung ke Aceh, Presiden bertemu Kapolda Aceh. Presiden menyatakan sudah menerima surat permohonan maaf Tgk Ni. Presiden menyatakan menerima permohonan maaf yang bersangkutan,” ujarnya.

Kombes Nurfallah melanjutkan, Kapolda Aceh Irjen Pol M Husein Hamidi memanggil dirinya dan memerintahkan memanggil Tgk Ni untuk menghadap Kapolda Aceh.

“Karena Presiden sudah memaafkan atas permintaan yang bersangkutan, maka Tgk Ni membuat surat pernyataan yang berisikan enam poin,” katanya lagi.

Adapun enam poin tersebut, Tgk Ni menyatakan sebagai berikut :

  1. Tidak menentang kepada kekuasaan yang telah berdiri di Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  2. Tidak lagi menghina Presiden RI;
  3. Tidak mengibarkan bendera Aceh sebelum disetujui Pemerintah RI;
  4. Tidak menghina golongan penduduk lain di negara Indonesia;
  5. Tidak mengulangi perbuatan yang sama;
  6. Tidak memprovokasi, menghasut, dan mengajak masyarakat untuk menentang Pemerintah RI;

Menyangkut kelanjutan kasus penghinaan Presiden RI tersebut, Kombes Pol Nurfallah menegaskan Polda Aceh belum menghentikan pengusutannya. Namun, ia juga tidak menyatakan apakah pengusutan kasus tersebut dilanjutkan atau tidak. [goaceh.co]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s