Zona Berita

Fraksi PA Dinilai Hambat Penyelesaian Persoalan Bendera

Forkominda Aceh

ilustrasi : Suasana rapat tertutup membahas tentang bendera Aceh yang dihadiri unsur Forkopimda di Pendopo Gubernur Aceh, Senin (28/3/2016).

BANDA ACEH-ZONADAMAI.COM:  Tidak dilibatkannya Fraksi Partai politik Nasional dalam Pertemuan Rapat dan diskusi soal bendera Bulan bintang yang berlangsung tertutup di DPRA beberapa waktu yang lalu, menunjukkan otoritas permainan parlok lebih dominan dibandingkan partai politik nasional yang ada di parlemen Aceh.

Penilaian itu disampaikan pengamat Politik dan Keamanan Aceh Aryos Nivada di Banda Aceh, Rabu,(4/5/2016) di kantor Jaringan Survey Initiative (JSI).

“Seharusnya partai politik nasional yang ada di parlemen di bangkitkan eksistensinya, karena terkait bendera dan lambang itu bisa di ubah atau tidak ketika seluruh Partai Nasional dan partai lokal yang ada di parlemen bersatu untuk itu, dan ini bisa dilakukan tanpa harus banyak polemik yang terjadi kedepannya atau tanpa harus menjalankan proses yang panjang ” ujar Aryos Nivada yang juga merupakan peneliti di JSI.

Menurut Aryos kehadiran fraksi selain PA sangat penting untuk menjaring pendapat anggota Parlemen dari partai politik selain partai Aceh, karena selama ini publik belum mendengar pandangan dari Partai politik Nasional yang ada di DPRA terkait penolakan yang disampaikan pemerintah RI melalui Wakil Presiden Yusuf Kala Baru-baru ini.

“Pada pertemuan Senin kemarin dari data yang kami dapatkan tidak ada kehadiran perwakilan fraksi dari unsur partai politik nasional yang ada di DPRA, ini bertolak belakang dengan berita di salah satu media lokal yang menyebutkan bahwa Rapat dan diskusi soal bendera Bulan Bintang tersebut berlangsung tertutup yang dipimpin Ketua DPRA, Tgk Muharuddin,dan dihadiri oleh Gubernur Zaini Abdullah, Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-Haytar, para Ketua Fraksi dan Komisi DPRA, tapi dari fraksi-fraksi yang ada di DPRA yang hadir hanyalah Fraksi Partai Aceh saja,” ungkap Aryos.

Sebelumnya pada akhir Februari lalu, ketua komisi I DPRA Abdullah Saleh mengatakan bahwa pansus bendera ini harus melibatkan seluruh Fraksi Partai politik baik Lokal maupun Nasional. Adapun anggota DPRA yang masuk dalam pansus adalah sebagai berikut: Kautsar (PA) yang juga adalah ketua Pansus, Abdullah Saleh (PA), Ermiadi Abdul Rahman (PA), Iskandar Usman Al Farlaky (PA), Azhari Cage (PA), Drs Aminuddin M.Kes (Golkar), M. Saleh (Golkar), Rahmadhana Lubis (Nasdem), Djasmi Has (Nasdem), T. Ibrahim (Demokrat), M. Tanwir Mahdi (Demokrat), Asrizal H Asnawy (PAN), Murdani Yusuf (PPP), Muhibussubri (PPP), Mawardi Ali (PAN), Abdurrahman Ahmad (Gerindra) dan Zainal Abidin (PKS). [http://www.acehtrend.co]

Categories: Zona Berita

Tagged as: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s