Zona Berita

Ada Apa Dengan Papua ?

1 Mei-viktor krenak

suasana di pintu masuk Kota Jayapura pada peringatan 1 Mei 2014 (Foto Viktor Krenak / Kompasiana)

Oleh: Stepi Anriani.,M.Si  *)

ZONADAMAI.COM – Tulisan ini bukan untuk menyaingi kesuksesan Film “Ada Apa Dengan Cinta 2” yang  tayang pada awal Mei lalu.  Ada Apa Dengan Papua juga dihitung sejak awal Mei dimana lebih dari 60 lembaga internasional membicarakan Free West Papua (FWP) dalam tempo 3 hari ini.

Pertanyaan tentang Papua muncul bukan karena 1 Mei kita peringati sebagai hari integrasi Papua kepada Pangkuan Ibu Pertiwi. Tetapi dirilisnya dokumen “We Will Lose Everything” oleh Komisi Keadilan Perdamaian Gereja Katolik Keuskupan Brisbane, Australia.

Komisi keadilan gereja turun ke Papua setelah mendapat pengaduan dan presentasi kondisi Papua dari ULMWP (United Liberation Movement For West Papua).

Penelitian sekaligus Penyelidikan itu menghasilkan Dokumen setebal 24 halaman yang merupakan hasil wawancara kepada 250 tokoh di Jayapura, Merauke, Timika dan Sorong.

Tim pencari fakta ini bukanlah utusan PIF (Papua Island Forum) seperti rekomendasi KTT MSG tapi murni bentukan gereja.

Sebagai negara berdaulat tentunya kita tidak mengijinkan sembarang tamu masuk dan mencari barang di rumah kita tanpa ijin. Ini memerlukan perhatian serius, Jika kita analisa 250 tokoh bukan saja dapat memberikan informasi tetapi dapat menjadi jaring kedepan.

Rekomendasi dokumen itu mendesak Negara-negara Pasifik menekan Dewan HAM PBB untuk menggelar Referendum Papua.

Berbagai dukungan mengalir selama 3 hari ini lantas diperparah dengan dukungan informal via (melalui) media sosial untuk kemerdekaan Papua. Kita tahu kekuatan media sosial hari ini seperti apa, banyak kebijakan yamg berhasil bahkan pemerintahan yg jatuh berawal dari medsos dan “the power of apps”.

Kemudian Kehadiran Jeremy Corbyn (Ketua Partai Buruh Inggris) ikut mendukung Isu Papua Merdeka juga memicu solidaritas sosialis dunia untuk mendukung FWP. Adanya Simposium Korban 65 yang digelar 18-19 April lalu juga menjadi angin segar bagi penggiat HAM.

Menteri Pertahanan Vanuatu, Ralph Regenvanu juga menyuarakan pentingnya kemerdekaan Papua dalam forum yg digagas oleh ULMWP hari ini di London dengan tokoh-tokoh seperti Markus Haluk, Octavianus Mote, Rumaluek dan Leoni Tanggama. Unjuk rasa di Port Villa,Vanuatu di depan kantor MSG juga berlangsung. Begitu juga ketika simpatisan ULMWP yang berkumpul di Uncen diamankan Brimob karena tidak berijin.

Walaupun ULMWP (gabungan faksi kelompok Papua Merdeka) tetap tidak diakui oleh Pemerintah, namun sebetulnya jika niat yang muncul adalah untuk Membangun Masyarakat Papua, ULMWP dapat menyalurkan aspirasi kepada staf khusus Presiden yang menangani Papua, kantor Polhukam atau kementerian dalam negeri dan tidak perlu jauh-jauh ke Brisbane untuk mengadukan apa yang terjadi.

Sehingga sudah jelas yang diinginkan ULMWP bukan membangun masyarakat Papua tapi referendum. Wajar jika Pemerintah Indonesia tidak mengijinkan hal terkait referendum dan kemerdekaan karena Papua adalah Bagian dari NKRI (Newyork Agreement 2504).

Adapun upaya untuk ULMWP mengangkat Isu Papua ke dunia internasional perlu dipertanyakan,untuk kepentingan siapa?

Kami dari belahan bumi pertiwi yang lain sangat menyayangi saudara-saudara di Papua. Dana Otsus yg bergulir lebih dari 60 Trilyun, Pendampingan bagi pendidik dan Buta huruf, Program-program percepatan pembangunan dan infrastruktur, Pembangunan pasar dan perbatasan, Penguatan SDM dan Character building Aparatur di Papua. Berbagai upaya dilakukan dan Semua kembali kepada “Political Will” untuk membangun Papua. Sehingga sangat disayangkan banyaknya campur tangan aktor di luar negara (non state actor) asing.

LIPI menegaskan bahwa Dialog Jakarta-Papua perlu dibangun dan ULMWP dianggap representasi masyarakat Papua, hal ini harus diperjelas karena banyak juga pihak-pihak yang menginginkan terus menjadi bagian dari NKRI.

Papua adalah adik bungsu republik yang membutuhkan perhatian lebih dan Apalah jadinya negeri ini tanpa Papua. [http://www.melayutoday.com]

*) Penulis Pemerhati Aceh-Papua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s