Zona Editorial

Haram, Umroh Sambil Berpolitik

kibar bendera aceh di arab
ZONADAMAI.COM – Ketua KPA (Komite Peralihan Aceh) Tengku Zulkarnaini bin Hamzah alias Tengku Ni bersama dengan Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya pekan lalu (22/3/2016) mengibarkan bendera Bulan Bintang di sebuah tempat di Jabal Rahmah, Kota Mekkah.
Aksi itu mengejutkan banyak pihak dan kontan menuai kecaman berbagai pihak, termasuk dari para pencinta bendera Bulan Bintang. Otoritas kota Mekkah mengecam tindakan Tengku Ni dkk itu sebagai tindakan yang menodai kemuliaan dan kesucian kota Mekkah Al Mukaromah. Kecaman itu disampaikan secara resmi kepada Konsulat RI di Jeddah.
Sekretaris Daker Madinah, Sofwan Abdul Djani di kantor Misi Haji Indonesia mengatakan, otoritas kota Mekkah maupun Madinah tidak memperkenankan siapapun yang melakukan ibadah umroh membawa bendera maupun melakukan demonstrasi.
“Memang membawa bendera seperti itu tidak boleh baik di Madinah maupun di Mekkah. Nanti dikira mau demonstrasi,” kata Sofwan.
Sofwan menambahkan di hotel-hotel tempat penginapan jamaah, pihak baladiyah atau Pemkot Madinah juga tidak boleh menempelkan tanda-tanda kelompok jamaah. Bila ada yang menempelkan semacam spanduk dan bendera kalau ketahuan akan langsung dilarang dan dicopot.
“Di sektor, di masjid maupun di tempat-tempat lain, bendera-bendera semacam KBIH yang dibawa jamaah itu jelas tidak boleh. Karena itu kami meminta agar jamaah mematuhi aturan setempat yang berlaku,” himbau Sofwan. (http://news.detik.com/berita/2059293/kibarkan-bendera-kbih-jamaah-dikira-mau-demonstrasi?nd771104bcj=)
Keutamaan yang disandang kota suci Mekkah, dapat dilihat dalam dalil-dalil Qur`an ataupun as Sunnah shahihah. Kota Mekkah tidak seperti kota-kota lain di atas bumi ini. Kota ini menyandang kemuliaan dan kehormatan, yang tidak direguk oleh tempat lainnya, sekalipun Madinah. Memang membawa bendera seperti itu tidak boleh baik di Madinah maupun di Mekkah. Nanti dikira mau demonstrasi… Berikut beberapa dalil yang menunjukkan kemulian kota tersebut, sehingga pengibaran bendera dan aksi demonstrasi dianggap haram hukumnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menetapkan Mekkah sebagai kota suci, yakni sejak penciptaan langit dan bumi. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pada hari penaklukan kota Mekkah: “Sesungguhnya kota ini, Allah telah memuliakannya pada hari penciptaan langit dan bumi. Ia adalah kota suci dengan dasar kemuliaan yang Allah tetapkan sampai hari Kiamat.” (https://almanhaj.or.id/2578-keutamaan-kota-suci-mekkah.html)
Dengan pemahaman seperti itu, kiranya kita sama-sama memahami bahwa sebagai Umat Muslim yang berangkat ibadah haji atau umroh jangan sampai tidak mengetahui larangan-larangan perbuatan di Kota suci Mekkah al mukarromah, temasuk mengibarkan bendera apapun dengan maksud tujuan apapun karena hukumnya adalah haram. Sanksi yang bisa saja dikenakan kepada Indonesia adalah pengurangan quota haji selama 5 tahun. Tentu kita semua tidak menginginkan hal itu terjadi. Maka kepada pihak berwajib di Indonesia sudah sepatutnya memberikan sanksi hukum kepada Tengku Ni dan Suaidi Yahya, sekaligus untuk memberikan efek jera agar tindakan kedua orang tersebut tidak lagi ditiru oleh warga Indonesia lainnya.[*]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s