Zona Berita

Ironis, Aceh Punya SDA Melimpah tapi Masuk 5 Besar Daerah Termiskin

potret-kemiskinan-di-aceh

BANDA ACEH – ZONADAMAI.COM: Pemimpin Redaksi Suara Pembaruan Primus Dorimulu mengatakan provinsi Aceh dengan sumber daya alam melimpah dengan daerah memiliki tanah subur dan areal pertanian, perikanan serta pertambangan besar. Aceh sangat mungkin memajukan perekonomian dalam segala sektor, terlebih lagi Aceh dalam 25 tahun ke depan memiliki dana besar dari hasil pembagian migas dan otonomi khusus

“Ironisnya provinsi paling ujung di pulau Sumatera ini masuk dalam kategori daerah termiskin ke-5 se-Indonesia, itu artinya ada yang salah dalam mengelola pembangunan Aceh,” kata Primus, Jumat (18/3/2016).

Hal itu disampaikan saat menjadi pembicara dalam kegiatan “BI Goes to Campus 2016” bertempat di Gedung Serbaguna Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, (18/3) Kegiatan itu sendiri terlaksana atas kerja sama BI dengan Harian Suara Pembaruan.

Acara itu diikuti oleh 2000 mahasiswa,dosen dari berbagai fakultas dalam lingkungan Unsyiah serta pengusaha muda di Banda Aceh dengan menampilkan sejumlah nara sumber antara lain Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara, Pemimpin Redaksi Suara Pembaruan Primus Dorimulu, wirausahawan muda Hendi Setiono, dan Ketua Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Aceh, Jamaluddin Jamil.

Lebih lanjut Primus menyebutkan bahwa Aceh sangat mungkin untuk memajukan diri karena potensi yang dimiliki begitu besar, juga menjadi modal karena kedekatan pemerintah dengan Universitas Syiah Kuala sebagai kampus yang masuk dalam 10 besar perguruan tinggi terbaik di Indonesia, ini akan sangat mungkin bisa memberikan kontribusi real untuk memajukan ekonomi Aceh ke depan.

Dikatakan Indonesia dalam memajukan ekomi suka tidak suka kalau dalam pergaulan globlal masih berkiblat ke Amerika, sedangkan untuk kedalam harus memperkuat masyakat dalam berwira usaha, karena negara bisa lebih kuat kalau rakyat hidup dalam kesejahtraan.Untuk mensejahtrakan rakyat banyak potensi sumber daya alam yang bisa manfaatkan.

Berusaha dalam memajukan dunia usaha tentu perlu didukung oleh semangat dan usaha yang terus menerus serta sungguh-sungguh, kerena berbekal modal tidak bisa berkembang kalau tidak ada kesungguhan, ada keberaniat untuk berwirausaha dengan sungguh-sungguh akan meraih kesuksesan dan uang akan mengalir dengan sendirinya.

Ia menambahkan, untuk membangun perekonomian Indonesia peran pers sangat dibutuhkan, dan media tidak hanya memberitakan masalah-masalah politik tetapi harus lebih banyak memberitakan tentang ekonomi dan membangkitkan semangat berwirausaha,

Sementara itu Jamaluddin M Jamil pengusaha muda Aceh mengatakan, potensi Aceh sangat luar biasa dengan tanah yang sangat subur, tetapi yang menjadi masalah adalah kalau hasil panen petani tidak tahu menjual kemana, misalnya panen cabe harga anjok, panen sawit dan coklat. “Meskipun di Aceh memiliki kebun coklat dan sawit yang besar, tetapi tidak ada pabrik minyak sawit dan coklat disini sehingga hasil setiap panen harga anjok membuat petani tidak bersemangat,” kata Jamaluddin.

Demikian juga halnya dengan gabah dan hasil pertanian lain saat melimpah selalu saja harga tidak ada harga di pasar, akibatnya rakyat selalu hidup dalam kemiskinan, ini menjadi tantangan dan perlu perhatian dari berbagai pihak.

Sementara itu pengusaha muda dari Surabaya Hendi Setiono dalam paparannya menyebutkan dirinya memulai bisnis dengan usaha kebab,awalnya modal hanya 4 juga untuk buat gerobak, dan selama 12 tahun mengguliti bisnis kebab telah berkembang menjadi 1.200 unit bisnis dan tersebar di 8 negara dengan penghasilan saat ini miliaran.

Ia menambahkan dalam memulai bisnis hal paling utama adalah keseriusan dan ketekunan dengan menjaga kepercayaan tidak membuat bisnis asal tetapi jujur dan kemasan yang baik dan menarik sehingga pasal menyenangkan sehingga investor mencari kita, paparnya.

Deputi senior gubernur BI Mirza Adityaswara mengajak media untuk sama-sama memotivasi pemuda agar cinta dalam berwira usaha dan berita agar banyak diarahkan pada pembangunan ekonomi jangan semata-mata membahas politik. [http://www.beritasatu.com]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s