Zona Berita

Amnesty International Tagih Janji Jokowi buka akses ke Papua

Jokowi-Wamena

ilustrasi: Presiden Jokowi berdialog dengan masyarakat Wamena (Foto: Kompas.com)

JAKARTA – ZONADAMAI.COM: Amnesty International kembali menagih janji Presiden Joko “Jokowi” Widodo untuk membuka akses ke Papua. Pembukaan akses ini bisa mengurangi kekerasan di Bumi Cenderawasih tersebut.

“Realitas yang kami lihat ada pelanggaran hak asasi manusia tingkat tinggi di Papua,” kata Wakil Direktur Kampanye Asia Tenggara dan Asia Pasifik Josef Roy Benedict saat menggelar jumpa pers, Rabu, 24 Februari 2016.

Ia menyebut kekerasan itu terutama dilakukan oleh aparat. Misal penembakan oleh aparat yang menewaskan empat pemuda di Paniai pada akhir Desember 2014 lalu tak pernah diperkarakan ke meja hijau. “Tak ada satupun yang dibawa ke pengadilan,” ujar Josef.

Menurut Josef, kekerasan di Papua harus dimonitor oleh peneliti dan jurnalis internasional sehingga bisa dikurangi. “Jika anda memperbaiki akses pada peneliti dan jurnalis, kekerasan ini bisa dikurangi,” kata Josef berharap.

Sejak kapan Papua dibuka untuk jurnalis asing?

Pada 10 Mei, Presiden Jokowi resmi mengumumkan bahwa Papua terbuka bagi wartawan asing. “Mulai hari ini, wartawan asing diperbolehkan dan bebas datang ke Papua, sama seperti (kalau datang dan meliput) di wilayah lainnya,” kata Jokowi. Pengumuman itu disaksikan Panglima TNI Jenderal Moeldoko dan Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti.

Namun aplikasi di lapangan terkait perintah Jokowi untuk membuka akses Papua maju-mundur. Pada 11 Agustus 2015, terbit Surat Edaran Menteri Dalam Negeri yang mengatur prosedur kunjungan wartawan asing ke Indonesia.

Surat itu memang hanya berumur 16 hari setelah diprotes berbagai pihak. Menurut juru bicara Kementerian Dalam Negeri Dodi Riyaadmaji, pembatalan tersebut dilakukan karena ada instruksi langsung. “Perintah presiden,” katanya pada Rappler, Jumat pagi, 28 Agustus.

Soal akses untuk jurnalis ini diakui cukup rumit oleh aktivis Papua itu Kita Zely Ariane. “Masih banyak hambatan. Clearing house belum dihapus, Polda dan Kodam bersikeras pengecekan sendiri terhadap wartawan,” kata Zely pada Rappler sore ini.

Menurut catatan Reporters Without Borders (RSF), masih ada penolakan izin kunjungan jurnalis ke Papua. Seperti yang terjadi pada jurnalis Perancis Cyril Payen ke Papua Barat pada Oktober 2015 kemarin.

Payen, seorang jurnalis yang biasa menulis soal Asia Tenggara dan berbasis di Bangkok, sebelumnya mengunjungi Papua Barat pada pertengahan 2015. Ia kemudian membuat sebuah film dokumentar berjudul “Forgotten war of the Papuas” yang ditayangkan pada 18 Oktober 2015 lalu.

Usai tayangan itu, Duta Besar Prancis untuk Indonesia kemudian dipanggil oleh Kementerian Luar Negeri dan diberi tahu bahwa Payen tak bisa masuk lagi ke Indonesia alias dipersonanongratakan sejak November 2015.

Pelanggaran HAM di Papua terus berlangsung

Sementara itu menurut data Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) terdapat 135 peristiwa bermuatan kekerasan di Papua sepanjang 2015 lalu yang didominasi penangkapan dan penahanan sewenangan-wenang atas aksi ekspresi damai oleh aparat keamanan. Bahkan berujung kematian pada warga sipil.

Data kekerasan 2015-1a

Kondisi korban kekerasan dan pelanggaran HAM Papua 2015 versi KontraS. (http://www.rappler.com)

Rekomendasi untuk pemerintah

Apa rekomendasi untuk pemerintah? Menurut Amnesty, Jokowi harus benar-benar memenuhi janjinya, yakni membuka akses ke Papua. Pembukaan akses ke Papua ini adalah prioritas nomor satu yang harus dipenuhi oleh pemerintah Indonesia saat ini. “Number one, papua to open,” kata Josef.

Zely dari Papua itu Kita menambahkan bahwa segala upaya untuk membuka akses ke Papua tak lepas dari peran Kementerian Pertahanan dan TNI Polri. “Institusi ini paling tidak pro kalau Papua dibuka. Pertanyaannya kenapa? Apa yang mereka sembunyikan?”[http://www.rappler.com]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s