Zona Berita

Ribut di Indonesia, Saham Freeport Anjlok

ZONADAMAI.COM – Dalam satu bulan terakhir, harga saham Freeport-McMoran Inc (FCX) di Bursa Efek New York, Amerika Serikat (AS) terjun bebas dari posisi US$ 11,75 ke US$ 8,3 pada penutupan perdagangan Selasa (24/11) kemarin. Berdasarkan data bursa AS, saham Freeport anjlok hingga 29,83 persen pada bulan ini.

Ada berbagai faktor yang mendorong anjloknya saham Freeport di pasar global. Kepala Riset NHKSI, Reza Priyambada menilai gaduhnya Freeport di Indonesia menjadi salah satu penyebab anjloknya saham Freeport di Bursa AS.

“Gaduhnya Freeport di Indonesia berpengaruh terhadap saham Freeport-McMoran di pasar global. Ada namun tidak terlalu signifikan,” ujar Reza di Jakarta, Rabu (25/11/2015).

Menurutnya, faktor lain menurunnya saham Freeport karena harga komoditas tambang saat ini sedang mengalami pelemahan. Pasar global ketika menginvestasikan uangnya di Freeport juga memantau sentimen yang ada di Indonesia.

“Investor global tentu melihat sentimen yang ada di Indonesia. Sentimen pergerakan harga komoditas dan sentimen kondisi Freeport yang ada di indonesia. Mereka memantau apakah operasional Freeport terganggu atau tidak terkait polemik yang ada di Indonesia,” jelasnya.

Untuk diketahui, kejatuhan Saham Freeport menyentuh level terendah sejak 1999 ke level US$ 8 pada 23 November 2015.

Sentimen yang ada di Indonesia saat itu adalah dugaan pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla merebak dan menyeret nama Ketua DPR Setya Novanto.

Dalam laporan kinerja perusahaan, Freeport-McMoran pemilik 90,64 persen saham PT Freeport Indonesia mengalami rugi bersih US$ 8,15 miliar sepanjang Januari-September 2015. Penurunan laba bersih tersebut dikarenakan rendahnya harga komoditas pertambangan serta minyak dan gas bumi (migas). Kerugian Freeport-McMoRan juga disebabkan oleh berkurangnya jumlah pendapatan perusahaan sebesar 25,43 persen menjadi US$ 12,08 miliar. Sementara kuartal III, Freeport mengalami penurunan pendapatan 35,37 persen menjadi US$ 3,68 miliar dari periode yang sama di 2014 sebesar US$ 5,69 miliar. [Suara Pembaruan]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s