Zona Berita

Festival Film Etnik Nusantara siap digelar di Papua

FILM ETNIK-2

ZONADAMAI.COM– Ajang Festival Film Indonesia 2015 telah usai digelar di ICE BSD City, Banten (23/11/2015), dengan Siti meraih penghargaan sebagai film terbaik. Satu ajang penghargaan film lainnya yang akan digelar adalah Festival Film Etnik Nusantara (FFEN) di Gedung Farsyos Kosek Hanudnas, Biak Numfor, Papua, 27-28 November 2015.

“Pada Jumat, dilakukan lokakarya tentang film, cara pembuatan film, lebih khusus tentang pembuatan film bernuansa budaya. Sedangkan pada Sabtu, dilakukan penilaian terhadap 10 film pendek oleh juri untuk mendapatkan tiga besar,” ujar Ketua FFEN Adolof Barasano kepada Tabloid Jubi (24/11/2015).

Film yang ikut serta dalam ajang berskala nasional ini adalah film pendek dengan durasi 15-30 menit. Ketentuan yang disyaratkan adalah film peserta harus memiliki muatan unsur atau elemen budaya tradisi masyarakat Indonesia.

Dengan mengedepankan film berisi konten keragaman potensi budaya daerahnya, diharapkan kegiatan ini bisa menjadi peristiwa budaya yang dapat mengangkat prestasi dan promosi bagi masing-masing daerah.

Selain itu, tujuan diadakannya festival ini sebagai salah satu upaya mengukuhkan keragaman budaya demi kemajuan peradaban bangsa dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Adolf kepada Moviegoers Magazine sebelumnya mengatakan bahwa film dengan konten bermuatan karakter kearifan lokal akan menjadi semacam sabuk budaya yang dapat membentengi masyarakat dari pengaruh negatif budaya global.

Respon para pembuat film mulai dari Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, dan Papua terhadap ajang ini cukup menggembirakan. Dilansir Suara Merdeka, sejak pendaftaran peserta dibuka pada awal Oktober 2015 hingga 4 November 2015, peserta yang terdaftar berjumlah 67 film pendek.

Dari jumlah tersebut, telah terpilih 10 film yang jadi nomine dalam babak akhir. Tiga besar hasil penilaian dewan juri nantinya berhak mendapatkan hadiah. Juara pertama akan mendapat trofi berbentuk tifa orang Biak dan dana pembinaan Rp35 juta, juara kedua trofi biasa dan uang pembinaan Rp25 juta, dan juara ketiga mendapat trofi dan uang pembinaan Rp 11 juta.

Dewan Juri FFEN terdiri dari Abdullah Yuliarso (penggiat perfilman), Clara Shinta (putri mendiang Rendra yang seorang pemain film dan teater), Nomensen Buroka (Ketua Dewan Kesenian Tanah Papua), Akhlis Suryapati (Ketua Umum Sekretariat Nasional Kine Klub Indonesia), dan Simon Sibi (seniman di Biak).

Para dewan juri tersebut sebelumnya telah memberikan penghargaan khusus kepada tiga film, yaitu masing-masing Indie Bung!! (Yuleo Rizky CP, Muse Production, Semarang, Jawa Tengah), Sadam Dariah Lengger Terakhir (Dieng Cinema Comunity, Banyumas), dan Suara Angganeta (Herri Ketaren Purba, LPP Nur /Orchid Teater, Perempuan Biak, Sora Pardis Film).

Daftar nominasi penghargaan utama FFEN 2015:

1. Agus & Agus (Aji Aditya, Ziva Film, Bandar Lampung, Lampung)

2. Dongeng dari Rumah Kontrakan (Doa) (Novie Burhan, Dubber Movie Project, Jakarta)

3. Jago Tarung (Abdurachman Sya, Liar Liar Film, Solo)

4. Menunggu Kabar (Yandy Laurens, Lifelike Productions, Jakarta)

5. Njuk Piye (Buyung Ispramadi, Wathon Films, Yogyakarta)

6. Onomastika (Loe Loe Hendra, Lanjong Production, Yogyakarta)

7. Redup Kejora Palagan Jiwa (Edhy Kalbu, Separo Komunitas Film SMA 2 Blora, Jawa Tengah)

8. Selamat Datang Masa Depan (Rahmat Refki Saputra, Rahmat Refki Saputra, Sumatera Barat)

9. Sepatu Baru (Aditya Ahmad, Institut Kesenian Makassar)

10. Simanggale (Dony Arlen Tambunan – FFTV-IKJ)

[http://beritagar.id]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s