Zona Berita

Warga Papua ditembak orang tak dikenal di perbatasan

Ilustrasi-Peta-PapuaJAYAPURA – ZONADAMAI.COM: Seorang warga Papua bernama Kuba ditembak dan dipanah ketika sedang bekerja di Kampung Skopro Distrik Arso Timur, Keerom di perbatasan Indonesia-PNG, Rabu pagi, 9 September 2015.

“Korban sementara menyenso (memotong kayu), tiba-tiba ditembak orang tak dikenal,” kata juru bicara Polda Papua Kombes Patrige Renwarin. “Korban masih dirawat secara intensif di rumah sakit.”

Korban bernama Kuba, yang bekerja sebagai operator mesin pemotong kayu, ditembak beberapa kali.

“Selain ditembak, korban juga dipanah di tangan kiri, tembus perut kanan.”

Penembak yang belum teridentifikasi tersebut langsung masuk dalam hutan setelah beraksi.

Wakapolres Keerom Komisaris Bambang Irawan mengatakan korban saat ini masih dirawat di RS Kwaningga, Keerom, namun akan dirujuk ke RS Bhayangkari, Jayapura.

Pelaku diduga empat orang

Kuba Marmahu, korban penembakan di Kampung Skopro, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Papua, mengaku pelaku berjumlah 4 orang. Lelaki berusia 38 tahun ini ditembak di tempatnya bekerja, yakni sebuah perusahaan pemotongan kayu milik perseorangan itu.

“Saat kejadian, saya sedang senso kayu (memotong kayu dengan mesin) seorang diri. Tiba-tiba saya jatuh dan baru mengetahui di situ bahwa saya tertembak. Setelah jatuh di tanah, saya didatangi 4 orang yang diduga menembak saya,” ucap Kuba ketika ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Jayapura, Papua, Rabu (9/9/2015).

Istri korban, Jamilatun baru mengetahui suaminya ditembak oleh orang tak dikenal siang tadi sekitar pukul 13.30 WIT dan ditelepon langsung oleh pemilik perusahaan, Sugiono.

“Saya ditelepon Pak Sugiono dan menyatakan bahwa suami saya ditembak di lokasi senso kayu,” ujar dia.

Sementara itu Ketua Dewan Adat Keerom Herman Yoku menuding penembakan tersebut karena persaingan bisnis kayu antar-pengusaha di sana. Ia pun meminta polisi tak mengaitkan penembakan ini dengan gerakan politik Papua merdeka dan Tentara Pembebasan Nasional/Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM).

“Ini jelas persaingan bisnis antar-pengusaha kayu dan karyawannya yang menjadi korban (penembakan). Polisi harus berani ungkap, supaya masyarakat di sana tidak resah,” tukas Herman.

Herman menyebutkan, Kampung Yeti di Distrik Arso Timur merupakan daerah baru yang mulai berkembang. Sejumlah perusahaan sawit dan kayu ada di daerah ini, salah satunya adalah PT Tandan Sawita Papua yang dimiliki oleh Rajawali. Selain itu ada juga 4 perusahaan kayu besar. Tak hanya itu, bisnis kayu perorangan juga menjamur di daerah itu.

“Mulai dari bisnis legal sampai ilegal ada di kampung tersebut. Miras, kayu dan narkoba juga ada. Keerom memiliki banyak pintu masuk yang berhubungan langsung ke negara Papua Nugini. Ini yang harus diingat. Saya minta polisi harus berani ungkap ini,” papar Herman.[liputan6.com dan Rappler.com]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s