Zona Tokoh

Jurnalis Papua Luncurkan Buku ‘Bukan Perempuan Biasa’

Tiga jurnalis asal Papua, Nunung Kusmiaty (kiri), Nethy Dharma Somba (ketiga kiri), Katharina Janur Litasari (kanan) berpose bersama Bento Madubun (kedua kiri)desain buku "Mereka Bukan Perempuan Biasa". (Foto: Antara)

Tiga jurnalis asal Papua, Nunung Kusmiaty (kiri), Nethy Dharma Somba (ketiga kiri), Katharina Janur Litasari (kanan) berpose bersama Bento Madubun (kedua kiri)desain buku “Mereka Bukan Perempuan Biasa”. (Foto: Antara)

JAYAPURA — ZONADAMAI.COM: Tiga jurnalis perempuan di Kota Jayapura, Provinsi Papua, yakni Nethy Dharma Somba, Katharina Janur Litasari dan Nunung Kusmiaty, meluncurkan buku “Bukan Perempuan Biasa”.

“Dalam menulis buku ini, kami banyak menyesuaikan dengan waktu narasumber serta kesibukkan kami sebagai jurnalis,” kata Nethy Dharma Somba, wartawan The Jakarta Pos, disela-sela acara peluncuran buku itu, di salah satu hotel ternama di Kota Jayapura, Papua, Minggu sore (8/3/2015).

Menurut alumni Fakultas Sastra Indonesia, Jurusan Kesusateraan Universitas Hasanuddin itu, ia bersama dua rekannya menulis buku tersebut karena ingin menunjukkan bahwa banyak perempuan Papua juga bisa berhasil dan sukses seperti pria pada umumnya.

“Pada buku ini kami ingin dedikasikan kepada kaum muda Papua, terutama nanti kepada anak cucu kita bahwa, ada perempuan Papua yang bisa berprestasi. Semoga buku ini memberikan inspirasi bagi semua perempuan Papua,” kata Nethy.

Sementara itu, Nunung Kusmiaty, yang mengawal karir jurnalistik di Kota Bandung, Jawa Barat lewat SKM Galura grup Pikiran Rakyat pada 1990-an kemudian hijrah ke Kota Jayapura pada 2000-an dan aktif di Papua Pos sebagai redaktur itu, mengemukakan bahwa dalam mengumpulkan bahan penulisan untuk buku memerlukan kesabaran.

“Jadi, dalam mewawanncarai narasumber itu juga butuh perjuangan, kesabaran, mencari celah waktu yang tepat. Tapi ‘ending-nya kan memuaskan kami sebagai penulis dan harapannya bisa memotivasi buat perempuan Papua lainnya,” kata.

Mengenai biaya dalam mencetak buku, Nunung mengaku merogoh ‘kocek’ kantong masing-masing dan juga bantuan dana dari sejumlah pihak yang begitu peduli dengan kemajuan perempuan Papua.

“Kami sisihkan gaji dan bantuan beberapa pihak,” kata Nunung Kusmiaty.

Sedangkan Katharina Janur Lithasari menyampaikan bahwa sejumlah narasumber dalam buku setebal 130 halaman itu yang didesain oleh Bento Madubun sesama rekan wartawan tidak begitu dikenal.

“Para narasumber itu ada yang kami kenal, ada yang kami ketahui lewat bincang-bincang dengan sejumlah teman kami, diantaranya Kakak Jimmy Afaar,” kata wartwan KBR68 H Jakarta itu yang akrab disapa Lita.

Lita juga memberikan apresiasi kepada tamu undangan yang ikut hadir dalam acara peluncuran buku itu.

“Terima kasih buat masukan, saran dan kritikan dari semua pihak, dari Ibu Pemberdayaan Kota dan Provinsi, Dinas Pendidikan Kota Jayapura dan Kepala Badan Perpustakaan, juga lainnya,” katanya.

Buku bersampul kuning dengan gambar 15 orang perempuan Papua itu dikerjakan sejak Oktober tahun lalu.

Didalamnya berisi sejumlah perempuan Papua yang berhasil memuncaki karirnya atau menjadi orang dibelakang layar mendukung pihak lain menjadi sukses.

Belasan perempuan Papua yang ada dalam buku itu diantaranya Baetrix Wanane, anggota KPU Papua, Berlinda Ursula Mayor, Ketua Pengadilan Negeri Kelas IIB Wamena, Herlina Rosa Papare pendiri Sekolah Sepak Bola Bhineka Tunggal Ika, Hermina Kosay, Instruktur Pre Apprentice Institue Pertambangan Nemangkawi Freeport.

Selain itu, terdapat Lievelin Louisa Ansanay, Ketua DPRD Kota Jayapura, DR Margaretha Rumbekwan Direktur IPDN Kampus Papua, Octaviyanti Balndina Ronsumbre Pilot di PT Trigana Air Service, Olga Helena Hamad Ketua KontraS Papua, dan Shipora Puhili Tokoro Bidan Kampung.

Juga, Siti Nurdjaja Soltief, Kepala VCT RSUD Jayapura dan aktivis kesehatan, Suzana D Wanggai Kepala Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Provinsi Papua, Tina Komangal wirausaha di Mimika, Yakoba Lokbere Anggota DPR Papua.

Prof DR Yohana Susana Yembise Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan Yosina Bosawer penjual sayur yang menyekolahkan anaknya di Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih, juga menjadi bagian dari isi buku tersebut.

Peluncuran buku itu dihadiri oleh sejumlah nara sumber, diantaranya anggota DPR Papua, anggota MRP, aktivis dan sejumlah rekan jurnalis di Kota Jayapura dan sekitarnya.

“Mereka perempuan luar biasa, dan tiga penulis yang juga jurnalis, adalah bukan perempuan biasa,” kata Kabud Humas Polda Papua Kombes Pol yang ikut hadiri peluncuran buku tersebut. [republika.co.id]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s