Zona Berita

Kadinkes Papua Puji Rumah Sakit Freeport

Kota Tembagapura (www.padusi.com)

Kota Tembagapura (www.padusi.com)

TEMBAGAPURA – ZONADAMAI.COM: Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg Aloysius Giyai memuji kedua rumah sakit di areal pertambangan PT Freeport Indonesia, setelah melakukan kunjungan kerja di Tembagapura.

Kedua rumah sakit yang dipuji Kepala Dinas Aloysius adalah Rumah Sakit Tembagapura dan Rumah Sakit Kampung Banti.

Tembagapura adalah nama tempat dimana markas penambangan emas dan tembaga raksasa yang di kelola oleh PT Freeport Indonesia, kata Aloysius di Timika, Sabtu (22/11/2014.

Sementara, Kampung Banti adalah salah satu kampung yang tidak jauh dari Tembagapura. Jarak antara Banti dan Tembagapura sekitar empat kilometer, ditempuh dengan jalan darat.

‘Saya kagum dengan kebersihan, peralatan dan sistem manajemen pelayanan yang diterapkan di rumah sakit Tembagapura dan Banti,’ kata Aloysius.

Menurut dia, peralatan yang digunakan di dua rumah sakit itu cukup canggih dan sebagian diantaranya tidak dimiliki oleh rumah sakit milik Pemerintah yang ada di tanah Papua.

Dari segi pelayanan, peralatan hingga kebersihan, kata dia, patut dicontohi oleh rumah sakit milik pemerintah.

‘Kedepan, rumah sakit khusus yang rencananyaakan dibangun Pemerintah harus mengikuti desain rumah sakit Banti dan Tembagapura,’ ujarnya.

Dia mengatakan, tampak dari luar kedua rumah sakit itu, sangat sederhana dan tidak terlalu membutuhkan areal yang luas, namun di dalamnya megah danlengkap dengan peralatan serta penataan sistem manajemennya rapih.

Merujuk pada bentuk fisik dan peralatan serta pelayanan yang dilakukan, Aloysius menilai, rumah sakit itu masuk kategori tipe C plus.

Selain itu, sudah memenuhi standar rumah sakit yang baik walaupun masih ada kekurangan yang masih harus dibenahi.

‘Saya katakan masih tipe C plus karena dokter spesialisnya belum lengkap, misalnya seperti dokter spesialis radiologi, kan belum ada,’ ujarnya.

Meski demikian, katanya, ada kekurangan yang harus diperhatikan oleh kedua rumah sakit tersebut.

‘Sudah bagus, tetapi saya tidak temukan anak asli dari suku Amungme dan Kamoro yang mana pemilik lokasi penambangan Freeport yang bekerja sebagai perawat ataupun dokter di dua rumah sakit itu,’ ujarnya. [Antara]

1 reply »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s