Zona Berita

Telkomsel Penuhi Kebutuhan Internet di Papua

Foto: Masyarakat PNG unjuk gigi dalam atraksi budaya PNG di perbatasan Papua (Katharina Janur/ Liputan6.com)

Foto: Masyarakat PNG unjuk gigi dalam atraksi budaya PNG di perbatasan Papua (Katharina Janur/ Liputan6.com)

JAYAPURA – ZONADAMAI.COM: Kecanggihan teknologi Telkomsel dirasakan lebih dari 2.000 warga yang bermukim di Kampung Wutung, yang terletak di Negara Papua Nugini. Maklum saja kampung ini terletak 1 hingga 3 kilometer dari wilayah Skouw di Kota Jayapura, Papua yang berbatasan langsung dengan Negara Papua Nugini.

Masyarakat Kampung Wutung yang dihuni oleh dua klen besar yakni Klen Taleng dan Klen Holontur, hampir sebagian besar telah bergantung dengan sinyal Telkomsel. Kecanggihan gadget saat ini bahkan menuntut mereka untuk terus berinovasi dengan men-dowload sejumlah aplikasi lewat telepon selularnya.

“Paling banyak yang di-download melalui telepon genggam mereka adalah aplikasi media social. Sinyal makin kencang dengan layanan 3G yang baru saja diluncurkan,” kata Juru bicara Konsul RI di Vanimo, Allen Simarmata, Kamis (13/11/2014).

Kehidupan masyarakat di kampung tersebut juga sangat kental dengan ke-Indonesiaan. Misalnya saja dalam satu keluarga, sang istri berasal dari Kampung Wutung di Papua Nugini dan sang suami berasal dari Kampung Skow, Indonesia.

“Tentu saja untuk menunjang kekerabatan antar keluarga, mereka selalu menggunakan jaringan telekomunikasi Indonesia, salah satunya Telkomsel. Uniknya, mereka berada di dua negara,” paparnya.

Tak hanya itu, generasi muda yang ada di kampung tersebut saat ini juga sudah mulai beralih menggunakan telepon genggam untuk mendengarkan radio atau mendengarkan musik yang terlebih dahulu telah di-download lewat telepon genggamnya.

“Kaum muda di kampung itu lebih melek teknologi dan kental dengan budaya Indonesia. Anak muda disana senang musik, hampir semua telepon genggam mereka berisi lagu. Jika mereka kehabisan pulsa, pasti beli pulsanya di pasar perbatasan,” ucap Allen.

Markus, salah satu warga di Kampung Wutung-Papua Nugini mengaku sangat terbantu dengan layanan Telkomsel di perbatasan. Dirinya bahkan memiliki banyak teman dari wilayah Indonesia dengan bantuan sosial media. “Facebook sering saya buka. Melihat kabar teman-teman,” jelasnya yang dihubungi lewat telepon seluler.

Telkomsel baru saja mengoperasikan layanan 3G di perbatasan Indonesia dan Papua Nugini pertengahan Oktober lalu. Layanan ini merupakan layanan 3G pertama di daerah perbatasan. Layanan ini berfungsi membantu masyarakat yang berada di perbatasan Indonesia dan Papua Nugini, agar lebih dapat menikmati layanan data di ponsel mereka dan mengakses Internet.

Dalam launching tersebut, Direktur Network Telkomsel, Abdus Somad Arief mengklaim jaringan 3G di wilayah perbatasan Indonesia dan Papua Nugini merupakan wujud komitmen Telkomsel sebagai operator paling Indonesia dalam memberikan layanan seluler kepada masyarakat di berbagai penjuru Tanah Air, termasuk di wilayah perbatasan Republik Indonesia.

Telkomsel pertama kali beroperasi di perbatasan Indonesia dan Papua Nugini pada pertengahan Oktober 2005 dengan menghadirkan layanan 2G yang beroperasi pada frekuensi GSM (900 MHz).

Manager Branch Telkomsel Jayapura, Achdiat Suryana mengaku pertumbuhan pelanggan Telkomsel tahun ini meningkat hingga 17% dari tahun sebelumnya. Target yang dikejar hingga akhir tahun nanti sekitar 1,4 juta pelanggan.

“Hingga saat ini targetnya telah mencapai 90%. Pertumbuhan pelanggan di Papua setiap tahunnya selalu memenuhi target,” ungkapnya. [liputan6.com]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s