Zona Berita

Referendum Skotlandia, Aktivis Papua Merdeka Pilih Siapa?

skotlandia-referendum-3

Oleh: Wonenuka Sampari

Tulisan ini adalah tanggapan dari tulisan menarik mace Evha Uaga beberapa hari yang lalu mengenai referendum di Skotlandia yang akan dilaksanakan pada tanggal 18 September 2014.

Dalam tulisan tersebut Evha mengutarakan pandangannya bahwa referendum di Skotlandia akan menjadi perhatian organisasi-organisasi separatis di seluruh dunia. Kemudian Evha juga menyisipkan bagaimana pandangan organisasi separatis di Indonesia, OPM (Organisasi Papua Merdeka) khususnya Benny Wenda sebagai aktivis OPM di luar negeri dalam permasalahan referendum di Skotlandia. Evha menyebutkan bahwa Benny Wenda mendukung pelepasan Skotlandia dari Inggris.

14109334301669558875

Fakta bahwa perjuangan Benny Wenda dengan IPWP-nya (International Parliamentarians for West Papua) di Inggris memang banyak mengalami hambatan pada periode sebelum 2010, tercatat hanya dua anggota parlemen Inggris, yaitu Lord Harries of Pentregarth MP dan Hon. Andrew Smith MP dari 646 anggota House of Commons dan 746 anggota House of Lords yang bisa diyakinkan oleh Benny Wenda. Oleh sebab itu Benny Wenda berputar haluan untuk mencari dukungan dari parlemen Skotlandia. Pada periode 2009-2010 merebak isu yang hangat di antara parlemen Skotlandia untuk melaksanakan Referendum untuk melepaskan diri dari Inggris. Pada masa yang sama, yaitu pada 2010 Benny Wenda mendapat dukungan dari Aileen Campbell, anggota parlemen dari Partai Nasionalis Skotlandia (Scottish National Party/SNP). Dari Aileen Campbell inilah kemudian terjadi pertemuan antara Benny Wenda dengan beberapa anggota parlemen Skotlandia yang berasal dari SNP pada tanggal 23 September 2010. Hasil dari pertemuan tersebut adalah kerjasama saling dukung, Benny Wenda mendukung pemisahan Skotlandia dari Inggris dan beberapa anggota Parlemen dari SNP yang hadir juga mendukung pemisahan Papua dari Indonesia.

14109337581792620151

Dukungan Benny Wenda terhadap pemisahan Skotlandia dari Inggris ini rupanya sudah berubah, paling tidak 2 hari lalu perubahan dukungan itu bisa dilihat dari Facebook milik gerakan Free West Papua Campaign yang dipimpin oleh Benny Wenda. Dalam postingan tersebut dikatakan bahwa Benny Wenda akan menyaksikan referendum di Skotlandia dan ia mengatakan “Neither Benny, nor the campaign will be supporting either side in the Scottish referendum but will simply be observing the vote”. Dukungan Benny Wenda terhadap pemisahan Skotlandia dari Inggris sudah berubah, Benny Wenda menyatakan bahwa saat ini ia dalam posisi yang netral. Dan pertanyaan yang tepat dari fakta ini adalah, kenapa?

Seperti yang dijelaskan di atas bahwa usaha Benny Wenda untuk mendapatkan dukungan dari parlemen Inggris tidak mengalami kemajuan yang berarti pada periode sebelum 2010, tetapi hal tersebut sedikit membaik setelah Inggris dan Skotlandia menandatangani Kesepakatan Referendum Skotlandia pada 15 Oktober 2012. Setelah penandatangan Kesepakatan Referendum Skotlandia tersebut, salah satu pendukung Benny Wenda, Lord Harries of Pentregarth MP, berhasil meyakinkan beberapa anggota parlemen Inggris lainnya untuk mendukung usaha Benny Wenda. Ada 3 anggota parlemen Inggris yang menyatakan dukungan terhadap Benny Wenda walaupun belum jelas apakah mendukung Papua melepaskan diri dari Indonesia atau tidak. 3 orang parlemen Inggris ini adalah David Hannay (The Lord Hannay of Chiswick GCMG), Eric Lubbock (The Lord Avebury) dan Raymond Collins (The Lord Collins of Highbury).

Penulis melihat bahwa peningkatan dukungan 3 orang parlemen Inggris inilah yang membuat Benny Wenda merubah dukungan penuhnya terhadap pemisahan Skotlandia dari Inggris menjadi pihak yang netral. Apalagi trend polling referendum di Skotlandia masih mengunggulkan penolakan pemisahan Skotlandia dari Inggris. Dukungan penuh terhadap pemisahan Skotlandia dari Inggris bisa menjadi bumerang terhadap usaha-usaha Benny Wenda yang mengalami kemajuan di Parlemen Inggris beberapa waktu kebelakang ini.

Sebuah quotes dari Henry Kissinger, seorang peraih nobel perdamaian sekaligus mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, akan menutup tulisan saya kali ini. Ia pernah mengatakan America has no permanent friends or enemies, only interests”. Mungkin bukan hanya Amerika saja, tapi bagi semua memang tidak ada teman dan musuh yang abadi, kepentinganlah yang abadi. Saat ini mungkin Benny Wenda melepaskan dukungannya terhadap pelepasan Skotlandia dari Inggris, tapi hasil referendum nanti akan menentukan kembali, kemana Benny Wenda akan kembali merapatkan dukungannya. Prediksi saya : ke pihak yang menang, siapapun itu. [Kompasiana,17 September 2014]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s