Zona Berita

Prabowo atau Jokowi Presiden, Ambon Tetap Aman

03Ambon,Zonadamai.com : Kesadaan berpolitik masyarakat Kota Ambon sudah sangat dewasa jika dibandingkan dengan daerah lain.

Buktinya, setiap digelar pesta demokrasi baik itu pilkada maupun pileg ternyata situasi dan kondisi keamanan tetap kondusif.

“Berilah dukungan secara obyektif dan tetap menjaga keamanan di kota kita ini. Siapapun yang nantinya terpilih menjadi presiden dan wapres, Kota ambon harus tetap aman dan kondusif seperti saat ini,” tandas Walikota Ambon Richard Louhenapessy saat Sosialisasi Pemantapan Pilpres kepada para Ketua RT/RW, Lurah dan Raja yang berlangsung di Islamic Center, Rabu, Rabu, kemarin.

Menurutnya masyarakat harus bekerjasama dengan pemerintah dan aparat penyelenggara pemilu untuk menyuskseskan pilpres mendatang dengan tetap menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

“Apabila ingin menyampaikan pendapat dilakukan dengan cara damai agar tidak memancing perselisihan diantara masyarakat yang dapat menyebabkan potensi konflik. Jaga itu kedewasaan berpolitik dan hindari diri dari segala bentuk provokasi dalam masyarakat sehingga kita dapat meminimalisir terjadinya bentrok antar sesama warga,” ungkapnya.

Walikota juga menegaskan para PNS dilarang untuk berpolitik praktis saat pelaksanaan pilpres. “Saya tegaskan sekali lagi agar PNS di jajaran Pemkot Ambon tidak boleh berperan aktif dalam politik. Jika ketahuan maka akan diberikan sanksi tegas kepada mereka yang terlibat,” tandas Louhenapessy.

Ditempat yang sama Kapolres Ambon AKBP Bintang Juliana juga mengatakan netralitas Polri dalam pilpres adalah harga mati dan keamanan di kota ambon jadi harga mati pengamanan dari polri.

“Sesuai dengan arahan dari Kapolri, maka seluruh jajaran Polri dilarang untuk terlibat langsung dalam politik praktis sehingga kita mengharapkan pengawasan dari masyarakat akan keberadaan anggota kami di lapangan,” katanya.

Dijelaskan, keamanan di Kota Ambon menjadi barometer keamanan di Provinsi Maluku. “Polri akan mengawal ketat dari proses pentahapan awal sampai dengan proses perhitungan suara di tingkat KPU Maluku,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Komisioner KPU Kota Ambon Khalil Tianotak mengharapkan kepada pemerintah untuk membantu KPU menyiapkan gedung guna menggelar rekapitulasi penghitungan suara di tingkat PPS dan PPK.

“Kami mengharapkan agar pemerintah dapat menyiapkan gedung bagi pelaksanaan rekapitulasi penghitungan suara di tingkat PPS dan PPK. Ini karena pelaksanaan proses penghitungan suara di tingkat PPS dan PPK berbeda dengan Pileg. Hal ini dilakukan guna menghindari terjadinya pelanggaran saat perhitungan suara di tingkat PPS dan PPK,” ungkapnya.

Sementara KetuaPanwaslu Kota Ambon Paulus Titaley mengharapakan kepada para penyelenggara pemilu untuk tidak melakukan kecurangan saat Pilpres 9 Juli mendatang. Pengalaman pada pileg 9 April lalu lalu banyak sekali terjadi kecurangan para saat perhitungan suara baik itu di tingkat KPPS, PPK, PPS. “Saat Pileg yang lalu ternyata ditermukan data yang tersalin pada C1 itu berbeda ketika disalin kedalam formulir C1 plano. Kita tidak mau terjadi lagi para Pilpres mendatang. Hal ini dikarenakan pengelenggara pemilu melakukan kecurangan sehingga terjadi perbedaan pada C1 Plano,” tandas Titaley.

Menurutnya panwaslu sudah merekrut sejumlah tenaga lapangan untuk melakukan pengawasan Pilpres nanti hingga ke tingkat KPPS.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s