Zona Berita

Kekerasan di Aceh Bukan Konflik Antar Parpol

Irwandi PA VS PNAORBIT-Zonadamai.com: Mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf  turut prihatin maraknya aksi kekerasan dan penembakan membawa korban jiwa jelang Pemilihan Umum (Pemilu) di Aceh. “Ada kesan pembiaran dalam rangkaian peristiwa tragis ini. Akibatnya para aktor intelektual maupun pelaku di lapangan merasa aman dan terus beraksi karena mereka menganggap  polisi tidak bisa menangkap apalagi menghukum tindak kekerasan yang mereka lakuan,” kata Irwandi yang juga Ketua Dewan Pembina PNA kepada wartawan di Banda Aceh, Rabu (2/4/14). Hal itu disampaikan Irwandi menyikapi sejumlah kekerasan di Aceh , khususnya soal insiden penembakan satu unit mobil Toyota Kijang berstiker Caleg Partai Aceh (PA) yang diberondong oleh orang tak dikenal di kawasan Desa Geulanggang Gampong, Kecamatan Kota Juang, Senin (31/03/2014) sekira pukul 21.00 WIB. Seperti diketahui, dalam kasus itu tiga orang meninggal dan seorang lainnya kritis. Korban meninggal yakni, Juwaini, 29,  Fazira Wati, 28, serta Khairil Anwar, 1,5. Sedangkan korban kritis  Fakhrurrazi, 40, masih menjalani perawatan. Begitupun Irwandi menduga insiden di  Bireuen ini kecil kemungkinan bernuansa politik. Walau banyak pihak mengait-ngaitkan kejadian itu dengan unsur politik. Alasannya,  Juwaini dan korban lainnya bukan pengurus salah satu partai meski saat kejadian  memakai mobil berstiker Caleg PA. “Juwaini hanya seorang yang mungkin simpatisan PA. Ini yang membuat dugaan saya kalau  penembakan terhadap para korban ini bukan faktor politik. Saya menduga  ada faktor lain antara pelaku dengan korban,” tuturnya. Untuk itu, Irwandi mendesak polisi mengungkap pelaku penembakan itu, agar jelas motif apa sesungguhnya sehingga pelaku tega menghabisi korban termasuk anak kecil yang tidak berdosa. Terungkapnya peristiwa itu, kata dia sekaligus menghilangkan image di masyarakat yang cenderung mengaitkannya dengan persaingan antar parpol. “Ini saya katakan karena asumsi masyarakat awam selama ini,  bila ada kader atau simpatisan PA tertembak atau mendapat kekerasan,, sasaran pelakunya ke  PNA. Sebaliknya juga begitu, bila PNA korban, asumsinya kader PA sebagai pelaku,” ujar Irwandi. Padahal, lanjut Irwandi, sesungguhnya yang terjadi tidak seperti itu. Kader  PNA sudah bertekad tidak akan balas dendam atas apa yang dirasakan walau ada kader yang luka bahkan meninggal atas ulah pihak tertentu. “Kami berpikir buat apa antara PA dan PNA ribut bahkan saling membunuh. Yang di PNA itu saudaranya orang PA dan sebaliknya, orang PA banyak dari saudara PNA. Jadi kita-kita juga. Kita sedang berdemokrasi, maka berdemokrasilah yang sehat,” pungkas Irwandi Yusuf.

1 reply »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s