Zona Editorial

Pemilu Aceh Rawan Teror, 15 Simpatisan PA Jadi Tersangka

Kendati sering menjadi korban kekerasan Pemilu, Partai Nasional Aceh (PNA) dalam kampanye perdananya di Aceh Besar (22/3/2014) menghimbau semua parpol jaga perdamaian di Aceh (Foto:Antara)

Kendati sering menjadi korban kekerasan Pemilu, Partai Nasional Aceh (PNA) dalam kampanye perdananya di Aceh Besar (22/3/2014) menghimbau semua parpol jaga perdamaian di Aceh (Foto:Antara)

ZONADAMAI.com: Berbagai kasus kekerasan terkait Pemilu di Aceh membuat kita sebagai bangsa khawatir. Korban-korban aksi kekerasan terus bertambah, kendati semua parpol di wilayah itu sudah mendeklarasikan Pemilu Damai. Kasus-kasus tersebut merupakan teror dan intimidasi terhadap caleg yang seharusnya tidak terjadi.

Sebelum kampanye terbuka dimulai sudah terjadi penyerangan Posko Pemenangan Pemilu milik Zubir HT, calon legislatif DPRK Aceh Utara dari Partai Nasdem. Beberapa hari kemudian, seorang caleg bernama Faisal, caleg dari partai lokal, Partai Nasional Aceh (PNA) di Kabupaten Aceh Selatan, ditemukan tewas tertembak (2/3/2014) malam.

“Kami juga mempertanyakan kenapa masih ada senjata api ditangan orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Tentunya kita tidak menginginkan kekerasan bersenjata terjadi lagi di Aceh,” kata Ketua DPW Partai Nasdem Aceh Zaini Djalil di Banda Aceh, belum lama ini.

Menanggapi teror terhadap kadernya, PNA tidak ingin melakukan aksi pembalasan. Pada kampanye perdana PNA di Kab Aceh Besar, Aceh, Sabtu (22/3/2014) PNA menyatakan partainya anti kekerasan dan menyerukan semu pihak menjaga perdamain. PNA bertekad merebut kemenangan untuk rakyat Aceh tanpa membedakan dari kelompok lain.

Sehari sebelumnya, Jumat, 21 Maret 2014 Seorang kader Partai Aceh, Ahmad Suib, 25 tahun, tertembak di Desa Uleu Reuleung, Kecamatan Dewantara, Lhokseumawe. Kondisi korban cukup kritis dan segera dilarikan ke Rumah Sakit PT Arun, 8 kilometer dari tempat kejadian.

Usai kejaidan, massa Parta Aceh (PA) di daerah itu mengamuk. Mereka merusak sejumlah atribut Partai Nasional Aceh (PNA) dan sejumlah alat peraga Partai Nasional yang terpasang di sepanjang jalan. Padahal belum jelas siapa pelaku penembakan itu.

Keributan yang didalangi simpatisan PA kembali terjadi pada Sabtu malam (22/3/2014). Mereka merusak rumah salah seorang kader PNA di Banda Masen, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe.

Kapolres Lhokseumawe, Ajun Komisaris Besar Polisi Joko Surachmanto, dalam keterangan persnya mengatakan, pihaknya sudah menetapkan 15 orang simpatisan PA sebagai tersangka. Para tersangka sudah ditangkap. Penangkapan tersebut bermula dari informasi tentang rencana aksi perusakan dan penangkapan oleh sejumlah orang pada Jumat malam (21/3/2014).

“Kemudian kita melakukan operasi juga, kita sweeping, kita razia dan ternyata kita dapatkan. Jadi ada salah satu atau simpatisan dari partai tertentu melakukan perusakan terhadap salah satu partai juga, partai lokal,” kata Joko.

Berdasarkan informasi dan operasi itu, polisi langsung melakukan penangkapan dan penahanan terhadap 15 oknum yang terlibat dan digiring ke Mapolres Lhokseumawe. Penangkapan tersebut dilakukan di beberapa tempat, termasuk di rumah salah satu Caleg Dewan Perwakilan Aceh (DPRA), Muharuddin yang juga turut diamankan polisi.

Semoa aparat keamanan lebih sigap dan secara rutin melakukan sweeping, agar aksi teror bisa segara diredam. Biarkan warga Aceh melaksanakan Pemilu dengan aman, dan dapat memilih Partai politik dan wakil-wakilnya yang mencintai kedamaian. [*]

1 reply »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s