Zona Berita

KPU bantah surat suara untuk wilayah Papua rusak

Jakarta-ZONADAMAI.com: Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengaku telah menerima laporan dari sejumlah KPU Daerah golputtingkat kabupaten atau kota yang mengalami kerusakan saat dilakukan proses pengiriman surat suara.

Komisioner KPU Arief Budiman menegaskan, khusus untuk 26 ribu surat suara dari Jayapura tujuan Mamberamo, Papua, yang sempat dikabarkan dihantam ombak, saat ini dalam kondisi utuh.

“Tidak ada kerusakan, hanya kardus packing-nya saja yang mengalami kerusakan, sedangkan surat suaranya aman dan masih bisa digunakan,” kata Arief di Kantor KPU, Jakarta, Senin (10/3/2014).

Dia menambahkan, saat ini KPU mulai menerima sejumlah laporan distribusi surat suara yang sudah masuk ke masing-masing daerah tersebut. Namun, secara keseluruhan pihaknya belum bisa memastikan daerah mana saja yang mengalami kerusakan itu.

Bukan itu saja, untuk memastikan proses pengiriman surat suara berjalan lancar, pihaknya meminta kepada KPU Kabupaten atau kota dibantu KPU Provinsi untuk melaporkan hasil pengiriman dokumen pemilu itu.

“Di Jakarta atau dimana pun di semua tempat, kalau ada surat suara yang tidak sesuai speksifikasi itu, agar segera dilaporkan. Kami akan minta perusahaan yang memproduksi barang tersebut untuk mengganti surat suara itu,” sambungnya.

Seperti diketahui, beberapa hari lalu Kapal Motor Marthen Indey yang mengangkut surat suara pemilu dari Jayapura dengan tujuan Mamberamo Raya, dihantam ombak di perairan Sarmi. Kapal tersebut mengangkut 92 dus yang berisi 26 ribu surat suara pemilu legislatif (pileg).

20 Ribu Dihapus dari DPT

Sementara itu, sekitar 20 ribu pemilih telah dihapus dari Daftar Pemilih Tetap (DPT)  lantaran datanya ganda. “Ada DPT yang ganda sehingga dengan sendirinya terhapus oleh sistem,”ungkap Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua, Adam Arisoy di Kota Jayapura, Papua, Senin (10/3/2014).

Adam mencontohkan, jika seseorang masuk DPT di Kabupaten Jayawijaya, namun yang bersangkutan tinggal di Jayapura, akan terbaca oleh sistem dan dihapus. “Jadi setelah masuk dalam sistem terhapus dengan sendirinya. Ini terjadi pada beberapa kabupaten di Papua,” jelasnya.

Mengenai pemilih yang belum punya Nomor Induk Kependudukan (NIK), dikatakan Adam, masih ada waktu beberapa hari ke depan untuk melakukan perbaikan. Namun kemungkinan ada penambahan DPT.

“Itu kalau yang tak punya NIK selama ini sudah punya KTP. Tapi kalau tetap tak punya NIK akan dihapus,” katanya. [***]

 

1 reply »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s