Zona Editorial

Kecewa, Aktivis Papua Tuduh MSG Berkhianat

Viktor Yeimo, Ketua KNPB

Viktor Yeimo, Ketua KNPB

JAYAPURA-ZONADAMAI.com: Kunjungan delegasi Menlu negara-negara anggota Melanesian Spearhead Group (MSG) ke Papua pada 13-14 Januari 2014 yang dipimpin Menlu Fiji menuai kecaman bernada kecewa dari kelompok aktivis Papua merdeka. Mereka menuding MSG telah “memanfaatkan” perjuangan Papua merdeka untuk mendapatkan keuntungan kerjasama ekonomi dengan Pemerintah Indonesia bagi kepentingan pembangunan di negaranya masing-masing.

Kekecewaan itu tertuang dalam press release yang dikeluarkan sebuah organisasi sayap politik Papua merdeka, KNPB (Komite Nasional Papua Barat) di Jayapura kemarin (14/1/2014).

“Kami memandang sikap Pemerintah Fiji, Solomon Island dan Papua New Guinea yang menerima “gerilya diplomasi uang” dari Indonesia yang berupaya menghalangi West Papua untuk masuk dalam persaudaraan Melanesia di MSG,” tulis para aktivis dalam press release itu.

Mereka menuding kunjungan itu gagal karena tidak bertemu dengan KNPB yang mengklaim dirinya sebagai wakil rakyat Papua Barat.

Sebagaimana diberitakan, beberapa menteri dari negara-negara rumpun Melanesia di Pasifik Selatan telah berkunjung ke Jakarta dan Papua sejak tanggal 11-15 Januari 2014. Mereka adalah Menlu Fiji H.E. Ratu Inoke Kubuabola, Menlu Papua New Guinea Mr. Hon Rimbink Pato dan Menlu Kepulauan Solomon Mr. Hon Soalaoi Clay Forau, serta perwakilan FLNKS, New Kaledonia. Kunjungan ini adalah tindak lanjut dari undangan resmi Pemerintah Indonesia yang disampaikan dalam forum KTT ke-19 MSG di Noumea, New Kaledonia Juni 2013 lalu.

Di Papua, delegasi MSG itu telah bertemu Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), Gubernur Papua, Pimpinan TNI dan Polri. Dalam pertemuan di Kantor Gubernur, sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama juga dihadirkan oleh Gubernur Papua untuk ikut berdialog dengan Delegasi MSG itu.

Dalam pertemuan itu, Menlu Kepulauan Solomon Mr. Hon Soalaoi Clay Forau dan perwakilan FNLKS dari New Kaledonia secara jujur menyatakan kekagumannya atas kemajuan pembangunan di Papua. “Saya akan menyampaikan kepada pimpinan di negara kami tentang kemajuan ini,” ungkap Mr. Hon Soalaoi antusias.

Namun di mata para aktivis Papua, kemajuan itu sama sekali tak bernilai di mata mereka. Bagi mereka Papua merdeka adalah harga mati. Maka wajar jika sengaja bikin onar di depan kantor DPRP ketika delegasi sedang melakukan pertemuan di dalam gedung. Dan wajar pula jika aparat keamanan mengambil sikap tegas mengamankan sejumlah aktivis Papua merdeka yang bikin onar tersebut. Karena bagaimanapun juga, kunjungan delegasi tersebut adalah tamu negara yang harus dihormati dan dijaga keamanan dan keselamatan mereka.

Wakapolda Papua Brigjen (Pol) Drs. Paulus Waterpauw saat ditemui wartawan disela-sela pertemuan MSG dengan pimpinan Bank Papua mengungkapkan, polisi mengamankan para pendemo tersebut agar tidak mengganggu kehadiran MSG di Papua.

“Kita tidak menahan mereka kecuali mereka melakukan pengrusakan. Kita mengamankan mereka hanya untuk mengantisipasi agar tidak terjadi apa-apa atas kedatangan (delegasi) MSG ke Papua dan setelah itu nanti kita keluarkan mereka,” kata Waterpauw singkat. [***]

 

2 replies »

  1. Berita ni cenderung menyudutkan KNPB. Pembaca. coba nilai berita ini. Berikut saya sertakan release asli dari KNPB, yang digunakan penulis berita di atas menulis berita ini:
    http://knpbnews.com/?p=3427
    Press Release KNPB

    Dengan jujur kami sampaikan bahwa misi kunjungan delegasi MSG yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Fiji, Ratu Inoke Kubuabola tidak berhasil memantau dan mencari fakta kondisi pelanggaran HAM dan keinginan rakyat West Papua sesuai dengan Komunike Summit MSG di Noumea, Kanaky pada Juni 2013 lalu.

    Rakyat West Papua menyampaikan kekecewaan yang mendalam terhadap Pemerintah Fiji dan PNG yang telah mengendarai penderitaan bangsa West Papua dan juga komunike MSG untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dengan penguasa kolonial Indonesia yang sementara ini sedang menjajah kami.

    Kami menganggap kedatangan saudara-saudari MSG sebagai suatu kunjungan rahasia, karena jadwal kedatangan dan pertemuan dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Hal itu sangat mencederai etika persaudaraan dan budaya Melanesia dimana dalam budaya Melanesia kedatangan itu harus terbuka dan disambut dengan tarian budaya Melanesia yang sudah disiapkan oleh rakyat.

    Oleh karena itu, kami menganggap delegasi hanya berhasil bertemu perwakilan penguasa kolonial Indonesia yang ada di DPR, Gubernur dan Pimpinan TNI/Polri yang sementara ini menjajah kami bangsa West Papua. Mereka tidak berhasil bertemu rakyat West Papua yang antusias untuk menyambutnya, sekalipun aksi penyambutan itu dibubarkan dengan kekuatan TNI/Polri dan menangkap 46 rakyat West Papua.

    Rakyat West Papua inginkan West Papua diterima jadi anggota tetap MSG melalui aplikasi WPNCL. Kami berharap dengan menjadi anggota West Papua dapat ikut berkontribusi dalam membangun dan menjaga persaudaraan Melanesia sesuai dengan semangat pembentukan MSG.

    Jayapura, 14 Januari 2014

    Pengurus KNPB

    Victor Yeimo, Ketua Umum

    Ones Suhun, Sekretaris

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s