Zona Berita

OPM Dilarang Miliki Senjata

seenjata liar

Jayapura-ZONADAMAI.com: Rangkaian aksi penembakan yang mengakibatkan   jatuhnya korban jiwa yang melibatkan TNI dan TPN/OPM,  terutama di wilayah Pegunungan Tengah Papua menuai tanggapan Kabid Humas Polda Papua AKBP Sulistyo Pudjo Hartono, S.I.K.,  ketika  dikonfirmasi  diruang kerjanya, Rabu (6/11/2013).

Aksi kontak senjata di Puncak Jaya, dikatakan Kabid, masyarakat  harus memahami bahwa sesuai regulasi  yang bisa memiliki senjata api di Indonesia hanya  TNI/Polri. Sedangkan masyarakat sipil  bahkan TPN/OPM dilarang memiliki senjata api.
Kabid menjelaskan, regulasi ini justru membuat NKRI  jauh lebih aman dibanding USA misalnya yang membebaskan warga sipil memiliki dan membeli senjata api sebanyak-banyaknya. Akhirnya, muncul aksi penembakan yang terjadi di Mall, di sekolah-sekolah dan lain-lain.

Terkait aksi kontak senjata antara TNI dan TPN/OPM di Puncak Jaya akibatnya seorang anggota OPM bernama Kiwo Telenggen dilaporkan tewas, tegas Kabid, pihaknya mengharapkan masyarakat tak gampang terhasut oleh kelompok-kelompok yang berseberangan tersebut.

“Jangan sampai masyarakat diadu-domba kelompok   tertentu, bahwa TNI dan Polri  itu  berasal dari luar,” tandas Kabid.

Diutarakan Kabid, TNI/Polri itu tumbuh dan bagian dari masyarakat. Setiap tahun TNI berupaya merekrut masyarakat untuk menjadi anggota TNI baik Tamtama, Bintara ataupun Perwira. Bahkan belum lama ini  12 putra Papua diterima mengikuti pendidikan Taruna di Akademi Militer (AKMIL) di Magelang. Sebaliknya, Polri merekrut anggotanya tak membedakan siapapun. Bahkan masyarakat etnis Papua mendapat dukungan  khusus sesuai UU No. 21 Tahun 2001 tentang Otsus Papua sehingga makin memperbaiki baik  kwalitas maupun kwantitas.

Sementara  itu, jelas Kabid,  Direktorat Reskrim Umum Polda Papua telah mengambil langkah-langkah  penyidikan terkait  aksi kontak senjata antara TNI dan TPN/OPM di Puncak Jaya, termasuk aksi penembakan  yang selama ini dilakukan kelompok berseberangan  tersebut.

“Kami telah memeriksa belasan orang saksi, guna mengungkap aksi penembakan tersebut, juga aksi-aksi penembakan sebelumnya yang hingga kini belum  terungkap,” tegas Kabid.

Sebagaimana diwartakan, kontak senjata antara TNI dan TPN /OPM di Kabupaten Puncak Jaya (4/11/2013) kembali menelan korban. Seorang anggota TPN/OPM  yang diduga anak buah Goliath Tabuni bernama Trigele Enumbi alias Kiwo  Telenggen dilaporkan tewas diberondong senjata  SS1 dan mengenai bagian dada sebelah kiri dan langsung tewas, setelah aksi kontak senjata antara anggota Satgas 753/AVT yang sedang melaksanakan patroli dengan kelompok OPM yang  berjumlah 3 orang di Kantor Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua. [Bintang Papua.com]

2 replies »

  1. jikalau TPN,OPM kontak senjata kenapa harus di tegas keras untuk menghentikan kepentingan masa depan papua ini,, tidak masalah kalau mrk membutuhkan nasib sendiri bukan untuk kepentingan seseorang,,,apakah anda tidak berpikir org papua jau bedah dgn ras yg sementara anda numpang ini hehehe jgn selalu rangkus di negri ini kamu harus sadar dan sadar otak tahu,,,,,,,,,,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s