Zona Editorial

Konsep Pendidikan Adik Obama Cocok untuk Perdamaian Papua

13711922701975255647

Maya Soetoro adik tiri Presiden Amerika Serika Barack Obama sudah pekan lalu berada di Yogyakarta bersama rombongan pimpinan Universitas Hawai Manoa untuk menghadiri Simposium Pengurangan Risiko Bencana dan Ketahanan Bencana se-Asia Pasifik yang berlangsung pada 13-14 Juni 2013.

Di sela-sela kesibukannya, anak dari pasangan Lolo Soetoro dan ibunda Obama, Ann Dunham ini mengagendakan pertemuan dengan Gubernur Papua Lukas Enembe. Maka pada 12 Juni 2013 di Hotel Seraton Yogyakarta, Maya menerima Gubernur Papua yang didampingi Ketua MRP Timotius Murib, Waket I DPRP Papua Yunus Wonda, Waket Komisi C Carolus Boli dan Bupati Kabupaten Paniai Hengky Kayame.

Maya Soetoro yang juga Guru Besar di Universitas Hawai ini menjanjikan kepada para pimpinan daerah dari Papua bahwa pihaknya siap membantu Papua melalui program pendidikan dan kesehatan.

“Pemerintah Provinsi Papua bersama masyarakat Papua mendapat kepercayaan dari Maya Soetoro dimana ada keinginan yang besar dari pihaknya beserta Presiden Universitas Hawai dalam mendukung program pendidikan dan kesehatan di Papua,” ujar Lukas Enembe dalam jumpa pers di Jayapura Kamis (13/6/2013). http://www.antaranews.com/berita/379973/maya-soetoro-siap-membantu-papua-lewat-pendidikan

Diskon pendidikan S2 dan S3 bagi Mahasiswa Papua

Lukas Enembe menuturkan bahwa tawaran Maya Soetoro itu disambut baik oleh pihaknya dengan akan membentuk tim untuk menindaklanjuti tawaran dari Universitas Hawai yakni agar Pemprov Papua bisa mengirim putra putri terbaiknya untuk bisa mengambil gelar S2 dan S3 di Universitas Hawai dengan biaya murah atau sudah mendapat diskon.

Untuk itu, Pemprov Papua dengan melibatkan para Bupati se-Papua akan merekrut putra putri asli Papua di daerahnya masing-masing untuk direkomendasikan kepada Pemprov Papua dan selanjutnya diberangkatkan ke Hawai.

Menurut Lukas, Maya Soetoro juga akan membantu penanganan pendidikan dasar, pendidikan menengah dan perguruan tinggi di Papua. Maya Soetoro menyarankan agar Pemprov Papua membentuk suatu lembaga atau yayasan yang khusus menangani masalah pendidikan sehingga bantuan yang diturunkan dari pihaknya bisa langsung sampai kepada para pelajar malalui lembaga-lembaga tersebut.

Pendidikan Berbasis Perdamaian

Konsep pendidikan seperti apa yang akan dikerjasamakan antara Universitas Hawai dengan Pemprov Papua kemungkinan akan mengacu kepada Materi kuliah umum yang disajikan maya kepada ratusan mahasiswa Yogyakarta pada 11 Juni 2013 lalu.

Ia mengatakan intisari konsep “Pendidikan untuk Perdamaian” ialah mengarahkan anak didik agar luwes dalam memandang hubungannya dengan beragam identitas. Dia berpendapat bahwa pelajar perlu memiliki perspektif terbuka pada segala bentuk identitas kultural agar mudah memahami persepsi orang lain.

Menurut Maya, pengembangan pendidikan berorientasi perdamaian akan mencetak generasi muda yang adaptif terhadap strategi resolusi konflik. Pelajar harus belajar membangun konstruksi identitas diri yang kompleks agar mudah beradaptasi dalam komunitas masyarakat mana pun.

“Dengan begitu, tidak ada konflik yang susah diselesaikan, semua bisa dicari resolusinya dan ditransformasikan,” ujar Maya.

Konsep pendidikan seperti ini tentu sangat cocok untuk kondisi Papua saat ini dimana cukup banyak generasi muda Papua sedang hidup dalam suasana penuh curiga terhadap masyarakat pendatang, bahkan juga curiga terhadap kebijakan-kebijakan Pemerintah. Maka tak heran jika mereka begitu mudah tersulut untuk anti-pemerintah dan anti-pendatang.

Kalaupun di antara mereka ada yang kuliah di luar Papua, sangat tampak sikap ekslusifismenya. Mereka cenderung membentuk kelompok sendiri dan sulit beradaptasi dan cair dengan komunitas dimana mereka tinggal dan hidup. Sudah sangat sering saya mendapat keluhan ini dari kenalan-kenalan saya di Malang, Jawa Timur dulu, tempat saya menimba ilmu di Institut Injili Indonesia, Batu serta dari beberapa rekan saya dari Yogyakarta, Jakarta dan Bandung.

Memang kita tidak bisa sepenuhnya melemparkan kesalahan ini kepada anak-anak muda Papua ini. Situasi yang membentuk mereka bersikap seperti itu. Namun juga tidak bisa dibiarkan terus seperti itu. Harus ada terobosan untuk mengubahnya lebih-lebih pada aras kebijakan Pemerintah yang nantinya akan berdampak pada perubahan sikap. Dan terobosan itu akhirnya terjawab melalui konsep Pendidikan berorientasi perdamaian. Semoga para petinggi Papua segera merealisasikan hasil pertemuan dengan Maya Soetoro tersebut, agar kepada generasi muda Papua mulai ditanamkan perspektif terbuka pada segala bentuk identitas kultural yang memungkinkan mereka mudah memahami persepsi orang lain. Semoga.

[Kompasiana/Kanis WK] : http://sosok.kompasiana.com/2013/06/14/konsep-pendidikan-adik-obama-cocok-untuk-perdamaian-papua-568768.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s