Zona Editorial

Pilkada Papua Makan Banyak Korban Ketimbang Aksi Separatis

Gubernur Papua Lukas EnembeGubernur Papua, Lukas Enembe (Foto: Banjir Ambarita/Vivanews)

Jakarta Zona Damai: Awal Mei lalu, Usai bertemu Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso dalam pertemuan di DPR RI, Gubernur Papua, Lukas Enembe mengatakan, pemilihan kepada daerah di Papua telah banyak menelan korban jiwa. Korban yang jatuh dalam pilkada, menurutnya, bahkan lebih banyak ketimbang akibat gerakan-gerakan separatis.

Untuk itu Lukas meminta pemerintah merevisi mekanisme penyelenggaraan pilkada di Papua. “Hari ini orang banyak mati itu terjadi di pilkada. Justru di Pilkada Papua yang banyak jatuh korban, bukan separatis, bukan yang lain-lain,” kata Lukas waktu itu.

Salah satu contoh korban Pilkada Papua adalah Pilkada di Ilaga, Kabupaten Puncak tahun 2011 yang lalu. Korban tewas saat itu tercatat sebanyak 57 orang, lantaran telah terjadi bentrok antar pendukung  calon bupati Puncak Simon Alom dan Elvis Tabuni.  https://zonadamai.wordpress.com/2012/02/09/korban-tewas-akibat-pilkada-papua-capai-57-orang/

300 orang tewas

Namun data terakhir sebagaimana dilansir bintangpapua.com awal Januari 2013, jumlah korban dalam bentrokan yang berlangsung berkali-kali di wilayah Ilaga antara pendukung kedua calon bupati itu ternyata bukan 57 orang, melainkan 300 orang tewas dan 900 korban luka-luka. https://zonadamai.wordpress.com/2013/01/03/17-milyar-untuk-santunan-korban-konflik-pilkada-kab-puncak/

Selain korban jiwa, menurut Lukas banyak rumah tangga di Papua juga rusak karena perbedaan pilihan dalam pilkada. Karena itu, Ia meminta khusus Pilkada Papua, pemerintah pusat memberikan pertimbangan tersendiri.

Mendengar keluhan Gubernur Papua, Pimpinan DPR RI pun mendukung, agar mekanisme pilkada di Papua mendapat pengecualian dari daerah lainnya.

“Pemilihan langsung untuk Indonesia akan berlangsung, tetapi di Papua, sebaiknya pemilihan di tingkat lokal untuk memilih gubernur dan bupati, lewat DPRD,” kata Priyo Budi Santoso sebagaimana dilansir Vivanews.com.

“Bikin surat ke Presiden, dan kami akan cari jalan keluar. Demokrasi akan tetap demokatis, tapi masalah nyawa kita utamakan. Kalau di tempat tertentu membutuhkan tata aturan pilkada secara tenteram, maka akan lewat DPRD,” ujar dia. [***]

2 replies »

  1. BAPA GUBERNUR YANG MULIA ,,PILKADA GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR PRIODE 2013-2017 ADA KORBAN JIWA ITU,SALAH SATUNYA ADALAH ANGGOTA DPR KETUA 1 KABUPATEN JAHUKIMO….

  2. KITA TIKDAK BISA BEDAHKAN KORBAN PILKADA DAN KORBAN SEPARATIS……SAMA-SAMA SATU PAKET, KARENA SISTEM YANG DIBAGUN DI PAPUA OLEH PEMERINTAH NKRI SUDAH SALAH BESAR…..KARENA DIMATA ORANG INDONESIA JELAS BEDAH DEGAN DI MATA ORANG PAPUA TETANG PEMBAGUNAN….

    SAMPAI KAPANPUN DIALOG DAMAI ATAU SONA DAMAI TIDAK AKAN TERWUJUD KARENA JELAS ADA KESALAHAN BESAR TERHADAP ORANG PAPUA…IBARA ORANG INGIN MAKAN UBI DI BERI SINKONG DEGAN PAKSA JELAST TIDAK AKAN NYAMBUNG….SAMPAI KAPANPUN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s