Zona Berita

Freeport Temui Pimpinan DPR Bahas Longsor

Tidak Ada Keajaiban di Hari Terakhir Evakuasi Longsor Freeport
Jakarta-Zona Damai: Korban longsor terowongan Big Gossan PT Freeport Indonesia sudah ditemukan semua. Di hari ke-8 evakuasi, harapan untuk adanya keajaiban sirna. Korban yang terkubur sudah 8 hari itu ditemukan tewas.

Data terakhir yang dikeluarkan Freeport pada Rabu 22 Mei 2013 pukul 06.00 WIB mengumumkan Emergency Response Team tidak dapat menyelamatkan 28 orang pekerja yang tertimbun reruntuhan di dalam ruang kelas sejak 14 Mei 2013 lalu. Dengan demikian jumlah korban tewas menjadi 28 orang, dan 10 orang luka.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso, menerima kedatangan Presiden Direktur Freeport McMoran Cooper and Gold Inc, Richard Adkerson, di Gedung DPR, Rabu 22 Mei 2013. Pertemuan itu membahas perkembangan penanganan musibah runtuhnya tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia di Timika, Papua pada 14 Mei lalu.
Hadir juga dalam pertemuan itu Presiden Direktur Freeport Indonesia, Rozik B Soetjipto dan Gubernur Papua Lukas Enembe.
“Ini adalah sebuah balasan atas sidak yang saya lakukan hingga mulut terowongan kemarin. Ini merupakan ekspresi baik dari Freeport. Selamat datang di sini,” kata Priyo yang juga Ketua Otsus Papua di ruangannya, Gedung Nusantara III.
Menurut dia, peristiwa runtuhnya tambang bawah tanah Freeport merupakan musibah terbesar yang terjadi di industri pertambangan nasional.
“Ada sekian nyawa melayang, tapi kami tetap apresiasi Freeport dengan teknologi mutakhirnya. Meski ada yang tak tertolong, kami tetap mencatat adanya ikhtiar,” kata Priyo.
Priyo juga mengatakan, DPR ikut berbela sungkawa terhadap kejadian ini. “Atas nama seluruh keluarga besar DPR mengucapkan simpati dan duka mendalam,” kata dia.
Dia mengingatkan agar Freeport segera menjalankan tanggung jawabnya kepada keluarga korban, yakni memberikan santunan.
“Saya minta jaminan itu disampaikan, santunan kepada keluarga korban. Freeport juga harus memastikan putra-putra dari keluarga korban untuk mendapat beasiswa setinggi-tingginya dan bisa masuk menjadi pekerja inti di Freeport,” kata dia.
Meski tak mau menyimpulkan lebih awal dari proses investigasi yang dilakukan pemerintah, Priyo berharap jika diketahui ada kelalaian yang dilakukan Freeport, perusahaan harus tetap berkomitmen menjalankan tanggung jawabnya.
“Saya tidak mau dan belum ingin berspekulasi,” ujar dia.
Sementara itu, Rozik memastikan bahwa perusahaannya akan memberikan santunan kepada keluarga korban.
Terkait santunan itu, menurut Rozik, Freeport akan bertanggung jawab atas pendidikan anak korban hingga selesai di tingkat perguruan tinggi dan memprioritaskan anggota keluarga korban yang ingin bekerja di Freeport.

“Kami juga memberi kesempatan kepada anggota keluarga korban untuk melanjutkan tanggung jawab keluarganya,” kata dia. [VIVAnews]

1 reply »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s