Zona Berita

Peringatan 50 Tahun Integrasi Papua di Sorong Meriah

Foto : Radarsorong

Sorong-Zona Damai : Perayaan 50 Tahun Masuknya Irian Barat ke NKRI, 1 Mei 1963-1 Mei 2013 berlangsung meriah. Sang Merah Putih berkibar di tengah perayaan yang bertajuk “Gebyar 50 Tahun Kembalinya Irian Barat ke NKRI” itu dipimpin oleh Panglima Kodam XVII Trikora, Mayjen TNI Cristian Zebua.

Rangkaian kegiatan digelar sejak pagi di  Lapangan Olahraga Hocky, Kampung Baru Sorong, Papua Barat, mulai dari upacara bendera, parade budaya, terjun payung, hingga seminar nasional, yang menghadirkan tokoh-tokoh, antara lain Meteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Hajrianto Tohari, Ketua DPD RI Irman Gusman, Sejarawan Anhar Gongong, serta puluhan tokoh lainnya. Acara itu disambut antusias oleh warga setempat.

Tarian adat ikut memeriahkan

Walikota Sorong, Drs Ec L Jitmau berpandangan peringatan 1 Mei yang  dipusatkan di Kota Sorong merupakan suatu niat baik yang dilakukan  Danrem 171/PVT Brigjen TNI Pandji Suko Hari Judho. Apalagi even ini  dilaksanakan di Kota Sorong, yang menjadi tuan rumah Provinsi Papua  Barat, dengan melibatkan semua komponen masyarakat bangsa yang ada di  tanah Papua.

“Ini suatu tongkat sejarah yang terjadi di Papua 50 tahun yang lalu.  Maka itu, saya mengajak kepada semua masyarakat untuk menengok kembali apa yang terjadi di Papua. Kemudian di hari ini, Papua seperti apa  kedepan, mari kita mendukung tokoh pahlawan kita, khususnya Trikora  yang berjuang merebut dan mempertahankan Irian Barat tempo dulu, Papua  masa kini kemudian mereka melaksanakan pembangunan apa adanya,”ajaknya.

Walikota juga mengajak seluruh pemuda generasi Papua untuk bersatu  bergandengan tangan untuk melanjutkan pembangunan ke depan. “Jangan  ada kata lain di tanah Papua, NKRI tetap utuh menjadi satu dari Sabang  sampai Merauke. Itulah harapan saya sebagai Walikota dan saya bangga,  kegiatan ini baru pertama kali terjadi di tanah Papua. Ini harus tetap  dilakukan dari secara terus-menerus dari waktu ke waktu, supaya tidak mengganggu kamtibmas di tanah Papua,” tukasnya.

Bukan Indonesia
Sejalan dengan harapan Walikota, Ketua Panitia “Gebyar 50 Tahun Kembalinya Irian Barat ke NKRI”, Demianus Jimmy Idjie mengatakan, pihaknya sengaja memperingati 50 tahun integrasi itu secara besar-besaran, karena melihat kaum pemuda Tanah Papua kini sedang berada di persimpangan.

“Banyak sekali anak muda Papua menyebut dirinya bukan Indonesia,” katanya.

“Di dunia maya, gampang sekali mereka membuat situs untuk menegaskan bahwa mereka bukan orang Indonesia. Kami juga menggelar seminar nasional ini, bertujuan mencari dan menghasilkan solusi yang akan direkomendasikan pada pemerintah pusat bagaimana membangun Tanah Papua kedepannya,” ujarnya.

Hasil seminar katanya, akan disampaikan ke Presiden. “Untuk mengenang tanggal 1 Mei 1963, sebagai hari kembalinya Irian Barat pada NKRI, kami meminta kepada Pemerintah Pusat agar setiap tanggal 1 Mei dijadikan Hari Integrasi Nasional atau Hari Keutuhan Nasional, yang dirayakan di seluruh Nusantara. Hal itu untuk mengingatkan Indonesia agar jangan melupakan jasa para pahlawan Papua, yang mengorbankan jiwa raga demi anak cucu yang menikmati nantinya,” katanya.

Terkait kegiatan “Parade Obor Perdamaian Tanah Papua” yang menempuh jarak 176 km dari Kota Sorong ke Ayamaru Sorong Selatan, tepatnya di Tugu Trikora, memiliki makna strategis untuk mengingatkan generasi muda sekarang, agar jangan cepat lupa diri tapi jadi generasi yang tau berterimakasih dan menghargai jasa para pahlawan, serta mengenang peristiwa yang penting bagi daerah ini dan bagi dirinya.

Menpora Roy Suryo melepas rombongan pembawa ‘Obor Perdamaian’ di Kota Sorong dalam rangka perayaan 50 Tahun integrasi Papua ke dalam NKRI. (Foto: Metronews.com)

“Obor ini diharapkan menyalakan dan mengobarkan kembali semangat nasionalisme ke-Indonesia-an yang mulai redup di Tanah Papua,” katanya.

Panitia sangat bergembira menyaksikan antusiasme warga saat parade obor. “Semula kami rencanakan hanya 50 obor, sesuai dengan peringatan 50 tahun. Namun, kemudian naik dua kali lipat menjadi 100 obor karena banyak warga yang mau ikut. “Kami akan mendokumentasikannya, demikian juga spontanitas warga Papua yang naik truk menuju gunung untuk mengibatkan Merah Putih. Dokumentasi ini akan kami serahkan ke Presiden,” katanya.

Panitia sangat berharap, semangat nasionalisme di Tanah Papua bergelora kembali. “Kami berharap, para pemuda Tanah Papua jangan selalu pesimistis, karena itu membuat sifat cepat tersinggung, emosi, dan marah. Mari teruskan perjuangan Pahlawan Silas Papare, Frans Kaisiepo, Marten Indy, Yohanis Abraham Dimara dan Yos Sudaro, yang sudah meninggalkan jejak sejarah yang penting bagi kita. Mereka sudah pergi dan kini anak muda harus teruskan semangat juang mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KNPI Papua Barat, Hermus Indou mengajak kaum muda agar momentum 50 tahun integrasi dijadikan bahan pembelajaran dan selalu siap memberikan yang terbaik bagi NKRI.

“Kami menilai, perayaan hari ini memberikan banyak perlajaran hingga pendidikan politik pada generasi muda agar seluruh rakyat di Tanah Papua menghargai usaha pejuang kita. Itu bukanlah hal mudah, mereka pertaruhkan jiwa raga merebut kembali Irian Barat ke pangkuan NKRI,” kata Hermus. [dari bebagai sumber]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s