Zona Berita

SBY Dukung KK Freeport Dibahas di Papua

JAKARTA – Zona Damai : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendukung agar pembicaraan mengenai regenosiasi kontrak karya (KK) PT Freeport dengan pemerintah pusat, Pemprov Papua, agar dibicarakan di Papua.

Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua I DPR Papua, Yunus Wonda SH usai bersama gubernur Papua, Lukas Enembe, dan ketua MRP, Timotius Murib bertemu dengan presiden SBY di istana Negara, Senin (29/4/2013).

Ditegaskan, pembicaraan kontrak karya PT.Freeport merupakan salah satu agenda dari 20 agenda dalam pertemuan antara presiden SBY dengan Gubernur/Wakil Gubernur Papua, DPR Papua dan MRP.
Menurutnya, dalam pembicaraan kontrak karya tersebut tak hanya melibatkan pemerintah Provinsi Papua, tapi juga DPR Papua, Majelis Rakyat Papua (MRP) dan pemerintah daerah penghasil tambang, termasuk masyarakat adat setempat.

Menurutnya, dari hasil pembicaraan tersebut, Presiden SBY memberikan respon positif sebab selama sepuluh tahun lebih perusahaan tambang tersebut beroperasi di Timika Papua belum memberikan konstribusi yang maksimal bagi rakyat Papua.

“Wajar PT. Freeport harus memberikan porsi yang lebih besar kepada Papua sebab selama ini hasil kekayaan yang diambil jauh lebih besar. Kami juga minta agar Freeport bisa terlibat langsung dalam pembangunan infrastrukktrur di Papua,” tegasnya.

Lanjutnya, dalam waktu dekat ini, Pemerintah Provinsi Papua, DPR Papua, MRP dan pemerintah pusat akan menggelar pertemuan kembali untuk membahas permasalahan yang terjadi di Papua.
“Kami harap Freeport merespon masalah ini dengan baik. Tidak bisa lagi bicara sembunyi-sembunyi seperti era-era sebelumnya,” imbuhnya.

Ditambahkan, Politisi asal Partai Demokrat, bahwa, pembicaraan ini mengenai kontrak karya PT Freeport ini harus terbuka, Pemerintah Provinsi Papua, DPR Papua, MRP dan harus mengetahui berapa besar kontrubusi buat Papua.

”Kami tidak mau lagi seperti dulu, yang pembicaraan kontrak karya tak memberikan kontribusi yang berarti buat pemerintah dan rakyat Papua. Apa yang dibuat PT.Freeport selama bagi Papua tidak sebanding dengan hasil yang dia (Freeport) ambil dari Tanah Papua,” tukasnya.

“DPR Papua sendiri, kata Yunus akan mengawal terus proses ini agar nantinya pembicaraan kontrak karya yang melibatkan Pemprov Papua, pemerintah pusat dan PT Freeport benar-benar terwujud,” jelas Yunus. [Bintang Papua]

1 reply »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s