Zona Berita

Anak-anak Usia SD Tingginambut Puncak Jaya Terancam Putus Sekolah Akibat Situasi Keamanan

Bangunan SD Inpres Tingginambut, tak layak lagi ditempati. (Foto: Harris, UP4B)

Tingginambut-Zona Damai: Dampak situasi keamanan yang kurang kondusif telah berpengaruh terhadap proses belajar mengajar di Distrik Tingginambut Kabupaten Puncak Provinsi Papua. Anak-anak usia Sekolah Dasar bahkan dikhawatirkan terancam putus sekolah.

Tim Monitoring dan Evaluasi Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat (UP4B) yang bertugas sebagai pemangku Kabupaten Puncak Jaya di Distrik Tingginambut (20/3/2013) lalu bahkan melihat sejumlah sarana dan prasarana sekolah sudah tidak layak ditempati.

Pemangku UP4B untuk  wilayah Kabupaten Puncak Jaya Harris.E.Karubaba melaporkan, selama situasi keamanan yang tidak menentu anak-anak akan semakin sulit mendapatkan proses pendidikan. Belum lagi dampak Pilkada belum lama ini, bangunan sekolah juga banyak yang dirusak oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Guru-guru juga sudah semakin banyak yang meninggalkan distrik dan mereka ada yang sudah tidak lagi mengajar. Diperkirakan ada sekitar 1.000 anak–anak usia sekolah di daerah ini yang tidak bersekolah lagi karena tidak ada guru lagi. Kondisi ini terjadi akibat masalah situasi keamanan yang mengakibatkan kecemasan diantara pengajar.

Harris berharap agar aparat dan masyarakat ikut serta menjaga fasilitas pemerintahan, pendidikan dan kesehatan karena itu untuk kepentingan masyarakat.

Kapolres Puncak Jaya di Mulia (19/3) Kapolres AKBP Marcelis mengungkapkan, akibat situasi itu pihaknya telah menurunkan anggotanya untuk dijadikan guru pengganti. “Anggota yang bertugas di Pos sekitar Tingginambut kini  mempunyai tugas rangkap selain menjaga keamanan juga jadi guru untuk mengajar anak – anak di situ,” jelasnya

Sementara itu Sekretaris Dinas Pendidikan dan Olahraga Puncak Jaya Djabar Kelrey,S.Pd mengatakan dampak kondisi keamanan Dinas telah mengeluarkan kebijakan proses belajar mengajar sementara ini  dipusatkan di Kota Mulia. Kebijakan itu diambil karena guru – guru tidak berani mengajar karena alasan keamanan.

Djabar berharap agar UP4B dapat memfasilitasi tersedianya perumahan bagi para guru. “Ada bangunan SD di kampung – kampung tetapi hingga kini belum ada perumahan guru. Diantaranya mereka ada yang tinggal di Honai, bahkan ada yang tinggal dalam bangunan sekolah”, jelasnya.

Fasilitas rumah guru yang berada di kota juga masih terbatas. Sementara ini upaya yang bisa dilakukan para guru adalah sewa rumah. Sayangnya, biaya sewa tinggi dan kebutuhan ekonomi di Puncak Jaya juga relatif mahal. Semua itu menyebabkan guru lebih memilih pulang ke Jayapura, Nabire dan wilayah lain, tambahnya. [up4b.go.id]

1 reply »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s