Zona Berita

Usut Penyerangan Lapas Cebongan, DPR Usul Bentuk Tim Terpadu

Aksi Solidaritas “seribu lilin” warga NTT se Jabodetabek di Bundaran HI (Minggu, 24/3/2013)
Jakarta – Zona Damai :  Anggota Komisi I Bidang Pertahanan DPR Tjahtjo Kumolo menilai DPR perlu membentuk tim terpadu antara Komisi I dan Komisi III untuk membahas masalah penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Yogyakarta oleh kelompok bersenjata.
Sebab kata Tjahtjo saat ini sudah mulai berkembang opini bahwa kelompok bersenjata itu bergaya operasi militer.
“Apakah senjata AK47 standar militer atau tidak, kalau iya, toh teroris, dan perampok pakai itu,” kata Tjahtjo di Gedung DPR, Selasa 26 Maret 2013.
Menurutnya, tim terpadu itu juga harus menyoroti pemindahan empat tersangka korban penembakan brutal itu dari polda ke Lapas Cebongan. “Apakah benar ruang tahanan di polda memang penuh. Itu harus ditelisik apakah protapnya sudah benar,” ujar dia.
Dia berharap komisi III dapat meminta pertanggungjawaban Kapolri untuk menuntaskan kasus penembakan brutal itu. “Kalau ada hal yang patut diduga tidak sesuai, Kapolda patut bertanggungjawab,” kata dia.
Selain itu kata Tjahjo tim terpadu perlu membahas tentang akar masalah terjadinya kekerasan itu. Misalnya, masalah kesejahteraan dan lain sebagainya.
“Pemerintah harus berikan tingkat dan fasilitas kesejahteraan yang sama. Seperi rumah dinas, kendaraan dinas antara Polri dan TNI,” ujar dia.
Warga NTT di Yogyakarta Masih Ketakutan
Warga Yogya menggelar aksi damai terkait aksi penembakan brutal di Lapas Cebongan.
Warga Yogya menggelar aksi damai terkait aksi penembakan brutal di Lapas Cebongan
Warga dan para mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta sampai saat ini masih ketakutan sehubungan dengan peristiwa penyerangan terhadap Lapas Cebongan, Sleman,
Ketua Ikatan Keluarga Belu NTT, Max Nani, mengatakan para mahasiswa NTT yang saat ini menempuh studi di berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta merasa was-was, bahkan sampai tidak berani berangkat ke kampus untuk kuliah. “Keluar untuk mencari makan pun kami tidak berani, apalagi mau kuliah,” kata Nani dalam pertemuan tokoh masyarakat di Kodim Sleman, DIY, Selasa 26 Maret 2013.

Rasa ketakutan warga asal NTT ini diperparah dengan gencarnya peredaran pesan singkat lewat SMS ataupun BlackBerry Messenger (BBM) yang dikirim oleh pihak-pihak yang tidak diketahui identitasnya. “Isi pesannya macam-macam, mulai dari akan ada sweeping sampai penangkapan warga NTT,” ujar Nani. Dalam sehari, ia bahkan bisa menerima pesan ancaman lebih dari tiga kali.

Menanggapi hal itu, Dandim 0732/Sleman Letkol (Inf) Satriyo Pinandojo meminta mahasiswa maupun warga NTT di Yogyakarta agar tetap tenang. Ia menjamin petugas keamanan akan melindungi keselamatan mereka. “Tetaplah menjalankan aktivitas seperti biasa,” kata Dandim.

Penembakan brutal yang dilakukan oleh kelompok bersenjata itu dilakukan pada Sabtu dinihari 23 Maret 2013. Empat tahanan tewas ditembaki kelompok yang beraksi dengan penutup muka itu. Keempatnya adalah tahanan titipan Polda DIY yang terlibat dalam pengeroyokan yang menewaskan anggota Den Intel Kodam Diponegoro Serka Heru Sentosa, beberapa waktu lalu. [VIVAnews]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s