Zona Berita

BNPT: Indonesia Masih Dihantui Aksi Terorisme

Kepala BNPT Arsyaad Mbai

Kepala BNPT Arsyaad Mbai

*) Beberapa perampokan yang terjadi diketahui dananya untuk aksi teror.

Jakarta-Zona Damai: Indonesia belum bebas dari tindak pidna terorisme. Pelaku kejahatan ini masih banyak dan memiliki kekuatan untuk melakukan aksi teror.

Indikasi banyaknya aksi teror bisa dilihat dari maraknya perampokan untuk membiayai aksi teror.

“Banyak itu terjadi, pelaku perampokan yang tertangkap kemudian diketahui mempunyai hubungan dengan kelompok jaringan teroris,” ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai di acara ‘Diskusi Bersama BNPT’ di Surabaya, Kamis 21 Maret 2013. Kamis, 21 Maret 2013.

Mbai mencontohkan, pada 2012, pelaku perampokan toko emas di Jakarta ternyata dari kelompok Na’im dan Yudi, anggota jaringan Poso. Dari hasil pengusutan terungkap, dana yang terkumpul hingga mencapai Rp8 miliar. Dana itu diketahui untuk pelatihan militer, membeli senjata dan bahan peledak.

Dari fakta itu, Mbai minta pemerintah dan rakyat untuk menghentikan gerakan yang mendesak pembubaran Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri. “Karena kalau dibiarkan, gerakan itu akan terus merajalela,” ucapnya.

Pihaknya setuju ada kebersamaan memerangi teroris yang muncul akibat ketidakpuasan terhadap upaya Densus 88 dan BNPT. Di antaranya dengan memasukkan materi penanggulangan teror ke dalam kurikulum sekolah. “Usulan itu baik, dan wakil rakyat kita juga harus menjembataninya,” kata dia.

Dia menyebutkan, sampai saat ini di Indonesia ada 850 orang ditangkap karena terduga terlibat dalam jaringan teroris. 60 orang lainnya tewas dalam penangkapan.

Terkait itu, Deputi I Bidang Pencegahan dan Perlindungan BNPT, Agus Surya Bhakti menyebutkan, pihaknya terus melakukan penyuluhan dalam berbagai bentuk hingga ke daerah-daerah.

Melalui Forum Komunikasi Pencegahan Tindak Pidana Teroris (FKPT) hingga di tingkat kampung yang dikoordinir kepala kampung/desa, Binmas Polri dan unsur Babinsa TNI, diharapkan menjadi daya cegah yang mampu memonitor dan mencegah terjadinya tindakan terorisme.

“Di situ semua lapisan masyarakat dilibatkan, dengan memiliki kepedulian sebagai daya tangkal. Minimal informasinya kita perlukan,” ucap Agus. [VIVAnews ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s