Zona Berita

Pemerintah Kaji Kemungkinan Otonomi Plus untuk Papua

JAKARTA-Zona Damai : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menugaskan Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah Velix Wanggai untuk melakukan evaluasi atas desain otonomi yang selama ini dijalankan di Papua, serta mengkaji kemungkinan desain otonomi yang tepat bagi Provinsi Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bagi Papua.

“Presiden SBY memberi waktu satu bulan untuk melaporkan kembali hasil evaluasi terhadap desain otonomi Papua itu,” kata Velix Wanggai saat membuka Strategic Policy Discusion (SPD) mengenai otonomi khusus bagi Provinsi Papua, di Kantor Bina Graha, Jakarta, Kamis (7/3/2013) pagi.

SPD yang dihadiri para pejabat dari 25 kementerian/lembaga non kementerian itu diselenggarakan sebagai respon permintaan Presiden SBY untuk merumuskan konsep otonomi plus bagi Papua.

Menurut Velix, bulan lalu dalam sidang kabinet terbatas yang membahas keamanan Papua, di kantor Presiden, Presiden SBY menilai perlunya melihat kembali  konsep otonomi khusus bagi Provinsi papua.

Presiden SBY, kata Velix, menyampaikan gagasan tentang otonomi plus, yang artinya otonomi yang memberikan sebuah afirmasi yang terukur tapi juga mengena, sesuai kebutuhan masyarakat Papua.

Melalui rapat SDP itu, Velix berharap bisa dihasilkan penjabaran makna afirmasi plus atau otonomi khusus diperluas bagi Papua itu.

Empat Aspek

Kepada peserta rapat, Velix menyodorkan topik evaluasi menyeluruh terhadap konsep, desain dan dampak Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua, yang terbagi dalam  empat topik, yaitu aspek penataan pembangunan; aspek pembiayaan atau keuangan daerah; aspek strategi penataan kelembagaan, dan aspek pembangunan politik dan HAM

Velix menilai, aspek penataan pembangunan sangat menonjol karena dari 79 pasal UU Nomor 21 Tahun 2001 sebagian besar membahas pembangunan, antara lain pembangunan pengelolaan sumber daya alam, kebijakan sosial, ketenagakerjaan, kependudukan, pembangunan lingkungan hidup, kebudayaan, kesehatan.

“Termasuk pembangunan dalam hal ini meliputi kawasan terpencil,” kata Velix.

Aspek keuangan daerah, menurut Velix, membutuhkan perhatian khusus mengingat UU Otsus Papua memuat pasal-pasal yang mengatur kekhususan atau keistimewaannya, misalnya dengan kebijakan 2 persennya, infrastruktur, pola bagi hasil , sistem insentif atau subsidi untuk sektor perhubungan, hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah, alokasi dana provinsi dan kabupaten.

Rapat juga perlu mengkritisi isu yang beredar di masyarakat mengenai efektivitas dana Otsus. Pemerintah mengalokasi Dana Otonomi Khusus (DOK) untuk Provinsi Papua sebesar Rp 4,3 triliun, dan Papua Barat sebesar Rp 1,8 triliun. Selain Dana Otonomi Khusus, pemerintah juga mengalokasikan dana tambahan infrastruktur untuk Papua dan Papua Barat masing-masing sebesar Rp 1 triliun.

Pasal-pasal UU Otsus, kata Velix, banyak menyebut institusi, kewenangan sektoral,  pengadilan HAM, komisi kebenaran dan rekonsiliasi, peradilan adat, partai politik lokal, dan sebagainya. “Termasuk desain pemekaran, ini masuknya dalam kontek institusi karena dalam pasal-pasal pembangian daerah, pembentukan provinsi, kabupaten. Ini perlu dipikirkan bagaimana strategi penataan kelembagaan, sehingga kedepan apakah desain penataan daerah atau provinsi tetap dua seperti sekarang ini, atau perlu sebuah grand design dari pemerintah pusat bagaimana wajah provinsi di Papua,” ungkap Velix.

Velix mengatakan pembangunan politik dan HAM di Papua memiliki karakteristik, misalnya strategi pertahanan keamanan papua, penempatan pos-pos TNI dan Polri, keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan. [setgab.go.id]

2 replies »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s